
"Kalian sudah pulang?" tanya abah Idris pada Abryal yang datang bersama dengan Almeda. Bahkan Abryal tanpa sungkan menggandeng pinggang Almeda.
"Iya, abah ummi! Almeda lagi kurang fit. Bolak-balik muntah-muntah terus karena pusing," ucap Abryal.
"Jangan-jangan Almeda hamil. Apakah kamu tidak langsung memeriksakan ke dokter?" sahut ummi Salamah. Abryal dan Almeda kini saling berpandangan.
"Belum ummi! Saya pikir Almeda hanya masuk angin biasa ummi," sahut Abryal.
"Benar, ummi! Saya hanya masuk angin biasa ummi. Asam lambung saya lagi naik, ummi. Jadi merasa mual dan juga pusing. Tapi kalau sudah dikeluarkan semua nya jadi lebih enakan," sambung Almeda.
"Jangan dianggap remeh, nak! Abryal! Nanti setelah kalian bersih-bersih badan kalian, jangan lupa diperiksakan dulu Almeda ke dokter yah," kata ummi Salamah.
"Baiklah ummi! Kalau begitu kami masuk dulu, untuk mandi," sahut Abryal seraya menggandeng Almeda masuk ke dalam kamarnya. Kini di ruangan itu menyisakan abah Idris dan juga ummi Salamah yang tersenyum lebar. Kedua pasangan suami istri yang sudah lama menikah itu menduga-duga dan menafsirkan kalau mereka sebentar lagi akan mendapatkan sesuatu yang diinginkan yaitu memiliki cucu dari anak Abryal dan Almeda.
__ADS_1
"Ummi.yakin kalau Almeda telah positif hamil, ummi?" tanya abah Idris.
"InsyaAllah, Almeda saat ini telah berbadan dua. Ummi lihat wajah pucat dan lesu nya karena dia saat ini lagi ngidam. Walaupun ini baru dua mingguan setelah kejadian malam itu, mereka benar-benar melakukan hubungan suami istri," urai ummi Salamah.
"Tapi dua minggu, bukankah terlalu cepat untuk menyimpulkan bahwasanya menantu kita telah hamil, ummi!" kata abah Idris.
"Ya sudah! Kalau begitu kita bersabar saja deh. Semoga apa yang kita harapkan dalam setiap doa kita secepatnya dikabulkan oleh Alloh SWT," ucap ummi Salamah.
"Iya abah! Kalau begitu, kita tunggu saja kabar baik dari mereka itu. Kalau Almeda akan segera mengandung janin dari Abryal," kata ummi Salamah.
🌼🌼🌼🌼🌼
Abryal masih memeluk Almeda seperti enggan untuk melepaskan nya. Bahkan dari tadi kedua pasangan suami istri itu belum juga mandi atau membersihkan diri setelah bepergian. Seolah-olah Abryal ingin bermanja-manja dan bermesraan dengan istrinya itu, Almeda.
__ADS_1
"Mas Abryal! Menurut mas Abryal, apakah benar yang dikatakan ummi kalau aku hamil, mas?" tanya Almeda.
"Aamiin! Semoga saja apa yang dikatakan oleh ummi benar adanya. Semua ucapan ummi dan abah bisa kita aamiin kan supaya menjadi doa yang terbaik dan dikabulkan oleh Alloh SWT," sahut Abryal.
"Tapi mas! Apakah kita akan segera memeriksakan nya ke dokter?" tanya Almeda.
"Tidak ada salah nya bukan, kalau nanti kita ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan kamu. Katanya kamu lagi merasa gak enak badan. Selain mual, rasanya muntah-muntah dan pusing, kamu mengira asam lambung kamu lagi tinggi. Masalah maag atau penyakit lambung ini jangan dianggap sepele sayang! Takutnya nanti menjadi maag kronis dan itu semakin berbahaya," urai Abryal.
"Tapi sekarang ini aku sudah tidak apa-apa, mas! Pusing, mual-mual dan rasa ingin muntah-muntah nya sudah hilang, mas. Apalagi kalau sedang bermanja-manja dengan mas Abryal," kata Almeda.
Abryal kini membalikkan tubuh Almeda hingga kedua nya saling berhadap-hadapan. Abryal semakin mempererat pelukan di pinggang ramping Almeda. Kini tangannya mulai menahan tengkuk Almeda supaya dirinya leluasa mencium bibir istrinya itu. Sampai beberapa saat akhirnya terjadilah penyatuan yang tidak pernah bosan-bosannya bagi Abryal mengulangi kegiatan indah dan nikmat itu. Almeda pasrah dan tanpa penolakan memberikan dan menyerahkan segala-galanya pada suaminya.
Walaupun sebenarnya perjalanan di luar kota membuatnya sedikit kecapekan dan pegal-pegal badannya. Namun seorang laki-laki ketika capek, letih akan kembali merasakan segar setelah menuntaskan segala ketegangan otot-ototnya. Itu akan memicu lebih segar badan dan bersemangat dalam melakukan aktivitas selanjutnya.
__ADS_1