CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 34


__ADS_3

Rumah itu terlihat sudah sepi. Tadi sore ummi dan abah sudah kembali pulang ke pondok. Dan Abryal baru pulang di jam malam karena langsung memantau bisnis yang dijalankannya. Tentu saja setelah pagi sampai siang mengajar di kampus Perguruan tinggi terkemuka di kota itu. Dan Almeda sudah pulang dari sekolah mengajar di siang hari menjelang sore.


Beberapa kali Abryal memanggil, namun tidak ada sahutan dari Almeda. Abryal langsung bisa masuk ke rumah itu karena memiliki kunci cadangan juga. Sehingga tanpa menunggu dibukakan pintu lagi oleh Almeda yang berada di dalam rumah.


"Almeda, sayang! Almeda!" panggil Abryal. Namun belum ada sahutan. Hingga Abryal langsung berjalan masuk ke dalam dan bergegas mencari Almeda di dalam kamar utama di rumah itu.


Dan benar! Karena merasa tak mendapat jawaban dari istrinya Abryal mendekat dan ia melihat istrinya sudah tertidur dengan sangat pulas.


Ia merasa kecewa karena malam ini harus menelan syahwat nya yang sudah di ujung tanduk. Padahal saat perjalanan pulang ke rumah, Abryal sudah membayangkan melakukan itu pada istrinya. Rasa letih dan capek dengan segudang kegiatan dan jadwal membuat Abryal ingin kembali fresh. Tentu saja dengan mendatangi istrinya akan membuat Abryal kembali bersemangat lagi.


Akan tetapi rasa cinta dan sayang nya jauh lebih besar di bandingkan rasa kecewanya sehingga ia merasa tak tega jika harus membangunkan istrinya.


"Biarkan istriku beristirahat saja. Tampaknya dia begitu letih seharian mengajar lalu pulang mengerjakan pekerjaan rumah," gumam Abryal seraya menatap wajah istrinya yang cantik tanpa polesan.


***

__ADS_1


Pelukan hangat dirasakan saat Almeda mulai terjaga dari tidurnya, Almeda mlihat ke sebelah ternyata suaminya masih tidur dengan pulas nya.


Seketika Almeda mengingat kejadian semalam, dan mulai menyalahkan diri sendiri. Bagaimana bisa dirinya ketiduran di saat suami menginginkannya.


"Maafin aku mas, aku sangat berdosa sekali" ujar Almeda mengulas lembut pipi mulus nya.


Dengan cepat Almeda bergegas menuju kamar mandi dan setelah itu pergi ke dapur berniat untuk memasak nasi goreng dengan telur mata sapi untuk suaminya. Mungkin dengan memberikan sedikit pelayanan kecil ini bisa menebus salah Almeda yang tertidur duluan tadi malam.


Di kamarnya terlihat Abryal mulai terbangun dari tidurnya, dan dia langsung mencari Almeda adalah keberadaan istrinya yang sudah tidak ada di sebelahnya.


"Selamat pagi, mas Abryal suamiku, sudah bangun rupanya. Aku sudah bikinin nasi goreng spesial mata sapi dengan bumbu ekstra pedas kesukaan mas Abryal," Almeda mulai meletakkan nasi goreng buatan nya itu ke dalam piring.


Abryal malah memeluk Almeda dari belakang, melingkarkan kedua tanganya ke pinggang istrinya itu. Sasaran utamanya langsung mencium tengkuk lehernya. Almeda hanya bergidik merasakan geli.


"Mas Abryal! Ayo dimakan dulu nasi gorengnya," ucap Almeda seolah-olah minta dilepaskan pelukan dari Abryal. Namun Abryal masih terlihat enggan melepaskan pelukan itu.

__ADS_1


"Kalau dipeluk seperti ini, aku tidak bisa bergerak kemana-mana dong mas! Lepas dulu dong mas! Kita makan nasi goreng nya yah!" ajak Almeda.


"Sebenarnya aku ingin makan yang lain dulu, bukan nasi goreng. Soalnya semalam dianggurin," rengek Abryal manja. Tentu saja Almeda sudah paham apa yang dimaksud oleh Abryal.


"Maaf, mas! Semalam a-aku benar-benar capek banget mas! Jadi tidur duluan. Maaf yah mas, membuat kamu kecewa. Lagipula kenapa mas Abryal tidak membangunkan aku sih?" kata Almeda.


"Kamu terlihat sangat pulas sekali tidurnya. Mana aku tega membangunkan kamu yang sudah tidur terlelap seperti itu," sahut Abryal seperti mengeluh.


"Ya sudah, setelah ini mas Abryal akan mendapatkan nya sebelum kita berangkat kerja," kata Almeda. Sukses ucapan Almeda membuat mata Abryal berbinar.


"Matahari belum terbit untuk dibilang pagi sayang. Bahkan belum terdengar azan subuh.Dan waktu fajar belum habis. Aku ingin kita bercengkrama terlebih dahulu sebelum benar-benar pagi menyambut kita," ucap Abryal.


Abryal segera menggendong Almeda ala bridal sebelum mengambil piring yang berisi nasi goreng di tangan Almeda itu lalu dia letakkan di atas meja makan. Abryal membawa Almeda kembali masuk ke dalam kamar utama mereka. Beruntung ummi dan abah sudah kembali ke pondok, rumah itu kembali sepi.


Abryal merebahkan tubuh mungil Almeda dengan pelan-pelan seolah boneka kaca yang tidak ingin pecah. Setelah nya Abryal benar-benar tidak mau membuang waktu lagi. Sebelum keduanya mandi dan bersiap pergi bekerja, mereka ingin sarapan dengan menu spesial. Kegiatan disaat fajar itu mereka lakukan sebagai ganti kegiatan malam yang terlewatkan.

__ADS_1


"Almeda, kamu sudah menjadi candu bagiku," bisik Abryal yang kini sudah mengukung Almeda istrinya.


__ADS_2