CALON ISTRI DARI ABAH

CALON ISTRI DARI ABAH
BAB 6


__ADS_3

Miranda tiba-tiba saja memeluk Abryal. Tanpa bisa menolak lagi tubuh Abryal dipeluk erat oleh Miranda. Sukses sikap nekat Miranda membuat kedua mata Abryal melotot tajam. Abryal tentu saja sangat terkejut dengan sikap nekat dari Miranda terhadap dirinya yang memeluk nya.


"Abryal!? Aku benar-benar mencintaimu, Abryal. Tolong terima aku sebagai kekasih kamu, Abryal. Aku janji akan mengikuti kamu, termasuk keyakinan dan ajaran agama yang kamu anut, Abryal," ucap Miranda yang masih tetap tidak mau melepaskan pelukan nya.


"Lepaskan aku dulu, Miranda! Aku tidak bisa bernafas kalau kamu memeluk ku terlalu erat seperti ini," kata Abryal berusaha melepaskan tangan Miranda yang memeluk tubuh nya.


"Aku tidak mau melepaskan pelukan ini sebelum kamu menerima aku untuk menjadi kekasih kamu, Abryal!? Aku mencintaimu, Abryal. Percayalah, kalau aku sungguh-sungguh menyayangi kamu. Aku janji akan berubah dan menjadi mualaf seperti yang kamu mau," kata Miranda.


"Tidak Miranda! Aku tidak ingin memaksakan kamu merubah keyakinan kamu hanya lantaran kamu mencintai ku atau ingin menjadi kekasih ku," ucap Abryal.


"Pokoknya aku mau pindah mengikuti agama yang kamu peluk. Dan jadilah pacarku, Abryal," kata Miranda.

__ADS_1


"Terserah saja! Kamu mau pindah agama atau tidak aku tetap tidak mau menjadikan kamu pacarku, Miranda!?" ucap Abryal.


"Eh? Tapi kenapa, Abryal!?" sahut Miranda.


"Karena aku, karena aku sebenarnya sudah menikah dengan..." kata Abryal.


"Kamu bohong, Abryal!? Kamu selalu saja memutarbalikkan kata. Bahkan mengarang cerita kalau kamu sudah menikah. Kamu menikah dengan siapa, Abryal. Katakan padaku, Abryal!? Bahkan istri kamu pun tidak ada di dekat kamu bukan? Kamu sangat pandai sekali mengarang cerita," ucap Miranda.


Almeda keluar dari tempat bersembunyi nya. Almeda nekat mendekati keduanya. Saat Almeda sudah berada di dekat mereka, Almeda berusaha menarik tangan Abryal supaya bisa lepas dari pelukan Miranda.


"Mas Abryal!? Miranda, lepas kan pelukan kamu. Kamu sangat tidak pantas memaksa seorang laki-laki yang tidak menerima kamu sebagai kekasihnya dengan cara seperti ini. Bahkan mas Abryal ini sudah menikah dan telah berumah tangga. Mas Abryal telah memiliki seorang istri, makanya mas Abryal tidak mau menerima kamu sebagai pacarnya atau kekasihnya," ucap Almeda.

__ADS_1


Miranda menyipitkan bola matanya menatap ke arah Almeda yang tiba-tiba bisa datang ke kafe itu.


"Kalau benar-benar Abryal telah memiliki istri, coba tunjukkan kepada ku sekarang juga!?" tantang Miranda. Kini Abryal dan Almeda saling berpandangan.


"Ini adalah istriku, Miranda!?" sahut Abryal seraya meraih tubuh Almeda hingga tenggelam dalam rengkuhan Abryal. Sesaat Abryal memeluk Almeda. Sukses tindakan Abryal itu membuat Miranda tertawa terbahak-bahak.


"Lelucon apa lagi yang kamu katakan terhadap ku. Aku yakin kalau kamu sebenarnya menyukai ku bukan? Tapi sekarang kamu hanya mengaku-ngaku saja bahwa Almeda sebenarnya adalah istri kamu. Nyatanya kalian tidur di kamar yang terpisah. Abryal, sudahlah jangan lagi membuat kebohongan lagi terhadap ku," kata Miranda masih tetap tidak mempercayai kalau Almeda adalah istri dari Abryal.


Abryal dan Almeda kini saling berpandangan. Lalu Abryal mulai tidak memperdulikan lagi Miranda.


"Terserah saja kamu mempercayai nya. Ayo Almeda, kita kembali pulang!?" sahut Abryal sambil merangkul Almeda untuk meninggalkan tempat itu di mana Miranda masih saja ditempat itu.

__ADS_1


"Abryal!? Tunggu!?" teriak Miranda. Abryal tetap saja tidak mengindahkan teriakan dari Miranda.


__ADS_2