
Hoek.
Hoek.
"Almeda? Kamu muntah-muntah lagi, sayang?" ucap Abryal terlihat panik.
Saat ini mereka sedang melakukan perjalanan pulang dari luar kota. Almeda terlihat muntah-muntah di dalam mobil mewah itu. Dimana Abryal lah yang mengemudikan nya sendiri. Beruntung, sebelum jalan Almeda telah menyiapkan kantong plastik hitam untuk berjaga-jaga jika dirinya muntah-muntah saat di dalam mobil. Abryal yang mengetahui bahwa istrinya muntah-muntah menepikan mobilnya di pinggir jalan. Lalu mulai mengambil minyak kayu putih dan dioleskan nya pada bagian leher dan di pelipis nya. Abryal ikut membantu memijat bagian tengkuk Almeda.
"Padahal tadi sudah makan kan? Pusing lagi yah kepala nya?" tanya Abryal.
"Pening, mas! Perut mual terus!" jawab Almeda.
"Istirahat dulu yah! Kamu mau makan apa? Kita ke restoran di depan sana itu!" kata Abryal.
"Hem mau soto babat mas!" sahut Almeda.
__ADS_1
"Siap tuan putri! Kita ke restoran di depan sana itu yah! Siapa tahu ada soto babat sesuai apa yang kamu minta," kata Abryal.
"Heem mas! Habis muntah-muntah jadi lapar lagi mas," sahut Almeda malu-malu.
Abryal dengan sabar tetap menuruti apa yang diminta oleh istrinya. Apalagi beberapa kali kondisi badan Almeda seperti kurang fit. Sedikit-sedikit pusing dan merasakan mual hingga muntah-muntah.
"Kamu kok sebelumnya sudah siap kantong plastik hitam sih, sayang! Apakah kamu selalu seperti ini kalau naik mobil? Padahal mobilku loh, mobil mewah. Kamu bisa-bisa nya mabok sih?" ucap Abryal.
"Maaf, mas! Sebenarnya sih aku jarang mabok darat seperti ini. Tapi beberapa hari ini rasanya perutku seperti bermasalah. Asam lambung seperti naik dan disertai pusing. Maaf yah, mas!" kata Almeda serius menanggapi olokan Abryal yang sebenarnya bermaksud ingin gangguin Almeda saja.
"Nah itu mungkin penyebab nya, mas!" ucap Almeda.
"Semoga, usaha keras kita beberapa minggu ini membuahkan hasil. Kita hampir setiap hari begadang setiap malam," kata Abryal.
"Aamiin, mas! Aku juga ingin merasakan bagaimana menjadi wanita yang sebenarnya, yang mengandung dan juga melahirkan," ucap Almeda.
__ADS_1
🍁🍁🍁🍁🍁
Abryal memesan banyak makanan di restoran itu. Kebetulan ada menu yang diminta oleh Almeda yaitu soto babat. Bahkan satu porsi soto babat itu terasa kurang bagi Almeda. Abryal menyodorkan kembali satu porsi mangkok soto babat milik nya. Abryal cukup heran ketika istrinya itu sangat lahap menghabiskan dua mangkok soto babat.
"Mau tambah lagi? Aku pesankan lagi yah?" tawar Abryal. Dengan malu-malu Almeda menganggukkan kepalanya dengan cepat.
"Boleh, mas! Tapi babat nya yang banyak yah, mas!" sahut Almeda. Abryal tersenyum lebar saat istrinya lagi bersemangat dan berselera untuk makan makanan yang disukainya.
Abryal benar-benar kembali memesan lagi soto babat di restoran itu. Bahkan tidak hanya satu namun dua sekaligus dengan babat nya yang banyak. Saat pesanan itu tiba dan diantar di meja, tanpa ragu dan malu Almeda kembali menyantapnya dengan lahap. Namun kali ini Almeda menghabiskan dua mangkok soto babat itu tanpa nasi. Setelah habis, Almeda mengusap perut nya sendiri karena sudah merasakan kekenyangan. Apalagi minumnya juz buah kesukaan Almeda.
"Alhamdulillah kenyang, mas!" ucap Almeda. Abryal tersenyum lebar walaupun di hatinya merasa heran kenapa istri nya tiba-tiba saja selera makanya jadi meningkat dua kali lipat.
"Yakin kenyang? Kalau belum, aku pesankan lagi nih soto babat nya," sahut Abryal menggoda.
"Cukup mas! Lihat perutku jadi gendut karena kekenyangan," ucap Almeda sambil mengusap perutnya sendiri. Abryal ikut mengusap perut milik istrinya itu dengan penuh kelembutan dan doa hadapan.
__ADS_1
"Semoga ada janin di dalam perut ini, sayang! Soalnya beberapa hari ini kamu sangat aneh sih. Dari selera makan meningkat, merasakan pusing dan mual ditambah suka muntah-muntah juga," ucap Abryal. Almeda menyipitkan bola matanya mendengar Abryal mulai mengira bahwasanya dirinya saat ini telah berbadan dua.