
"Abryal! Kenalkan ini Maisaroh! Dia putri dari almarhum Abdulaziz," ucap abah Idris. Abryal mendongak ke arah Maisaroh yang menundukkan kepalanya.
Tiba-tiba saja abah Idris dan ummi Salamah memanggil Abryal ke pondok pesantren Darul Makmur. Dan Abryal datang tanpa istri dan anak-anaknya. Ternyata abah dan ummi ingin kembali menjodohkan dirinya dengan putri seorang ustad. Lebih tepatnya almarhum ustad Abdulaziz.
Keputusan abah dan ummi tidak bisa ditolak. Ini seperti sudah harga mati bagi Abryal. Bagaimana dengan Almeda jika mengetahui ini? Memang poligami diperbolehkan. Tapi bagi Abryal, dia tidak suka berbagi dengan banyak istri. Baginya Abryal sudah cukup dengan memiliki satu istri yaitu Almeda.
"Kamu sudah pasti tahu kan, kenapa abah dan ummi menyuruh kamu pulang ke pondok?" ucap abah Idris. Abryal masih terdiam. Dia tidak mampu berbicara kalau sudah dihadapan abah ummi nya.
__ADS_1
"Maisaroh ini selain dia penghafal alquran, dia. juga seorang guru. Sama seperti Almeda juga. Tidak ada salahnya bukan jika kamu menikah lagi dan memiliki dua istri. Asal kamu bisa berlaku adil dengan istri-istri kamu. Ini tidak menjadi masalah. Abah pikir, Almeda pasti mengijinkan dan ridlo jika kamu menikah lagi," ucap abah Idris.
"Benar, Abryal! Nanti biar ummi dan abah bicara dengan istri kamu. Maisaroh gadis yang baik. Ummi rasa Almeda akan senang memiliki madu yang bisa membantu dia mengurus anak-anak kamu," ucap ummi Salamah.
"Astaghfirullah, ummi abah! Bukan maksud saya menolak perjodohan ini. Dari awal saya menikah dengan Almeda karena perjodohan itu, saya berusaha ikhlas dan belajar mencintai Almeda. Sampai akhirnya aku dan Almeda sama-sama menjadi suami istri yang sama-sama mengerti dan saling perhatian," ucap Abryal.
"Abryal! Tolong kamu jangan menolak perjodohan ini. Maisaroh itu anak yatim piatu. Lagipula dia gadis yang baik serta sholehah. Tidak sepantasnya kamu menolak rejeki ini. Memiliki istri yang baik dan sholehah adalah rejeki terbesar bagi kamu," sahut abah Idris.
__ADS_1
"Tapi abah ummi!" kata Abryal.
"Sudah, sudah! Kamu lebih baik istirahat dulu. Mungkin saja kamu lelah karena baru saja tiba dari Jakarta. Setelah istirahat dan merenungi semua nya, kamu bisa berpikir jernih. Abah dan ummi akan menghubungi Almeda supaya secepatnya datang ke pondok pesantren ini. Abah dan ummi akan bicara dengan Almeda. Kamu jangan khawatir tentang ini," ucap abah Idris.
"Tapi abah ummi!" sahut Abryal yang pada akhirnya terputus saja karena abah dan ummi bangkit dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan ruangan itu. Kini di ruangan itu tertinggal Maisaroh dan Abryal. Maisaroh terlihat menundukkan kepala nya. Dia takut jika Abryal marah dengan nya.
"Mas Abryal! Saya minta maaf! Semua bukan keinginan saya, mas! Abah ummi telah meminta saya untuk dijodohkan dengan mas Abryal. Kalau mas Abryal tidak mau menerima perjodohan ini, nanti saya akan kembali bicara dengan abah serta ummi," ucap Maisaroh.
__ADS_1
"Tidak perlu! Tidak ada gunanya menolak keinginan mereka. Jika abah dan ummi sudah memutuskan sesuatu, kita tidak bisa menolaknya. Termasuk perjodohan ini. Padahal jelas-jelas aku sudah memiliki istri. Jelas-jelas Almeda dulu juga pilihan dari abah serta ummi yang dijodohkan untuk aku," kata Abryal. Maisaroh tertunduk lesu. Dia sampai gemetaran ketika bicara dengan Abryal.