
Terdapat disebuah desa yang jauh dari keramaian kota terlihat keluarga yang sangat sederhana yaitu keluarga Bapak Adi yang mempunyai lima orang anak. Anak pertama saat ini sudah menginjak umur ke 35 Tahun yang sudah mempunyai istri dan 3 orang anak, dan anak yang kedua juga kini telah menikah dan mempunyai 2 orang anak.
Sedangkan anak yang ketiga dari bapak Adi seorang perempuan yang kini masih duduk di bangku sekolah menengah atas, yang bernama Inneke Siskawati, ia memiliki paras yang cantik dan anggun ditambah dengan lesung pipinya yang membuat kesan manis bagi yang melihat senyumannya, ia masih mempunyai dua orang adik yang masih duduk di bangku SMP dan Sekolah Dasar
Pada malam hari waktu menunjukan pukul 21.30 ketiga anak dari bapak Adi sudah terlelap tidur hanya sang istri yang masih setia menunggu kedatangannya pulang bekerja.
Sang istri mengecek anak-anak nya untuk memastikan sudah tidur apa belum. Disaat sang ibu masuk kedalam kamar Inneke, ia menatap wajah anak gadisnya itu yang terlelap dalam mimpi, ibu membenarkan selimutnya yang mulai tidak teratur letaknya.
“dulu kamu yang paling manja dan rewel neng, gak terasa sekarang kamu sudah menjadi gadis yang cantik dan pekerja keras (ucap ibunya dalam hati) tersenyum sambil menatap Inneke yang tengah tertidur pulas.
Kemudian ibunya pun beranjak keluar karena mendengar suara dari luar rumah yaitu sang suami yang sudah pulang.
Malam pun semakin larut keluarga pak Adi kini sudah terlelap.
Matahari pun mulai menampakkan sinarnya untuk menyinari bumi beserta seluruh isinya.
Semua penduduk bumi mulai melakukan aktivitas mereka masing-masing begitu juga dengan keluarga pak Adi.
Pak adi akan berangkat kerja sedangkan anak-anaknya akan pergi kesekolah, sebelum berangkat mereka melakukan aktivitas sarapan bersama terlebih dahulu.
Setelah sarapan selesai Inneke membantu ibunya membersihkan piring kotor sambil menunggu bus sekolah sedangkan kedua adiknya sudah berangkat bersama sang ayah.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun begitulah seterusnya.
Sekarang kini Inneke tumbuh menjadi seorang perempuan yang lemah lembut dan penurut terhadap kedua orang tuanya, apapun yang dilarang oleh kedua orangtuanya tak pernah ia melanggari. Begitu lah pak Adi mendidik kelima anak-anyaknya itu.
Inneke mempunyai kebiasaan membantu ibunya sepulang sekolah baik mengerjakan pekerjaan rumah maupun pekerjaan sang ibu sabagai pembuat cilok yang akan dijual oleh sang ayah pada malam harinya.
__ADS_1
“Assalamualaikum” ucap inneke yang baru pulang sekolah sambil mencium tangan Ibunya dan memeluknya
“Wa’alaikumsallam, jawab ibunya. “Sana ganti bajumu dan langsung makan ya neng”! perintah ibunya
“siap bos” balas inneke seraya mengangkat tangan tanda hormat.
Ibunya pun hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya.
Inneke pun meninggalkan ibunya lalu masuk ke dalam kamarnya dan beberapa saat kemudian dia keluar lagi dan segera melangkah menuju dapur.
Kini inneke sudah berada dimeja makan sambil menyantap makanannya
“Hemm... enak bu, kalau bisa setiap hari masak yang beginian aja”, ucap inneke yang lagi mengunyah makanannya
Ibunya pun kembali tersenyum melihat tingkah anaknya yang masih seperti kekanak-kanakan itu padahal ia kini telah duduk dibangku SMA.
“Bu, ini langsung di rebus aja ya? Tanya inneke seraya menunjukan baskom yang berisikan cilok yang sudah berbentuk bulat yang dibuat ibunya.
“iya neng, langsung rebus aja”, balas ibunya. “Tapi hati-hati ya neng” timpalnya lagi
“beres bu”. Balas inneke
Ia pun melangkahkan kakinya menuju panci yang sudah berisi rebusan air yang telah mendidih dan mulai memasukan cilok itu satu per satu kedalam panci tersebut
Tak terasa waktupun kini telah menunjukan pukul 19.15, Inneke membantu sang ibu yang sedang menyiapkan segala keperluan sang ayah yang akan jualan cilok.
“Sudah beres belum neng” tanya ayahnya dari dalam
__ADS_1
“sudah ayah” jawab inneke
Ayahnya pun datang dari dalam diikuti dengan sang ibu.
Diruang tamu sang ibunya mencium tangan ayahnya begitu juga dengan inneke dan kedua adiknya.
Inneke dan ibunya mengantarkan sang ayah sampai depan rumah
“Ayah berangkat dulu ya, ASSALAMUALAIKUM” pamit sang ayah
“Walaikumsallam, hati-hati ayah” ucap inneke dan ibunya seraya melambaikan tangan.
Inneke dan Ibunya pun melangkah dan masuk ke dalam.
Sang Ibu menghampiri kedua adiknya yang sedang belajar sedangkan inneke langsung masuk kedalam kamarnya dan mulai membuka buku pelajarannya.
.
.
.
Yang sudah mampir di novel Cerita Inneke jangan lupa like🖒, comment dan votenya ya.
Dan bagi yang belum vote dengan rendah hati author tunggu votenya kalian.
Terima Kasih banyak
__ADS_1