
Setelah beberapa minggu berlalu ujian akhir dilaksanakan Inneke tak mempunyai kegiatan apapun kecuali membantu kakak iparnya melakukan pekerjaan rumah, kini ia hanya menunggu hasil dari kerja kerasnya selama ini.
"Neng bisa bantuin kakak nggak?" tanya Ayu pada Inneke
"Iya bisa, apa yang harus neng lakukan kak?" ujar Inneke menghampiri kakak iparnya yang lagi sibuk didapur
"Ini ada pesanan untuk nanti sore, tapi kakak nggak sempet nganterin makanya kakak minta bantuan kamu untuk mengantarkan ini" ucap Ayu meletakan sebuah keranjang yang berisi ratusan cilok yang sudah dipaketkan diatas meja makan.
"Baik kak" balas Inneke yang masih berada diruang keluarga menemani keponakannya bermain
Tiba-tiba Ayu merasakan mual, lalu ia pun bergegas menuju kamar mandi
"UWEKK... UWEKK..
Mendengar kakak iparnya yang muntah-muntah itu sontak Inneke pun panik, ia menggendong keponakannya lalu beranjak mengampiri Ayu yang berada didalam kamar mandi
"Kakak kenapa, Sakit?" tanya Inneke dari luar toilet pada kakak iparnya yang masih berada didalam
"Enggak papa kok neng" jawab Ayu yang baru saja keluar dari ruangan itu
Jam audah menunjukan pukul 13.00,
Inneke di minta oleh Ayu kakak iparnya untuk segera on the way kerumah sang bibi untuk mengantarkan cilok pesanan bibi karena kakak iparnya tersebut tidak bisa mengantarkannya karena sedikit kurang enak badan,
Inneke pun menghampiri Ayu yang lagi didalam kamarnya bersama veve sang anak, sebelum berangkat ia ingin memastikan bahwa kakak iparnya itu dalam keadaan baik-baik saja. Inneke pun duduk dimeja rias setelah mendapatkan ijin masuk dari pemiliknya
"Kak Ayu beneran nggak papa?" tanya Inneke memastikan
"Iya.. kakak nggak papa neng, mungkin hanya butuh istirahat saja" balas Ayu tersenyum
"Ya udah kalau kak Ayu beneran nggak papa neng berangkat sekarang ya" ucap Inneke
"Iya neng yang hati-hati ya" balas Ayu
__ADS_1
"Assalamualaikum" ucap Inneke lalu beranjak pergi
"Walaikumsallam" balas Ayu
Diperjalanan menuju rumah bibi Inneke menggunakan kendaraan roda dua peninggalan sang ayah yang selalu digunakan jualan cilok keliling
Tepat diperempatan jalan tak jauh dari persimpangan Inneke melihat seorang ibu dengan kedua anaknya sedang duduk ditrotoar jalan, lalu Inneke pun meminggirkan kendaraannya.
Inneke turun dari kendaraannya dan menghampiri Ibu itu
"Selamat siang Ibu" sapa Inneke ramah
"Siang juga dek, ada apa ya" tanya Ibu itu
"Boleh saya duduk disini?" tanya Inneke
"Eh iya boleh boleh, silahkan dek" balas Ibu itu mempersilahkannya duduk
"Adik-adik ini kenapa tiduran disini bu?" tanya Inneke lemah lembut melihat dua anak kecil yang berbaring beralaskan kardus
"Maaf bu, sudah membuat suasana menjadi sedih" ucap Inneke tak enak hati
"iya nggak papa dek" balas Ibu itu
"Oh iya ini ada sedikit untuk ibu, semoga bisa membantu keluarga ibu" ucap Inneke memberikan beberapa lembar uang
"Terima kasih, tapi saya tidak bisa menerima uang ini dek karena masih banyak diluar sana yang lebih membutuhkan ini dari pada saya" balas Ibu itu menolak pemberian Inneke
"Tapi bagi saya ibu sangat membutuhkannya" kata Inneke menyerahkan kembali uang yang ditolak ibu itu
"Terima kasih banyak dek semoga kebaikan adik dibalas oleh Yang Kuasa". balas Ibu itu menerima uang yang diberikan oleh Inneke
"Kamu anak yang berhati lembut pasti kedua orangtuamu sangat menyayangi kamu" ucapnya lagi
__ADS_1
Mendengar ucap Ibu itu membuat Inneke teringat tentang kedua orangtuanya yang telah tiada.
"Kamu kenapa dek?" tanya Ibu itu khawatir melihat kesedihan diraut wajah Inneke
"Saya tidak kenapa-kenapa kok" balas Inneke tersenyum
"tapi ibu lihat sepertinya kamu lagi ada masalah?" ucap Ibu itu
"Kedua orangtua saya sangat menyayangi saya, tapi sayang sekali rasa sayang mereka tidak berlangsung lama, sekarang mereka sudah tiada bahkan saya belum bisa membanggakan keduanya" kata Inneke dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"Rasa sayang orangtua tidak akan pernah pudar dek percayalah walaupun mereka telah tiada tapi rasa sayang mereka dan doa yang mereka ucapkan dulu selalu menyertaimu.
Allah lebih menyayangi kedua orangtuamu, tapi yakinlah pasti ada kejutan dibalik semua itu dan ibu yakin kamu pasti jadi orang yang sukses" ucap Ibu itu menenangkan
Mendengar apa yang diucapkan oleh Ibu itu, Inneke menjadi terharu airmata pun lolos dari matanya lalu ia memeluk wanita paruh baya itu
"Ibu, terima kasih atas doanya." ucap Inneke dengan isak tangisnya. Kini ia bisa merasakan kembali pelukan kasih sayang seorang ibu yang sudah tidak pernah lagi ia rasakan setelah meninggalnya sang ibu beberapa bulan yang lalu
"Iya sama-sama dek" balas wanita paruh baya itu.
"Oh iya maaf bu" ucap Inneke tidak enak hati lalu ia pun melepaskan pelukannya dan mengusap airmata yang membasahi wajahnya
"iya tidak apa-apa" balas Ibu itu tersenyum
"Kalau begitu saya pamit duluan ya bu, semoga kita bisa bertemu kembali" pamit Inneke seraya mencium tangan wanita itu
Wanita paruh baya itu pun tersenyum melihat Inneke yang sudah tidak bersedih lagi
"Iya dek semoga saja, kamu yang hati-hati ya" ucap wanita paruh baya
"Baik bu, Assalamualaikum" ucap Inneke beranjak dan meninggalkan Ibu berserta kedua anaknya itu
"Wa'alaikumsallam" ujar wanita paruh baya itu yang masih bisa didengar Inneke.
__ADS_1
.
.