
Selesai membersihkan tubuhnya Inneke pun beranjak keluar dari dalam kamarnya menuju ruang keluarga dimana kedua adiknya sedang berada disana. Ia pun ikut duduk disana.
"Ayah sama Ibu belum pulang?" tanya Inneke
"Belum kak" jawab Indra adiknya yang lagi sibuk main game diponselnya
Tidak lama kemudian dari arah luar terdengar suara kendaraan didepan rumahnya. Inneke pun beranjak melangkah kearah sumber suara dan segera membukakan pintu, setelah pintu terbuka, ia mendapati seorang laki-laki dengan memakai seragam yang sedang membawa sebuket bunga.
"Maaf cari siapa ya?" tanya Inneke
"Cari yang namanya Inneke ada? ucap laki-laki itu
"Oh iya, saya sendiri" jawab Inneke. "Ada apa ya? tanya Inneke bingung
"Ini ada kiriman bunga, silahkan ditanda tangani disini" perintah laki-laki itu menyerahkan sebuah kertas dan pena
Lalu Inneke pun menandatangi sebuah kertas yang diberikan oleh tukang bunga itu
"Ini mbak bunganya" ucap laki--laki itu menyodorkan sebuket bunga yang masih segar.
"Terima kasih" balas Inneke
Pria itu pun beranjak pergi meninggalkannya.
Setelah menerima pemberian sebuket bunga itu, Inneke menutup kembali pintu rumahnya.
"Siapa yang datang kak, Ayah sama Ibu mana?" tanya Ipan adik bungsunya ketika melihat kakaknya menutup kembali pintu dan tidak mendapati kedua orangtuanya.
"Tukang bunga, nih bunganya" ucap Inneke memperlihatkan sebuket bunga yang ada ditangannya
"siapa yang pesan bunga?" tanya adiknya Indra yang berdiri tak jauh darinya
"kakak juga enggak tau" balas Inneke
"coba lihat pengirimnya" ucap Indra
Inneke pun membolak-balikan sebuket bunga itu mencari nama pengirimnya. Lalu ia membuka kertas itu dan membaca tulisan yang berisi
__ADS_1
Semangat belajar
Ttd
Aditya Putra
"siapa pengirimnya?" tanya Indra lagi dan mengambil kertas yang ada ditangan kakaknya. "siapa Aditya Putra?" tanyanya lagi
Inneke pun menggelengkan kepalanya. Ia mencoba mengingat-ingat nama yang tertera dikertas itu.
"sudah ah, mungkin saja itu dari penggemar rahasianya kakak" ucap Indar seraya mengembalikan kertas itu pada kakaknya. Lalu Indra dan Ipan pun bergegas meninggalkan kakaknya yang masih mematung ditempat.
"sejak kapan aku punya penggemar rahasia" gumam Inneke. Ia pun menuju kekamarnya untuk menyimpan aebuket bunga itu.
Jam sudah menunjukan pukul 19.00 kedua orang tuanya pun sudah tiba dirumah. Selesai melaksanakan ibadah sholat magrib seperti biasanya mereka akan melaksanakan makan malam bersama.
Dimeja makan, Ayah dan kedua adiknya sudah duduk disana sedangkan Inneke sibuk bolak balik dapur, ia membantu sang Ibu yang menyiapkan makanan dan meletaknnya diatas meja. Mereka menikmati makan malam dengan lahapnya tanpa ada suara sedikit pun.
Setelah makan malam selesai, Inneke membereskan meja makan dan mencuci piring yang kotor, sedangkan kedua orang tuanya sudah berada diruang keluarga sambil menonton tv dengan kedua adiknya. Inneke pun segera ikut bergabung disana.
"Bagaimana jualannya hari ini Bu" tanya Inneke sambil memijat-mijat kedua pundak ibunya
"Alhamdulillah" ucap Inneke
"Oh iya Neng, tadi dipantai ada temanmu" ucap Pak Adi
"teman Neng yang mana Yah? tanya Inneke
"Itu, dua pemuda waktu minggu lalu" balas sang Ayah
Ia pun mencoba mengingat-ingat yang dimaksud oleh sang Ayah
"Tapi tadi mereka datangnya bertiga Neng" ucap ayahnya lagi
"maksud ayah Doni sama Adit" ucap Inneke
"Ayah enggak tau namanya Neng, lupa nanya" kata sang Ayah
__ADS_1
Indra sang adik mengingat-ingat nama yang baru saja disebutkan oleh kakaknya dengan nama pengirim sebuket bunga beberapa jam yang lalu.
"Mungkin Adit juga yang mengirim sebuket bunga itu" ucap Indra tiba-tiba
Pak Adi dan sang istri pun menoleh kearah Indra sang anak.
"bunga" ucap Ibunya
Indra pun menganggukan kepalanya
"maksudnya?" tanya Ayah
"Iya Bu, jadi beberapa jam yang lalu ada seseorang yang datang kemarin dan mengirim sebuket bunga untuk kakak, nah nama pengirimnya tertera disana Aditya Putra. Mungkit Adit itu juga pengirimnya" ucap Indra panjang lebar.
Kini giliran Inneke, kedua orang tuanya menatap kearahnya dengan wajah penuh tanya
"tapi kakak enggak tau nama panjangnya Adit yang waktu itu apa" ucap Inneke menjelaskan
"bisa juga orang yang sama, soalnya tadi pas diwarung ayah sama mereka juga ngobrol. Ayah perhatikan ada temannya yang satu itu terlihat tidak semangat dan seperti mencari sesuatu. Tapi ketika ayah beritahu kalau neng enggak ikut kepantai karena mau mengikuti Ujian Akhir, si pemuda itu kembali bersemangat" jelas sang Ayah
"iya Neng. Benar apa yang dikatakan ayahmu, ibu juga melihat begitu" timpal Ibunya
Inneke hanya diam mendengar apa yang diucapkan oleh kedua orangtuanya. Ia membenarkan kata-kata ayah dan Ibunya, lalu ia pun bergegas beranjak kedalam kamarnya
"Ayah-Ibu, Neng masuk duluan ya" pamit Inneke
"Iya neng, belajar yang benar dan istirahat yang cukup ya" ucap sang Ibu
"iya bu" balas Inneke meninggalkan ruang keluarga.
Aditya Putra
Jenny Ferania
__ADS_1
Hendra Wardana