Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.13


__ADS_3

Didalam kamarnya, Inneke mengambil sebuket bunga yang diletakannya diatas meja belajarnya. Lalu ia pun mengambil kembali kertas yang berisi nama pengirimnya itu


"apa mungkin bunga ini Adit yang waktu itu yang mengirimnya, tapi untuk apa dia mengirimi aku bunga. Apa dia mengagumiku" gumam Inneke dengan pikirannya. " Nggak penting juga ah" imbuhnya lagi.


Ia pun meletakan kembali bunga itu diatas meja belajarnya, lalu ia mengambil buku pelajarannya dan mulai membacanya. Ketika ia sedang belajar dengan seriusnya tiba-tiba ponsel miliknya berdering beberapa kali, tanda ada notifikasi masuk tapi ia tak menghiraukan ponselnya itu ia tetap saja melanjutkan kegiatan belajarnya. Tak lama kemudian ponselnya berdering kembali, ia pun masih saja tak bergeming sama sekali dari tempatnya hingga suara ponsel miliknya itu tak bersuara lagi.


Beberapa menit kemudian ponselnya berbunyi kembali, karena merasa terganggu akhirnya ia pun menghentikan belajarnya dan beranjak mengambil ponselnya yang berada di atas tempat tidurnya. Ia menatap layar ponselnya, disana ia melihat ada panggilan masuk dari nomor yang tidak ia ketahui


"nomor siapa ini" ucap Inneke sambil menatap layar ponselnya hingga deringan itu terhenti


Ia pun menslient ponselnya lalu meletakan kembali ponselnya diatas tempat tidur dan kembali beranjak untuk melanjutkan belajarnya.


Di tengah perjalanan kota, Doni dan kedua temannya itu masih menikmati suasana padatnya perkotaan karena banyaknya kendaraan yang berlalu lalang meskipun hari libur. Habis kepulangan dari pantai, saat ini mereka belum kembali kerumah masing-masing tapi mampir disebuah restoran yang berada dikota itu untuk mengisi lambung mereka.


Didalam restoran mereka menikmati makan malam dengan lahapnya dengan berbagai pembicaraan yang mereka bahas.


"Don, itu cewek cantik juga" ucap Hendra disela-sela makannya


"Cewek yang mana?" ucap Doni melihat sekeliling restoran


"Itu cewek yang didekat pojok itu" kata Hendra melihat kearah pojok restoran


"Ooh.." balas Doni. Sedangkan Adit, ia hanya memainkan ponselnya dan menikmati makanannya tanpa ikut campur dengan apa yang diucapkan kedua temannya itu.


"Kok cuman jawab oh si" protes Hendra


"Ya terus gue harus jawab apa dong" tanya Doni bingung


"Ya lo harus bilang WAW lah" balas Hendra. "Emangnya menurut lo gimana tuh cewek cantik nggak?" tanyanya


"Cantik lah masa iya dia ganteng" jawab Doni


"Ya kalau ganteng mah itu gue Don, iya nggak Broo" ucap Hendra kepedean minta pendapat Adit.

__ADS_1


Adit yang tadinya hanya mendengarkan percakapan kedua sahabatnya itu seketika langsung menghentikan makannya dan menoleh kearah Hendra karena mendengar Hendra minta pendapat tentang kegantengannya.


"Iya lo itu ganteng banget Broo malah, tapi dilihat dari sedotan minuman ini" ucap Adit memperagakannya dengan sedotan minumannya.


"Ya elah Broo. Baru juga disanjung eh udah itu lo hempas lagi gue" gerutu Hendra


"Lah kan gue jujur Broo" balas Adit


"Tapi jujurnya lo menyakitkan Broo" ucap Hendra beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju dua cewek yang sedang duduk dipojok restoran itu. Doni hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Hendra yang pantang melihat cewek cantik dikit.


Adit memainkan ponselnya, ia menghubungi seseorang tapi tidak ada jawaban. Beberapa menit kemudian ia pun mencoba menghubungi nomor itu kembali tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.


"Kok nggak diangkat, bahkan WA gue juga enggak dibaca sama sekali" ucap Adit dalam hati sambil menatap layar ponselnya. Doni menyaksikan wajah sahabatnya itu yang menunjukkan kekecewaan.


"Lo kenapa" tanya Doni


"Ini nomor Inneke, gue WA enggak dibaca sama sekali terus gue hubungi nggak dijawab juga, apa mungkin ini nomor salah lagi yang dikasih pak Adi" ucap Adit menjelaskan


"Oh Iya juga ya, Sorry Broo lupa gue" ucap Adit. Doni hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dipojok restoran itu Hendra tampak sedang berbincang-bincang dengan dua orang wanita yang ada didepannya dengan posisi kedua perempuan itu duduk membelakangi meja tempat Adit dan Doni berada, sehingga mereka berdua tidak bisa melihat wajah dari kedua perempuan itu.


Doni dan Adit pun hanya melihat kejadian itu dari tempat duduk mereka masing-masing. Mereka hanya tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Hendra.


"Sudah ah balik yuk pengen cepet istirahat gue. Besok gue masuk pagi" ajak Adit


"Terus itu orang bagaimana?" tanya Doni menunjuk kearah Hendra


"Tinggalin aja, nanti juga bakalan cabut kok kalau ngeliat kita cabut dari sini. Dia juga ada jam pagi besok" balas Adit beranjak dari duduknya


"Ya udah lo duluan aja kemobil gue kekasir dulu" ucap Doni melangkah menuju kasir.


Adit pun melangkah keluar dan menuju mobil milik Doni yang terparkir tak begitu jauh. Hendra melihat kedua temannya sudah tidak berada ditempat lagi, ia pun buru-buru meninggalkan kedua perempuan itu dan melangkah keluar restoran.

__ADS_1


Hendra mendapati Adit sudah berada di sisi mobil, ia pun berjalan menghampiri Adit


"Gila lo berdua main tinggal aja" gerutu Hendra


"emangnya enak" balas Adit


"Ya enggak lah" jawab Hendra


"Makanya jangan main tinggal-tinggal juga, masa iya kita harus menyaksikan lo sama cewek-cewek" ucap Adit


"Kan kalian berdua bisa nyamperin gue, ikut gabung juga sama kita-kita" balas Hendra


"Ogah gue" jawab Adit.


"Terus kita mau kemana" tanya Hendra


"Ya pulang lah. Besok gue masuk pagi. Lo juga kan?" jawab Adit


Hendra pun menganggukan kepalanya membenarkan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu.


Tidak lama kemuduan Doni pun tiba, lalu ia membukakan kunci pintu mobilnya dan segera masuk kedalam mobil.


"masih mau kemana lagi" tanya Doni mengendarai mobil miliknya dengan fokus.


"langsung pulang aja" jawab Adit


.


.


.


Terima kasih sudah mampir di Cerita Inneke

__ADS_1


__ADS_2