
Sudah beberapa menit yang lalu Inneke dan sahabatnya itu meninggalkan lingkungan sekolah menuju rumahnya dengan menempuh jarak yang lumayan cukup jauh dari sekolahnya. Ia pulang diboncengi oleh sahabatnya menaiki motor matic dengan kecepatan sedang.
"Mer, pelan-pelan saja yang penting selamat" ucap Inneke yang sedikit berteriak ketika sahabatnya itu mulai menaikan kecepatan motornya
"Ini sudah mulai sore In, jalanan udah mulai sepi" balas Mery yang masih fokus dengan pandangannya
"Iya, tapi jangan ngebut-ngebut juga kali" ucap Inneke
"Udah lo pegangan aja In" kata Mery
Inneke merasa ketakutan karena Mery mengendarai motornya dengan kecepatan yang tidak biasanya.
Mereka mulai memasuki persimpangan, tanpa mereka sadari tak jauh dari persimpangan itu dilaksanakan operasi razia oleh pihak pengatur lalu lintas bagi pengendara kendaraan roda dua.
Motor yang dikendarai Mery pun mulai mengurangi kecepatannya dan menepi kebahu jalan. Inneke pun bertanya
"Mer, kenapa berhenti disini? tanya Inneke yang tidak mengetahui keadaan didepan
"Ada polisi didepan" ucap Mery mulai panik karena mereka merupakan pengendara yang tidak melengkapi persyaratan
Mendengar jawaban yang dilontarkan sahabatnya itu membuat Inneke sontak melihat kearah depan
"Terus bagaimana ini, aku tidak pakai helm lagi" ucap Inneke yang ikutan panik mendapati dirinya tidak menggunakan perlengkapan berkendara
Tanpa mereka sadari dari arah belakang ada seorang polisi yang menaiki sebuah motor tugas menghampiri mereka
"Silahkan maju kedepan, biar diperiksa disana" ucap polisi itu tanpa turun dari kendaraannya
DEG...
Jantung Inneke dan Mery berdetak kencang seperti pacuan kuda yang sedang berlari. Maksud mereka ingin menghindari dari razia itu justru membuat mereka didatangi oleh salah satu petugas karena berhenti tidak pada tempatnya.
"Mer, maju kan motornya" ucap Inneke menepuk pundak temannya
"I-iya.." jawab Mery gugup.
Mery pun menghidupkan kembali kendaraannya dan maju kearah dimana tempat pemeriksaan itu dilakukan dengan diiringi oleh petugas yang mendatangi mereka tadi.
Inneke dan Mery pun menuruni kendaraan mereka.
Doni yang merupakan seorang polisi kebetulan ikut dalam acara operasi zebra itu, ia melihat dua siswi masih menggunakan seragam SMA yang turun dari kendaraan dimana salah satu dari mereka tidak memakai helm. Doni kaget ketika melihat siswi yang tidak menggunakan helm itu ternyata orang yang ia kenali yaitu Inneke
Doni pun menghampiri dua siswi itu
"Inneke" ucapnya setelah berada didekat kedua siswi itu
Inneke pun reflek melihat kearah orang yang menyebut namanya itu
__ADS_1
"Doni" ucapnya. Mery yang berada disamping mereka itu pun hanya diam membisu, ia memperhatikan dua orang yang sepertinya sudah saling mengenali.
Doni pun mengangguk tersenyum, ternyata Inneke masih mengenalinya
"Kalian ngapain?" tanya Doni
Mendengar pertanyaan Doni itu, Inneke pun menjelaskan kronologi dari awal mereka masuk persimpangan sampai mereka berada ditempat pemeriksaan itu dengan rinci.
Doni yang mendapat penjelasan itu pun hanya tersenyum
"Ya sudah kalian tunggu disini ya, saya kesana sebentar" ucap Doni berlalu meninggalkan Inneke dan Mery
Setelah kepergian Doni, Mery pun merasa penasaran
"Kamu kenal?" tanya Mery
Inneke menganggukan kepalanya
"Wah hebat, gue beruntung punya sahabat cakep kayak lo" ucap Mery sumringah
"ah.. apaan sih biasa aja kali" kata Inneke mendengar ucapan sahabatnya barusan
"ternyata enaknya ya kalo punya wajah yang cantik itu, banyak yang mengenali" timpal Mery lagi
"Mulai deh" balas Inneke yang menganggap sahabatnya itu terlalu berlebihan
"Untuk apa kak?" tanya Inneke bingung
"Udah ambil aja" jawab Doni
Inneke pun mengambil kertas itu dan membacanya. Ternyata kertas yang ia terima itu merupakan surat tilang, ia membelalakan matanya ketika melihat kertas itu dimana tertera nama pelanggar atas nama Doni Prasetya.
"Kok disini tertera nama kakak" ucap Inneke.
Mery yang mendengar ucapan sahabatnya itu pun sontak kaget dan mengambil kertas itu dari Inneke. Ia pun ikut bertanya-bertanya seperti halnya dengan sahabatnya itu.
"Sudah jangan dipermasalahkan, ayo duduk kesana" ajak Doni menunjuk kearah sebuah pohon.
Inneke dan Mery pun mengikuti kemana arah langkah Doni, mereka bertiga pun duduk dibawah pohon itu.
Tak lama mereka duduk disana, ada seorang anggota kepolisian yang menghapiri mereka dengan membawa sebuah plastik lalu pemuda itu pun ikut bergabung bersama mereka.
"Ini minum dulu" ucap Doni menawarkan sebotol minuman dingin
"Terima kasih" ucap Inneke dan Mery menerima minuman itu dan meneguknya
"Oh iya, kenalin ini Iqbal" ucap Doni selesai meneguk minuman yang dibawakan oleh teman nya itu
__ADS_1
Pemuda yang bernama Iqbal itu pun mengulurkan tangannya, Inneke dan Mery menyambut uluran tangan itu bergantian
"Iqbal Ramadhan, bisa dipanggil Iqbal" ucapnya
"Inneke Siscawaty. Biasa dipanggil Inneke" balas Inneke tersenyum
"Saya Mery Yolanda, bisa dipanggil Mery" ucap Mery
"kalian baru pulang sekolah" tanya Doni melihat Inneke dan temannya yang masih menggunakan seragam sekolah
"iya kak" jawab Inneke
"Jam segini baru pulang?" ucap Iqbal menimpali
"Iya" jawab Inneke dan Mery bersamaan
"Sekolah dimana?" tanya Iqbal lagj
"SMAN1 XXXX" Ucap Inneke singkat
"Oww.. SMAN1 XXXX " balas Iqbal manggut-manggut
"Kak Iqbal tau?" tanya Inneke
"Ya iya lah" jawab Iqbal singkat. "Kan saya alumni SMAN1 XXXX" tambahnya lagi
"Ohh... pantesan" jawab Inneke dan Mery bersamaan
"Tapi kakak anak pindahan dek" ucap Iqbal
Inneke dan sahabatnya itu pun hanya mendengar apa yang diucapkan oleh Iqbal, begitu juga dengan Doni. Ia tidak banyak komentar karena ia memang benar tidak mengetahui apa-apa
"Memangnya kenapa kalian baru pulang sekarang, bukankah SMAN1 XXXX pulangnya pukul 14.00? tanya Iqbal
"Iya benar kak, ditambah 2 jam kegiatan bimbel untuk seluruh kelas 12" ucap Inneke menjelaskan
"Oww.. sudah kelas 12, bilang dong" balas Iqbal.
Diam-diam Doni mengambil foto Inneke, lalu ia mengirimkan foto itu ke sahabatnya yaitu Adit yang menyukai Inneke sejak mereka pertama bertemu.
My Lil Bro 👦
Broo, gue ketemu cewek yang lagi lo suka
__ADS_1