
Satu minggu lagi Ujian Akhir akan dilaksanakan, Inneke kini semakin sudah sangat mantap dengan persiapannya.
Sebelum Ujian Akhir dilaksanakan mereka diliburkan terlebih dahulu selama 1 minggu untuk penenangan.
Hari ini seperti biasanya pak Adi dan Istri akan pergi kepantai dimana mereka beraktivitas jualan untuk mencari sesuap nasi.
Inneke membantu Ibunya yang sedang menyiapkan dagangan yang akan dibawa kepantai. Sebelum berangkat seperti biasanya kedua orangtuanya itu berpamitan terlebih dahulu
"Neng, Ayah sama Ibu pergi dulu. Kamu jaga kesehatan ya jangan sampai sakit, tetaplah menjadi anak gadis ibu yang membanggakan" ucap Ibunya tersenyum
Lalu Inneke pun memeluk ibunya, ia merasakan adanya kedamaian berada dalam pelukan ibunya itu.
Ibunya membalas pelukan anak perempuan satu-satunya itu dengan kasih sayang, lalu tanpa disadari air mata pun keluar jadi pelupuk matanya dan membasahi rambut anak gadisnya.
"Ibu kenapa menangis?" tanya Inneke menatap ibunya, saat ia menyadari ada airmata membasahi rambutnya
"Ibu nggak papa kok neng, Ibu bahagia aja punya anak perempuan yang baik, nurut sama ibu kayak neng" balas ibunya mengusap rambut anak gadisnya
Inneke pun mendekap kembali tubuh ibunya.
Tiba-tiba muncul Ayahnya yang sudah siap untuk berangkat
"Bu, ayo sudah siap kan?" ucap Pak Adi yang membuat anak dan ibu itu melepaskan pelukan keduanya.
"Neng, Ibu pamit ya" pamit Bu Iin seraya melepaskan pelukannya tapi anak gadisnya itu enggan untuk melepaskan pelukannya.
"Neng, ayo dong lepas" ucap Ibunya
"Tapi Neng masih pengen peluk Ibu" rengek Inneke memeluk erat Ibunya. Ia merasa enggan untuk melepaskan kepergian kedua orangtuanya itu.
Melihat ayahnya sudah berdiri didepan pintu, lalu ia pun melepaskan pelukannya.
Inneke mencium tangan sang ibu lalu bergantian menyalami tangan ayahnya dan diikuti oleh kedua adiknya
"Neng ayah pergi ya, jaga adik-adik mu" ucap Pak Adi tersenyum
"Iya ayah, hati-hati dijalan" balas Inneke
Kendaraan yang ditumpangi oleh kedua orang tuanya pun sudah melesat jauh meninggalkan perkarangan rumah. Inneke dan kedua adiknya itu pun masuk setelah melepas kepergian kedua orangtua mereka.
Hari ini hari minggu dimana suasana jalan diperkotaan tidaklah bergitu padat seperti biasanya, hanya ada beberapa kendaraan yang berlalu lalang.
__ADS_1
Matahari sudah mulai memancarkan sinar kemilaunya yang menunjukan pukul 09.30 pagi.
Doni yang mendapatkan jadwal masuk pada hari minggu sudah berada dikantor untuk melaksanakan tugasnya.
Sudah hampir seharian Doni berada didalam kantor karena sibuk menyelidiki berbagai kasus yang masuk, ia melihat jam tangannya sudah menunjukan jam 3 sore.
Karena merasa haus ia beranjak dari ruangan nya menuju pantry untuk mengambil minum.
Didalam pantry ia bertemu rekannya yaitu Iqbal.
"Sore Don" sapa Iqbal tersenyum
"Sore.., lo masuk juga hari ini" ucap Doni
"iya" balas Iqbal
Tak lama mereka ngobrol Doni pun meninggalkan Iqbal yang masih sibuk didalam pantry.
Setelah berada didalam ruangannya kembali. Terdengar panggilan masuk diponselnya, Doni pun meraih ponselnya dan menjawab panggilan dari rekan kerjanya.
Di luar pintu ada ketukan dari seseorang yang tak lain Iqbal memberitahukan padanya bahwa terjadi kecelakaan lalu lintas.
Tak butuh waktu yang lama akhirnya Doni dan Iqbal tiba dilokasi tempat kejadian perkara, sudah banyak orang yang berkerumunan melihat kejadian itu.
Disana ada dua orang yang sudah berlumuran dengan darah. Melihat itu Doni langsung mendekatkan dirinya, betapa terkejutnya ia ketika melihat dua orang yang sudah tak sadarkan diri itu adalah Pak Adi dan istrinya.
"Pak tolong panggilkan ambulan" ucap Doni pada salah satu warga yang berkerumanan itu.
Karena ambulan tak kunjung datang, Doni memutuskan untuk membawa korban itu langsung dibawa kerumah sakit menggunakan mobil salah satu warga yang kebetulan sedang lewat disana.
"Don, bagaimana ini?" tanya Iqbal panik
"Sudah lo ikut satu mobil sana kerumah sakit untuk jagain korban, biar gue nyusul bawa mobil lo" balas Doni
Mobil yang membawa korban pun sudah melaju meninggalkan lokasi kejadian.
Doni mengenali korban itu, lalu ia menghubungi nomor ponsel Adit supaya memberitahukan pada Inneke tentang kecelakaan yang menimpa kedua orangtuanya itu, tapi ponselnya Inneke tidak bisa dihubungi.
Lalu ia berinisiatif untuk mencari ponsel milik Pak Adi dan ia menemukan benda itu didalam mobil yang dikendarai korban.
Ia pun menghubungi keluarga Pak Adi yaitu anaknya yang bernama Ilham melalui ponsel miliknya.
__ADS_1
"Assalamualaikum, apa benar ini dengan saudara Ilham? ucap Doni
"Walaikumsalam, iya saya sendiri. Ada apa ya?" balas Ilham
"Saya Doni dari pihak kepolisian, saya ingin memberitahukan bahwa sudah terjadi kecelakaan beberapa menit yang lalu atas nama Pak Adi. Korban sudah dilarikan kerumah sakit XXyy.
Apakah pak ilham anggota keluarganya?" kata Doni
"Iya saya anak dari bapak Adi. Baik terima kasih" jawab Ilham memutuskan panggilannya.
Setelah menghubungi pihak keluarga korban Doni pun langsung melesat menuju rumah sakit. Tak lama ia pun tiba dirumah sakit dan ternyata korban sudah tidak tertolong lagi.
Sudah hampir 1 jam, Doni dan Iqbal menunggu kedatangan keluarga korban namun belum kunjung datang juga.
Ia melihat kearah Iqbal
"Broo lo kalau mau pulang, pulang aja nggak papa kok" ucap Doni
"Lo bagaimana?" tanya Iqbal
"Entar gue pulang bareng Adit, bentar lagi dia dateng kesini" balas Doni
"Ya udah gue duluan ya" pamit Iqbal
"Iya hati-hati" balas Doni.
Beberapa menit yang lalu setelah kepergian Iqbal, Doni duduk menunggu kedatangan sahabatnya yaitu Adit. Ia menatap kearah langit-langit rumah sakit mengingat kejadian 1 minggu yang lalu ia menemui Pak Adi dan istrinya itu. Ia tak menyangka jika pertemuan itu merupakan pertemuan mereka yang terakhir.
Tak lama kemudian Adit pun datang lalu duduk disampingnya.
"Bagaimana keadaan Pak Adi dan Istrinya broo?" tanya Adit yang belum tau jika keduanya sudah meninggal dunia.
Doni pun melihat kearah temannya dan berkata
" Mereka tidak bisa ditolong lagi broo".
"apa..?" kata Adit tidak percaya
"Iya pak Adi dan Istrinya sudah meninggal" ucap Doni lirih
Adit pun terkejut dengan apa yang diucapkan sahabatnya itu
__ADS_1