
"Ah capeknya" ucap Inneke merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya
Sudah setengah jam berlalu ia tiba dirumah, namun suasana rumah masih sepi seperti tidak ada penghuninya
"Kok sepi ya, pada kemana penghuninya" guman Inneke celingak-celingukan
Ia pun berjalan menuju dapur mencari keberadaan kakaknya, namun ia tak juga menemukan sosok kakaknya atau pun sosok kakak iparnya disana.
Ketika berada didapur ia melihat-lihat meja makan yang tak ada makanan apapun disana
"Duh ini para cacing sudah demo aja. Masak apa ya" kata Inneke mengusap perutnya yang terasa lapar.
Lalu ia pun berjalan menuju kulkas dan mengambil beberapa bahan makanan yang bisa ia masak.
Ia meraih celemek dan memaikainya lalu ia pun mulai bertempur didapur. Ia mulai memotong-motong daun bawang, lalu memasukan potongan daun bawang kedalam kuali ditambah bumbu yang sudah ia uleg.
Lima belas menit kemudian, masakan yang ia masak pun telah selesai yaitu nasi goreng telor ceplok.
Karena sudah sangat lapar ia pun segera menyantap masakannya itu dengan lahapnya.
Setelah selesai dengan kegiatan makannya Inneke pun bersantai diruang keluarga sambil menyaksikan siaran yang ada ditelevisi
Terdengar dari arah luar rumah suara kendaraan milik Irwan sudah tiba. Inneke berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Ayu & Irwan yang lagi menggendong anaknya yang ketiduran
"Wa'alaikumsalam" jawab Inneke dengan menyunggingkan senyum termanisnya
"Neng sudah lama ya sampainya?" tanya Ayu yang berjalan dibelakang suaminya
"Hm'mmm lumayan kak" balas Inneke menutup pintu lalu mengekori kakak iparnya
"Ohh gitu. Pasti neng laper dong, kalau begitu kakak masuk bentar ya" ucap Ayu lalu menyusul suaminya masuk ke dalam kamar.
Namun tak lama kemudian ia pun keluar kembali dengan tergesa-gesa lalu menghampiri Inneke yang sedang duduk disofa ruang keluarga itu
"Neng mau makan apa, biar kakak yang masakin" ucap Ayu
"Beneran neng sudah makan?" tanya Ayu
"Iya kak, neng beneran. Tadi neng masak nasi goreng telor ceplok. Mendingan kakak istirahat aja sana, pasti kakak sangat lelah lagian kak Ayu lagi hamil jadi nggak boleh terlalu capek" kata Inneke tersenyum. "Dan aku nggak mau keponakan aku kenapa-kenapa" imbuhnya lagi
"Ya ampun neng baik banget sih. Terima kasih ya neng sudah perhatian sama mbak" ucap Ayu lalu memeluk Inneke
"Iya kak sama-sama. Seharusnya neng yang berterima kasih sama kakak, karena kakak begitu peduli sama neng" kata Inneke.
Di sofa itu mereka berdua saling berpelukan. Terlihat raut wajah bahagia Inneke karena kakak iparnya yang sangat baik terhadapnya.
__ADS_1
Ia bersyukur masih mempunyai orang-orang yang sangat perhatian kepadanya meskipun kedua orangtuanya telah tiada.
Dulu pernah tebersit dibenaknya jika kedua orangtuanya sudah pergi maka ia tak akan mempunyai siapa-siapa lagi yang akan perduli dan perhatian terhadapnya seperti perhatian yang telah ayah dan ibunya berikan terhadapnya, ternyata ia salah.
"Ngomong-ngomong tadi jalan kemana aja neng sama dua pria tampan itu" tanya Ayu
"Gak usah keras-keras kak, nanti orangnya keGR an lagi dibjlang ganteng" kata Inneke
"Kan disini juga nggak ada orangnya neng, jadi nggak bakalan denger mereka. Kecuali neng yang mentampaikannya" kata Ayu
"Ah ogah neng bilang gitu sama mereka yang ada ntar gak bisa tidur lagi mereka
"HAHAHA..." tawa mereka bersamaan
"Ya udah, sekarang kakak istirahat ya" kata Inneke
"Iya neng. Kalau begitu mbak tinggal ya" ucap Ayu
"Oke kak" balas Inneke
Ayu pun beranjak dan meninggalkan Inneke diruang keluarga itu.
Tak berapa lama kemudian adzan magrib pun berkumandang
__ADS_1