
"Neng sudah siap belum" sapa Ayu yang sudah menunggu diruang tamu
"Iya bentar lagi kak" jawab Inneke berteriak dari dalam kamarnya
Ia sibuk membolak-balikan badannya didepan cermin.
"Bedak sudah, lipstik juga sudah apa lagi ya" gumam Inneke didepan cermin
CEKLEK...
Terdengar suara pintu kamarnya dibuka, lalu Inneke membalikan badannya dan melihat ada sosok kakak iparnya yang sudah rapi dengan pakaiannya berdiri didepan pintu.
"Bentar lagi kak" ucap Inneke cengengesan lalu mengambil tas jinjingnya
"Ya Ampun, kamu cantik sekali neng" ucap Ayu menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua telapak tangannya, lalu ia pun masuk dan menghampiri adik iparnya
"Kak Ayu terlalu berlebihan, nanti telinga neng bisa naik kalau kakak memuji berlebihan" kata Inneke. "Ya udah ayo kak" ajaknya lagi
Inneke pun berjalan keluar kamarnya yang diikuti oleh kakak iparnya menuju ruang tamu dimana Irwan dan anaknya yang sudah menunggu.
"Kakak bicara beneran neng, kamu cantik sekali seperti seorang putri" ucap Ayu yang mengekori adik iparnya
Inneke tidak lagi membalas ucapan Ayu, ia hanya tersenyum mendengar ucapan kakak iparnya itu.
__ADS_1
"Mas Irwan lihat adikmu cantik sekali" ucap Ayu pada Irwan
Irwan yang tadi sibuk dengan anaknya seketika mengarahkan pandangannya kearah sumber suara, ia melihat kedatangan dua orang yang ia sayangi itu sudah rapi.
Bahkan ia tertegun ketika melihat sang adik yang sangat cantik bak seorang artis korea.
"Wah onty veve cantik sekali" ucap veve yang melihat kedatang sang mama dan onty nya itu. Ia pun berjalan mendekati Inneke yang kemudian memeluknya
"Makasih sayang, kamu juga cantik sekali" ucap Inneke membalas pelukan keponakannya itu.
Melihat sang kakak yang tidak mengedipkan mata, Inneke pun menjahili kakaknya itu
"Woy sampai kapan melototnya" ucap Inneke sambil menepukkan kedua telapak tangannya yang membuat Irwan jadi terkejut
"Jantung kakak mau lepas" ucap Irwan memegang dadanya
"Kakak terpesona lihat neng yang cantik sekali bak artis korea" ungkap Irwan
"Tuh kan kak Irwan sama kak Ayu sama aja, mujinya keterlaluan. Nanti ini kuping bisa naik, terus bagaimana cara turunnya" protes Inneke
"Emang kenyataannya begitu neng, ya kan sayang" ucap Irwan pada sang istri
Ayu pun menganggukan kepalanya tanpa menjawab dengan kata-kata
__ADS_1
"Iya deh iya, terus kapan jalannya nih?" tanya Inneke memonyongkan bibirnya
"Sudah siap semua kan? Ya udah ayo jalan" ajak Irwan melangkahkan kakinya keluar yang ikuti oleh anak istri dan adik perempuannya
Kendaraan yang mereka tumpangin pun sudah meninggalkan pekarangan rumah dan menuju kejalan raya.
Irwan yang duduk dikursi kemudi fokus dengan jalan sedangkan Inneke dan keponakannya yang berada dikursi penumpang itu mereka saling bercanda ria yang sesekali diselingi dengan tawa.
Selama 45 menit menempuh perjalanan akhirnya kendaraan yang dikemudi oleh Irwan pun tiba dilokasi dimana pesta itu digelar.
Untuk pesta aniversarry kali ini sang bibinya itu mengadakan pesta disebuah taman restaurant sederhana yang tak jauh dari tempat tinggal sang bibi.
Inneke pun segera menuruni kendaraan yang ia ditumpangi itu ketika mesin mobil yang sudah dimatikan.
"Wah indah sekali" ucap veve yang melihat banyak lampu warna-warni yang menghiasi taman itu
"Iya sayang. Kamu suka?" ucap Ayu pada anaknya
"Iya ma, veve suka sekali" balas Veve dengan tingkah gemasnya
"Ya udah ayo masuk" ajak Irwan
Mereka pun memasuki taman itu dan berjalan menemui pemilik acara tersebut untuk memberikan ucapan selamat.
__ADS_1
.
.