
Mobil yang dikendarai Erick kini sudah tiba ditepi pantai. Erick memarkirkan mobilnya dengan teratur yang tidak jauh dari sebuah warung yang terlihat sepi.
Erick dan Hendra bersiap-siap untuk turun namun tidak dengan Inneke, ia masih diam saja dan tidak bergegas untuk turun. Tiba-tiba air matanya menetes, Erick dan Hendra yang melihat itu menjadi bingung sebab sejak tadi Inneke begitu terlihat ceria.
"Neng kenapa?" tanya Erick
"Iya lo kenapa Sis, kok nangis?" ucap Hendra menimpali
"Atau jangan-jangan lo nggak suka kita kesini? Ya udah kalau neng nggak suka kita balik aja ya" kata Erick
Inneke tidak menghiraukan apa yang dikatakan oleh kedua pria itu, ia menangis sejadi-jadi hingga tiba-tiba saja penglihatannya menjadi gelap dan ia tak sadarkan diri.
Erick dan Hendra mendapati Inneke tidak sadarkan diri itu menjadi panik
"Neng, neng bangun neng" ucap Erick
"Sis bangun Sis, kita nggak lagi bercanda. Astaga bagaimana ini bro" kata Hendra panik
Erick yang berada dikursi pengemudi langsung pindah kekursi penumpang dimana Inneke tergeletak pinsan. Ia begitu panik sebab yang ia tau sepupunya itu tidak memiliki riwayat penyakit.
Erik meletakan kepala Inneke dipangkuannya dan menepuk-nepuk lembut pipi Inneke, ia mencari sesuatu ditas jinjing milik Inneke namun tak ada hasilnya. Ia begitu khawatir dan berusaha untuk membangunkan sepupunya itu.
"Neng bangun neng" kata Erick
"Bro coba lo lihat didepan ada minyak kayu putih nggak? ucap Erick meminta pada Hendra yang berada didepannya
"Nggak ada bro" kata Hendra
"Ya udah lo beli aja sana bro, tuh didepan ada warung" perintah Erick
__ADS_1
Hendra pun bergegas untuk langsung melaksanakan apa yang diperintahkan oleh sahabatnya itu, karena khawatir ia sedikit berlari menuju sebuah warung yang berada tak jauh dari tempat parkiran mobil milik Erick namun tiba-tiba ia menabrak seseorang
BRUKKK...
"Maaf mas saya buru-buru" ucap Hendra
"Hendra" ucap seorang pria yang ditabrak olehnya
"Doni" kata Hendra mengenali pria itu yang tak lain yaitu seorang sahabatnya Doni
"Lo sama siapa kesi..." kata Doni
"Maaf gue buru-buru temen gue pinsan" ucap Hendra memotong ucapan Doni lalu pergi meninggalkannya
"Siapa yang pinsan" gumam Doni.
Tatapan Doni mengikuti kepergian Hendra, namun tak lama kemudian Hendra pun berjalan menuju kearahnya
"Temen Don" balas Hendra dengan langkah yang terburu-buru
"Bro ini minyaknya" ucap Hendra memasukan sedikit kepalanya kedalam sebuah mobil yang berkaca hitam
Doni pun ikut mengintip lewat kaca mobil yang agak gelap.
Didalam mobil itu, ia melihat seorang perempuan yang terbaring dengan posisi kepalanya berada dipangkuan seorang laki-laki sehingga ia tidak mengenali wajah perempuan itu
Hendra mendongakan badannya keluar dari mobil itu
"Lo kesini sama siapa Don, Adit?" tanya Hendra
__ADS_1
"Enggak. Gue sendirian aja Dra" balas Doni
"Itu siapa didalem?" tanya Doni
"Erick, temen kampus gue Don" jawab Hendra
"Terus itu perempuan, pacarnya?" tanya Doni lagi
"Bukan, tuh cewek sepupunya dia Don. Tadi tiba-tiba pingsan padahal awalnya baik-baik aja malah ketawa mulu kita. Terus pas sampe sini nangis dianya, eh tiba-tiba nggak sadarkan diri" ucap Hendra panjang lebar
Lalu ia memasukan kepalanya kembali kedalam mobil itu
"Gimana bro udah siuman belum?" ucap Hendra
"Belum nih, lo ada air minum nggak?" ucap seorang pria yang ada didalam mobil tersebut. Namun Doni yang berada didekat mobil itu bisa mendengarkan apa yang diucapkan mereka
Hendra kembali mengeluarkan kepalanya dan melihat Doni yang memegang sebotol air mineral, tanpa pikir panjang ia pun langsung merebut minuman itu dan memberikan kepada pria yang berada dimobil tersebut
"Ni bro airnya" ucap Hendra
Doni yang berdiri disisi mobil itu hanya menggelengkan kepalanya, ia meraih ponselnya yang ada disaku jaketnya karena ada tanda notifikasi masuk.
"Alhamdulilah lo sadar juga" ucap Hendra dengan posisi kepala berada dalam mobil
"Dra gue duluan ya" pamit Doni menepuk pundak Hendra.
Hendra yang mendapati tepukan dipundaknya langsung membalikan badannya
"Oh iya Don, thanks ya air mineralnya" ucap Hendra tersenyum
__ADS_1
"Iya sama-sama. Gue duluan" ucap Doni lalu meninggalkan Hendra