Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps. 04


__ADS_3

Sedikit demi sedikit matahari sudah mulai masuk kedalam persembunyiannya, sore pun berganti malam dan bulan mulai menampakkan sinarnya untuk menghiasi gelapnya malam menggantikan matahari.


Dirumah pak Adi, setelah mereka melaksanakan ibadah sholat maghrib keluarga pak Adi pun melaksanakan makan malam bersama seperti biasanya. Tak ada suara apapun dalam makan malam mereka, hanya ada suara dentingan suara sendok dan piring yang saling bersentuhan


Setelah makan malam usai, keluarga pak Adi duduk diruang keluarga,


"Ayah gak jualan ya malam ini" Tanya Inneke ketika melihat ayahnya duduk santai.


"untuk malam ini ayah gak berangkat neng, karena tadi semua ciloknya sudah ada yang pesan" jawab ibunya


"oh begitu ya bu, Alhamdulilah deh" timpal Inneke


"iya neng" ucap sang Ibu. Mereka pun berbincang-bincang sambil menonton tv. Setelah beberapa menit menikmati berkumpul dengan keluarga, Inneke pun izin pada ibunya


"Bu, neng masuk kamar duluan ya" ucap Inneke pada Ibunya


"Ya sudah masuk sana" perintah sang Ibu.


Inneke pun berlalu meninggalkan keluarganya dan segera masuk kedalam kamarnya. Sebelum tidur ia selalu menyempatkan waktunya untuk kegiatan belajar, walaupun waktu belajarnya hanya terbatas tapi ia tetap belajar dengan sungguh-sungguh.


"Kalian berdua juga ayo sana belajar yang rajin biar jadi orang sukses" perintah pak Adi pada kedua adiknya Inneke yang duduk disamping sang Ibu


"baik ayah" jawab kedua adiknya beranjak dan meninggalkan ruang keluarga.


Keesokan harinya mentari pagi mulai menyinari bumi, semua menyambut sang mentari dengan suka cita.


Keluarga pak Adi melakukan aktivitas sarapan bersama seperti biasa.


"Selamat pagi" sapa Inneke ketika sudah tiba dimeja makan. Semua anggota keluarganya sedang menikmati aktivitas sarapan masing-masing


"Pagi juga kak" jawab kedua adiknya


Inneke pun duduk disebelah adiknya dan mulai menikmati sarapannya.


Setelah aktivitas sarapan selesai Inneke pamit pada Ibunya.


Setelah selama 30 menit menempuh perjalanan, bus yang ditumpangi Inneke pun tiba tepat dipintu gerbang sekolahnya. Dari kejauhan tepat di parkiran sekolahnya terlihat sosok perempuan yang sudah menunggu kedatangannya yaitu Mery sahabatnya.


"selamat pagi" sapa Inneke ketika sudah berada diparkiran


"selamat pagi juga In" balas Mery.


"Sudah lama ya nunggunya" tanya Inneke


"Baru juga sampai In" jawab Mery


" Yuk masuk kelas" ajak Mery lagi. Inneke hanya menganggukan kepalanya

__ADS_1


Mereka pun berjalan berdampingan menuju kelas.


Ketika mereka melewati jalan menuju kelas, banyak para siswa yang sedang berkerumun didepan papan mading


"Ada apa ya kok rame" tanya Mery pada Inneke. Inneke hanya menjawab dengan mengangkatkan kedua bahunya yang mengartikan tidak tahu.


Karena rasa penasaran mereka berdua pun menghampiri kerumunan para siswa itu


"Ada pengumuman apa" tanya Mery pada salah satu siswa. Sedangkan Inneke hanya membuntuti sahabatnya itu


"Itu pengumuman bahwa ada kegiatan pentas seni dikota Xy" jawab siswa itu


"kapan kegiatannya" tanya Mery lagi


"Habis Ujian Akhir" jawab salah seorang siswa


Mery dan Inneke pun berlalu meninggalkan kerumunan para siswa itu, mereka tidak mau ikut-ikutan disana.


Bel masuk pun berbunyi KRINGG... KRINGG... KRINGG...


Mery pun tergesa-gesa karena tugasnya belum ia kerjakan, Inneke melihat kepanikan sahabatnya itu


"Kamu kenapa Mer" tanya Inneke


"tugas gue belum selesai In" jawab Mery


"astaga... Kok bisa" ucap Inneke


"Ya sudah nih lihat punya aku aja" kata Inneke seraya mengeluarkan buku tugasnya.


Tak lama kemudian Pak Toni pun masuk kedalam kelas sedangkan Mery masih sibuk dengan kegiatannya sehingga ia tidak menghiraukan kedatangan sang gurunya itu


"Baik semuanya, bapak minta untuk mengumpulkan tugasnya yang sudah saya berikan minggu lalu" ucap pak Toni


Para siswa yang ada dikelas itu bergegas mengumpulkan tugasnya masing-masing, kecuali Inneke dan Mery. Mereka berdua tak beranjak sedikit pun dari duduknya


"Apakah sudah mengumpulkan semuanya" tanya pak Toni.


Para siswa pun hanya diam begitu juga dengan Inneke dan sahabatnya.


"Baik karena tidak ada yang menjawab bapak anggap sudah mengumpul semuanya" ucap pak Toni. "Dan bapak tidak menerima tugas lagi jika ada yang baru mengumpulkan" imbuhnya lagi.


Mendengar perkataan pak Toni Inneke dan Mery saling menatap. Mereka tak berani untuk berkata karena pak Toni merupakan guru tak bisa ditoleransi apapun alasannya.


Setelah satu jam setengah mereka mengikuti pelajaran pak Toni akhirnya kegiatan belajar pun telah usai, bel istirahat pun berbunyi.


Dengan tak bersemangat Inneke membereskan buku-buku miliknya, Mery pun memperhatikan tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1


"In, kantin yuk" ajak Mery


"Duluan aja Mer, aku harus keperpus dulu" ucap Inneke beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Mery.


"sepertinya dia marah" gumam Mery dalam hati. Ia pun beranjak menuju kantin.


30 menit waktu istirahat pun usai, bel masuk kembali berbunyi KRINGG... KRINGG... KRINGG


Semua siswa masuk dalam kelas masing-masing untuk mengikuti kegiatan belajar kembali dijam terakhir.


Ketika Mery akan masuk dalam kelas, ia melihat Inneke sudah duduk dikursinya


"In, tadi lo gak kekantin ya" tanya Mery ketika sudah duduk disamping Inneke


"iya tadi aku bawa bekal" jawab Inneke berbohong


Mery menatap Inneke, dari raut wajahnya Mery bisa menebak jika Inneke sudah berbohong padanya.


"padahal dikantin gue nungguin lo, In" ucap Mery dalam hati


Guru kelas pun masuk dalam kelas dan memulai pelajaran hingga waktu menunjukan pukul 14.00 banyak para siswa yang sudah meninggalkan sekolah kecuali bagi kelas XII.


Mereka harus mengikuti kegiatan bimbel untuk persiapan mengikuti ujian akhir terlebih dahulu selama dua jam. Setelah itu baru mereka dipersilahkan untuk pulang kerumah masing-masing.


Mery melihat kearah sahabatnya itu "In maafin gue ya, gara-gara gue tugas lo gak ngumpul" ucap Mery


"iya gak pa-pa Mer" jawab Inneke tak bersemangat.


Selama mengikuti kegiatan bimbel Inneke hanya diam.


Mery memperhatikan tingkah temannya itu, ia merasa bersalah karena gara-garanya Inneke juga terkena imbasnya tidak mengumpulkan tugas.


Kegiatan bimbel pun berakhir, Inneke dan Mery langsung pulang. Selama perjalanan menuju rumah pun Inneke hanya diam saja hingga motor yang dikendarain Mery pun berhenti didepan rumah Inneke.


"terima kasih ya" ucap Inneke hendak turun dari motor milik Mery


"Iya sama-sama" jawab Mery. "In sekali lagi gue minta maaf ya atas kejadian tadi" imbuhnya lagi.


"Iya Mer, maafin gue juga ya yang dari tadi terus-terusan diam" balas Inneke. Ia juga merasa bersalah karena sudah mendiamkan sahabatnya itu padahal tidak seharusnya ia bersikap seperti itu.


"Ya sudah gue pamit dulu. DAHHH..." ucap Mery


"Iya, hati-hati Mer" balas Inneke seraya melambaikan tangannya. Lalu ia pun masuk kedalam rumah setelah bayangan sahabatnya sudah tak terlihat lagi


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih banyak sudah mampir di Cerita Inneke.


__ADS_2