Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps. 02


__ADS_3

Hari minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi mereka yang melakukan aktivitas baik para pekerja maupun anak sekolahan setelah sepekan melakukan aktivitas masing-masing.


Di hari libur kebanyakan orang mengisi hari itu dengan kegiatan berlibur kesuatu tempat ataupun dengan menikmati kegiatan berkumpul bersama keluarga tercinta.


Begitu juga dengan Inneke, setiap sepekan sekali keluarganya melakukan aktivitas dipinggir pantai.


Tapi hari libur itu tidak dipakai untuk bersenang-senang saja melainkan pak Adi mengajak keluarganya melakukan aktivitas dipantai yaitu berjualan disekitaran pinggir pantai, ia sengaja mengajak anak-anaknya karena menurutnya selain bisa menikmati keindahan pantai ia juga bisa memperoleh penghasilan.


Di hari libur seperti ini, pantai dipadati oleh banyak pengunjung yang datang baik para pemuda maupun mereka yang sudah berkeluarga. Banyak teman-teman sekolah Inneke yang berkunjung kesana untuk mengisi hari libur, mereka ada yang membawa pasangan maupun hanya bersama teman-teman.


Tapi tidak dengan Inneke, hari libur ia isi dengan aktivitas membantu kedua orang tuanya jualan dipinggir pantai itu.


Karena setiap hari minggu pak Adi jualan disekitaran pinggir pantai.


Dari kejauhan terlihat seseorang berjalan menuju arah warung pak Adi


"Pak, es kelapa mudanya 2 ya, tolong diantarkan kesana ya Pak, tempat duduk saya ada disana" ucap seseorang itu seraya memberitahu tempat mereka


"Oh iya tunggu sebentar ya dek" balas pak Adi. Lalu pak adi pun menyiapkan kelapa muda yang dipesan itu.


Setelah semua nya sudah disiapkan, pak Adi memanggil Inneke dan memintanya untuk mengantarkan buah kelapa tersebut kepada yang telah memesan tadi


"neng, kelapa ini tolong di antarkan ke sana ya" perintah pak Adi pada Inneke seraya menunjukan jarinya kepada dua orang yang sedang duduk dipesisir pantai.


"iya ayah" jawab Inneke menerima kelapa itu lalu meninggalkan sang ayah dan membawakan dua kelapa yang sudah dibuka itu menuju dua orang yang lagi duduk santai.


Inneke pun berjalan menuju dua orang itu, ia melihat sekelilingnya apakah ada dua orang selain dua orang pemuda yang ada didepannya, ia ingin memastikan apakah benar jika dua pemuda ini yang telah memesan kelapa muda.


"permisi, apakah kalian yang sudah memesan kelapa muda?" tanya Inneke


"iya" jawab seseorang diantara dua pemuda itu tanpa mengalihkan pandangannya sedangkan temannya yang satu lagi sibuk dengan ponselnya.


"Oh ya, ini kelapa pesanannya" kata Inneke sopan pada dua orang pemuda itu


Lalu pemuda yang tadi sibuk memainkan ponsel tadi menoleh kearah sumber suara, ia pun kagum melihat seorang gadis cantik sedang membawa dua kelapa muda. Pemuda itu pun menerima kelapa itu dan berkata "oh iya terima kasih"

__ADS_1


"sama-sama" jawab Inneke. "Selamat menikmati" imbuhnya lagi


Inneke pun berlalu meninggalkan dua pemuda itu.


Pemuda yang berada disebelah melihat kearah temannya yang lagi bengong setelah menerima dua kelapa tadi, mereka adalah Adit dan Doni


"Woi, lo kenapa bengong aja" ucap Doni yang mengagetkan Adit yang lagi bengong. Lalu ia menikmati es kelapa muda itu.


Adit pun kaget "eh enggak, gue nggak kenapa-kenapa" jawabnya.


Aditpun ikut menyantap es kelapa muda dengan menikmati indahnya ombak air laut.


"cantik banget tuh cewek" ucapnya dalam hati


"Don, gue bayar dulu ya" ucap Adit tiba-tiba


"Gak usah, biar gue aja yang traktir" balas Doni bangkit dari duduknya dan berlalu meninggalkan Adit sendirian


Adit pun sedikit berlari mengejar Doni yang sudah meninggalkannya dan membuntutinya, ia ingin melihat gadis itu lagi. Akhirnya mereka sampai disebuah warung yang tidak terlalu besar, lalu Doni membuka dompetnya dan mengeluarkan selembar uang


"satunya 10 ribu dek, dikali 2 jadi 20 ribu" jawab pak Adi


"oh ini uangnya pak" kata Doni seraya menyerahkan uang 50 ribu


Pak Adi pun menerima uang itu dan masuk kedalam untuk mengambil kembalian. Doni melihat Adit yang masih celingak celinguk itu


"Dit, lo kenapa kayak cari orang aja?" tanya Doni sewot, Adit pun tak menghiraukan pertanyaan si Doni, ia masih sibuk dengan kegiatannya itu.


Dan betapa senangnya Adit ketika melihat gadis itu berjalan menuju kearah mereka. Lalu gadis cantik itu menyerahkan uang kembalian pada Doni, dan doni pun menerimanya, adit pun memperhatikan itu.


"neng, boleh kenalan gak?" tanya adit tiba-tiba, Doni pun kaget dengan penuturan temannya itu


"boleh, nama saya Inneke" jawab Inneke seraya menyodorkan tangannya. Adit pun menerima uluran tangan itu


"Oh ya nama saya Adit" jawab adit, Doni memperhatikan dua orang didepannya itu tanpa bicara sepatah kata pun. Lalu gadis itu bergantian mengulurkan tangannya dihadapan doni.

__ADS_1


"Inneke" ucap Inneke.


"Doni" jawab Doni seraya menyambut uluran tangan inneke


Dari arah dalam Ibu Inneke mendengar anaknya sedang berbicara dengan seseorang, lalu sang ibu pun keluar dan menghampiri Inneke


"Neng, kok tamu gak diajak duduk" ucap sang Ibu. Inneke pun kaget, lalu ia mempersilahkan kedua pria itu masuk. Kedua pria itu pun mengikutinya


"silahkan duduk" perintah Inneke


"Terima Kasih" jawab dua pemuda itu, mereka pun duduk ditempat yang dipersilahkan oleh yang punya warung. Pak Adi yang melihat ada tamu segera menghampiri kedua pemuda itu dan mereka melakukan obrolan ditemani pak Adi dan keluarganya, tak lupa Inneke menghidangkan minuman untuk mereka, Adit pun memperhatikan Inneke.


Setelah beberapa menit mereka berbincang-bincang, Doni dan Adit pun bergegas untuk pamit pada keluarga pak Adi


"Pak, kita pamit ya Assalamualaikum" pamit Doni dan Adit seraya mencium tangan pak Adi


"Oh iya dek, Walaikumsallam" balas pak Adi.


"Hati-hati ya dek" tambah Ibunya Inneke


Inneke dan kedua orangtuanya pun ikut mengantarkan Doni dan Adit sampai didepan warung.


.


.


.


Hai para pembaca novel Cerita Inneke


Dengan kerendahan hati Author minta bantuan kalian dengan cara Likeđź–’, Comment dan Vote ya.


Karena itu semua sangat berarti buat Author.


Bagi yang sudah membantu saya ucapkan

__ADS_1


Banyak Terima Kasih


__ADS_2