Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.25


__ADS_3

Doni yang ikut melayat pada siang itu pun harus izin tidak masuk kerja pada pihak kantornya begitu juga dengan Adit, ia sudah minta izin tidak masuk kuliah untuk hari ini.


Setelah kepulangan dari TPU, mereka masih berada dirumah duka ikut duduk-duduk santai bersama Ilham.


Mereka mengobrol satu sama lain.


Ayu yang melihat kedua pemuda yang sejak kedatangan mereka malam tadi pun mulai bertanya-tanya tentang siapa keduanya. Sehingga bisa terlihat seakrab itu dengan Ilham.


"Mas, mereka itu siapa ya kok kayak deket banget sama kak Ilham?" tanya ayu pada suaminya


"Mas juga nggak tau sayang" balas Irwan


"Apa mungkin salah satu dari mereka itu pacarnya neng ya?" ucap Ayu


Irwan pun mengangkatkan kedua bahunya yang mengartikan tidak tahu.


"Ya sudah kamu ajak veve main didalam ya, Mas mau nyamperin mereka


Lalu Irwan beranjak dari duduknya dan berjalan menuju dimana kakaknya berada.


Melihat kedatangan Irwan adiknya itu, Ilham pun memperkenalkanya pada kedua tamunya itu. Begitu juga sebaliknya


"Oh iya, perkenalkan ini adik kedua Mas. Dan perkenalkan juga Wan ini Doni dan Adit " ucap Ilham memperkenalkan mereka.


"Saya Doni Mas" ucap Doni mengulurkan tangannya.


"Oh iya saya Irwan adiknya Mas ilham" balas Irwan menyambut uluran tangan Doni


"Adit" ucap adit tersenyum menyalami Irwan


"Irwan" balas Irwan tersenyum lalu ia pun duduk bergabung disana


"Ini mereka yang sudah menolong dan membawa almarhum Ayah sama Ibu kerumah sakit Wan. Dik Doni juga yang sudah memberitahukan kabar kecelakaan itu pada kakak" ucap Ilham menjelaskan


"Oh ya.. kalau begitu saya mengucapkan banyak terima kasih pada kalian berdua" ucap Irwan menyalami keduanya


"Iya Mas sama-sama, memang seharusnya sesama manusia kita saling tolong menolong" balas Doni tersenyum


"Kalian tinggal didaerah sini?" tanya Irwan


"Enggak Mas, kita tinggal dikota XXXX" jawab Adit tersenyum


"Wah lumayan jauh dong" ucap Irwan

__ADS_1


"Iya lumayan juga mas" jawab Adit


Doni melihat arloji miliknya yang sudah menunjukan pukul 14.15 siang, ia pun memutuskan untuk berpamitan pada keluarga almarhum Pak Adi


"Ya sudah mengingat waktu yang sudah mulai sore, kita pamit pulang ya Mas" ucap Doni menyalami kakak beradik itu bergantian.


Ilham dan Irwan pun menyambutnya lalu ilham berucap pada keduanya


"Oh iya kalau begitu saya panggilkan neng dulu" ucapnya lalu berjalan dan menghampiri sang adik perempuannya yang berada didalam kamar.


Pintu kamar yang sedikit terbuka membuat Ilham berhenti melangkahkan kakinya didepan pintu itu, ia melihat didalam ruangan itu Inneke memandangi sebuah album foto yang terbingkai, dimana didalam foto itu terdapat dirinya dan keempat adiknya beserta ayah dan ibunya.


Inneke yang sedang menatap foto itu pun tidak menyadari akan kehadiran kakaknya yang ada didepan pintu itu. Ia membelai foto itu dan tanpa ia sadari airmatanya pun menetes kembali tepat pada foto yang dipegangnya.


"Ayah-Ibu neng merindukan kalian" ucap Inneke dengan isak tangisnya


Ilham yang melihat adiknya yang menangis itu pun menghampirinya dan duduk disebelah adiknya itu. Ia merangkul bahu adiknya dan berkata


"Neng harus kuat ya, neng nggak boleh nangis" ucap Ilham menasehati adiknya itu


Lalu Inneke pun membenamkan kepalanya didada bidang milik kakak sulungnya itu, ia menumpahkan segala rasa kesedihannya disana.


"hiks... hiks... hiks... kakak kenapa ayah sama ibu pergi secepat ini" ucapnya


Tapi Ilham juga tidak bisa mencegahnya karena ia juga merasakan apa yang sedang dirasakan adiknya itu.


Ia membiarkan adiknya menangis sepuas-puasnya karena suatu saat kesedihan itu pasti akan berlalu


"Sudah ya neng jangan nangis lagi


Itu temen neng yang didepan mau pamit pulang" ucap Ilham


Inneke pun mendongakkan kepalanya


"temen neng. Siapa?" tanya Inneke karena yang ia tau teman-teman sekolahnya sudah pulang sejak tadi.


"Itu dua pemuda yang bernama Adit dan Doni, memangnya mereka bukan temannya neng ya" ucap sang Kakak


Inneke menggelengkan kepala sebagai jawabannya


"Loh terus kalau bukan temannya berarti pacarnya dong" ucap Ilham menggoda adiknya


"Ih kakak apaan sih" ucap Inneke cemberut

__ADS_1


Ilham yang melihat tingkah adiknya itu pun tersenyum


"ya sudah kalau neng nggak mau ngaku juga nggak papa" goda Ilham


"bukan kakak. Neng juga nggak tau, kok mereka bisa datang padahal neng nggak kasih tau mereka. Kenal sama mereka aja cuma satu kali" balas Inneke dengan kata-kata yang ditekan


"Jadi neng nggak tau" ucap Ilham


"maksudnya kak?" tanya Inneke


"jadi mereka itu yang sudah bantuin membawa ayah sama Ibu pas kecelakaan kerumah sakit. Dan si Doni juga yang sudah memberitahukan pada kakak kabar kecelakaan itu. Makanya mereka bisa datang kemari" jelas Ilham


Tanpa mengucapkan kata-kata Inneke hanya menganggukan kepala sebagai jawabannya.


"Oh pantesan mereka bisa berada disini"( ucapnya dalam hati)


"Ya sudah ayo kita keluar jangan kelamaan kasihan mereka nunggunya" ajak sang kakak


Lalu Inneke dan Ilham pun keluar menghampiri dua pemuda yang dimaksud sang kakak.


Melihat kedatangan Ilham dan Inneke itu, Doni dan Adit pun beranjak dari duduknya


"Kamu harus kuat ya, jangan sedih terus-terusan" ucap Adit tersenyum pada Inneke


"Iya, terima kasih ya karena kalian sudah membantu ayah sama ibu pada waktu kecelakaan" balas Inneke tersenyum


"Santai aja emang seharusnya kita saling tolong-menolong ya nggak broo" ucap Doni menyenggol Adit


"Iya" balas Adit tersenyum


"Ya sudah kalau begitu kita pamit ya. Ingat jangan sedih lagi belajar yang bener bentar lagi Ujian Akhir" ucap Doni memberi semangat


"Iya terima kasih banyak" balas Inneke


"Kalau begitu kita pamit Mas Ilham, mas Irwan dan kalian berdua belajar yang benar ya" ucap Adit pada Indra dan Ipan


"Assalamualaikum" ucap Doni dan Adit lalu melambaikan tangan


"Walaikumsallam" balas Ilham dan adik-adiknya


Adit dan Doni beranjak mendekati mobil yang terparkir lalu masuk kedalam mobil itu.


Doni yang berada dikursi kemudi perlahan melajukan mobil miliknya meninggalkan perkarangan rumah keluarga almarhum pak Adi.

__ADS_1


__ADS_2