Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.15


__ADS_3

Mereka melangkah menuju ruang kelas sambil berbincang-bincang


"In, itu pak Yuda kayaknya naksir deh sama lo" ucap Mery melihat kearah temannya


"mulai nih orang" balas Inneke


"Beib, gue tuh seriusan, coba deh lo perhatiin sikapnya tadi sama lo. Dateng-dateng main duduk aja disamping lo padahal kan masih banyak meja yang kosong" kata Mery


Inneke tidak menghiraukan ucapan temannya itu. Ia memang sudah mengetahui bahwa Pak Yuda menyukainya sejak lama dimana pada waktu itu Pak Yuda mengutarakan perasaan cinta padanya namun ia tidak memberikan jawaban apapun, sehingga sampai saat ini ia sama sekali tidak mau memberitahukan hal itu kepada siapapun, ia tidak ingin semua orang tau.


"Mungkin saja kan dia hanya ingin mengenal siswa-siswinya" ucap Inneke mengelak agar sahabatnya itu membuang jauh-jauh pemikiran tentang dirinya


Mery pun membenarkan apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu lalu ia mengangguk-anggukan kepalanya


"bisa juga sih" ucapnya.


Ia dan sahabatnya sudah tiba didalam kelas dan tak lama kemudian seorang guru pun masuk mengisi pelajaran.


"In, gue kebelet nih pengen pipis" ucap Mery sedikit berbisik.


Inneke pun menoleh kearah sahabatnya itu


"masih tahan nggak sampai selesai pelajaran?" tanyanya


"enggak" balas Mery menggelengkan kepalanya


"terus gimana dong?" ucap Inneke


"temenin gue ketoilet" rengek Mery karena ia merasa benar-benar tak bisa menahannya lagi.


"Ya udah, ayoo.." ajak Inneke beranjak dari tempat duduknya. Tapi sahabatnya itu sama sekali tidak beranjak.


Melihat temannya itu membuat hati Inneke tersentuh. Ia menjadi kasihan dan berinisiatif untuk minta izin, lalu Inneke pun berjalan kedepan mengahampiri gurunya yang lagi sibuk menulis dipapan tulis


"Pak permisi, saya ingin ketoilet" ucap Inneke


"Iya silahkan" balas sang guru menoleh kearah sumber suara

__ADS_1


Inneke pun melangkah keluar kelas diikuti oleh sahabatnya yang sedikit berlari


"cepetan jalannya" Ucap Mery berjalan yang sedikit lebih cepat dan mendahului temannya itu.


"iya" balas Inneke menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah selesaikan dengan aktivitas didalam kamar mandi, kini Inneke dan sahabatnya itu berjalan kembali menuju kekelasnya untuk mengikuti pelajaran


Mereka pun berjalan melewati beberapa ruang kelas yang lain karena letak toilet yang lumayan jauh dari arah letak ruang kelasnya, saat mereka melewati ruangan kantor mereka melihat ada seorang siswa yang sedang duduk disofa tamu.


Terlihat siswa itu berbincang-bincang dengan salah satu guru. Tapi mereka tidak mengenali siswa itu karena posisi siswa tersebut membelakangi pintu.


"In, siswa itu siapa ya kok enggak masuk kelas. Apa dia enggak dengar bel" gerutu Mery berjalan menuju kelas


"Sttt... jangan keras-keras nanti kedengaran. Bisa jadi kan kalau ia lagi ada jam kosong makanya enggak masuk kelas" ucap Inneke sedikit berbisik


Tanpa mereka sadari siswa yang berada didalam ruang kantor itu pun memperhatikan mereka.


Mereka pun tiba dikelas, dengan segera Inneke melanjutkan kembali aktivitas belajarnya yang terhenti. Dan tak lama kemudian terdengar suara


Bel pun kembali berbunyi yang menandakan jam pelajaran yang sedang berlangsung telah usai dan akan dilanjutkan dengan pelajaran yang berikutnya.


Guru pun sudah meninggalkan ruang kelas, Inneke menutup bukunya dan sibuk memasukan peralatan belajarnya yang masih berserakan diatas meja kedalam ranselnya.


"In ketoilet bentar yuk mumpung gurunya belum masuk" ajak Mery tiba-tiba


"mau ngapain, kebelet lagi?" tanya Inneke tanpa menoleh kearah sumber suara


"bukan" jawab Mery singkat


"ya terus mau ngapain lagi" Ucap Inneke melihat kearah lawan bicaranya


"Kan lo tau sendiri, gue tuh kalau masuk pelajaran dijam-jam segini sering ketiduran, makanya pengen cuci muka untuk ngilangin ngantuk gue" balas Mery panjang lebar.


Inneke pun membenarkan apa yang diucapan oleh sahabatnya barusan.


"Iya hafal banget aku" kata Inneke santai

__ADS_1


"Ya sudah ayo" ajak Mery


Mereka berdua pun beranjak keluar meninggalkan kelas menuju toilet dengan posisi salah satu tangan kanan Mery berada dipundaknya Inneke.


Ditoilet


"Sudah belum? jangan kelamaan entar keburu gurunya masuk kelas" ucap Inneke melihat sahabatnya yang sedang berdiri membolak-balikan tubuh didepan cermin.


"ayoo" ajak Mery


Ketika mereka hendak meninggalkan toilet ada seseorang yang menghalangi jalan mereka.


"Eh bapak" Ucap Mery tersenyum ketika mengetahui Yuda yang berada didepan mereka


"Nanti ketika pelajaran sudah berakhir kalian keruangan saya ya" ucap Yuda guru olahraga


"baik pak" jawab Mery. Sedangkan Inneke ia hanya diam saja


"ya sudah sekarang silahkan kembali kekelas kalian nanti terlambat" ucap Yuda melirik kearah Inneke


Inneke pun hanya membalas dengan senyuman lalu menganggukan kepalanya pelan


"Mari pak" ucap Mery berlalu meninggalkan guru olah raga itu dan diikuti oleh sahabatnya.



Yuda Mahendra


.


.


.


Hai.. kalian yang sudah membaca novel yang berjudul Cerita Inneke sampai episode ini


Author mengucapkan banyak terima kasih semoga bisa menghibur kalian ❤

__ADS_1


__ADS_2