
Setelah berpamitan dengan Pak Adi dan Istrinya, mereka bergegas meninggalkan warung pak Adi dan berjalan menyusuri dipesisir pantai. Karena merasa lelah, Adit dan Hendra berjalan beriringan menuju pinggiran untuk beristirahat dan meninggalkan Doni dengan aktivitasnya.
Doni sibuk dengan ponselnya mengabadikan keindahan sunset dipantai itu sehingga ia tidak menyadari kemana hilangnya kedua temannya itu. Kerena berjalan sambil memainkan ponsel miliknya tanpa disadari tiba-tiba Doni menabrak seseorang, BRUKK..
"Eh, maaf-maaf" ucap Doni menghentikan aktivitasnya lalu membantu perempuan itu.
"Iya nggak papa" balas perempuan itu hendak berusaha untuk berdiri
"bagaimana ada yang terluka tidak?" tanya Doni kwatir
"tidak kok" jawab si perempuan
Doni mengulurkan tangannya, "nama gue Doni" ucapnya
Perempuan itu pun membalas uluran tangan Doni, "Gue Jenny Ferania, biasa dipanggil Jenny atau Fera" ucapnya.
"Bareng siapa kesini?" tanya Doni melihat-lihat sekeliling Jenny
"sama temen" balas Jenny
"Oh, dimana temannya" tanya Doni lagi
"Itu, disana" jawab Jenny mengarahkan jari telunjuknya kearah sepasang manusia yang lagi asik berfoto ria.
"Itu?" tanya Doni memonyongkan mulutnya
"Iya" balas Jenny singkat
"Ya sudah, cari tempat duduk yuk. Gak enak berdiri kayak gini" ajak Doni
Jenny hanya menganggukan kepalanya
Mereka berdua pun berjalan berdampingan menuju kearah sebuah tempat duduk yang lumayan panjang lalu mereka pun duduk disana dengan menghadap kearah pantai.
"Kenapa lo enggak ikutan foto bareng mereka" tanya Doni memulai pembicaraan
"Mereka itu lagi pacaran jangan diganggu" ucap Jenny
"Ooo... jadi mereka sepasang kekasih" tanya Doni
"Iya" balas Jenny seraya menganggukan kepalanya
"Oh pantesan" ucap Doni menggantung
"Pantesan kenapa?" tanya Jenny penasaran
"Ya pantesan lo kabur lah, ternyata mereka pacaran. Itu artinya lo enggak mau jadi obat nyamuk mereka, iya kan? ejek Doni
__ADS_1
"itu lo tau" ucap Jenny sewot
Mereka berdua pun tertawa
"Lo sendiri bareng siapa kesini? jangan bilang kalau lo juga jadi obat nyamuk" ejek Jenny
"Ya enggak lah, ogah gue ikut-ikutan jadi obat nyamuk. Cukup lo, baygon dan temannya yang lain aja yang jadi obat nyamuk" balas Doni
"Ih nyebelin banget sih jadi orang" ucap Jenny cemberut
"Yah marah deh, Cup cup cup sudah ah jangan nangis nanti kakak beliin permen dulu ya" ejek Doni pura-pura beranjak dari duduknya
"Emangnya gue anak kecil" ucap Jenny
Doni pun kembali duduk seperti semula dan berkata "Ye maaf bercanda doang kok"
"iya-iya" ucap Jenny. " Eh jawab dong pertanyaan gue" imbuhnya lagi
"pertanyaan yang mana?" tanya Doni tidak tahu
"Yang kemaren" jawab Jenny kesal
"Eh gue seriusan nona" balas Doni
" Yang tadi lah. Gue nanya lo kesini sama siapa?" ucap Jenny cemberut
"Lo pikun? sehingga lo enggak tahu kalau lo kesini bareng siapa" kata Jenny
"Bukan gitu, maksud gue.. gue lupa dengan pertanyaan yang itu" ucap Doni menjelaskan
Jenny hanya menanggapi dengan senyum yang dipaksakan.
"kok senyumnya enggak ikhlas sih" protes Doni melihat senyuman Jenny yang dipaksakan itu
"Enggak penting" ucap Jenny
"Ya udah" balas Doni singkat
"Belum selesai. Cepetan bilang lo kesini bareng siapa tuan?" ucap Jenny dengan kata-kata yang ditekan
"Mau tau aja, apa mau tau banget" ejek Doni lagi
"Mau tau banget" balas Jenny kesal
"Kepo ya" goda Doni
Jenny mendengus kesal dengan sikap Doni yang terus-terusan mengejeknya
__ADS_1
"kapan si bisa seriusnya" tanya Jenny kesal
"Iya sekarang gue serius. Jadi gue kesini bareng teman-teman gue, puas Lo" Ucap Doni
Ditempat lain Adit sibuk memainkan ponselnya. Sedangkan Hendra, ia memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang dan melirik para cewek-cewek yang lewat. Mereka berdua pun merasa bosan karena doni tak kunjung datang
"Nyasar kemana sih tuh orang, kok enggak sampai-sampai?" ucap Hendra sedikit kesal
"Ah palingan sibuk fotoin ombak" kata Adit tanpa mengalihkan pandangannya
"emangnya tuh ponsel enggak capek apa" gerutu Hendra
Aditpun hanya diam sibuk memainkan game diponselnya, ia tak menghiraukan ucapan sahabatnya itu. Hendra pun menoleh kearah Adit yang tak menghiraukannya itu
"Coba lo tanyak kek dimana tuh orang pengen cabut gua" ucap Hendra
Aditpun menghentikan gamenya karena ia juga sudah merasa bosan. Aditpun mengirim pesan pada Doni
WhatApps
Broo, Lo dimana?
Doni pun yang tadinya asik mengobrol dengan Jenny berhenti karena medapati ponselnya ada tanda pesan masuk. Ia pun membukanya
Lil Bro Adit 👦: Broo, Lo dimana?
Doni pun membalas pesan Adit dengan mengirim share lokasi dan meletakan kembali ponselnya disamping tempat duduknya.
"Eh haus nih, gue beli minuman dulu ya. Lo tunggu aja disini, Gue bentaran doang kok" ucap Doni. "Lo mau apa? tanyanya
"terserah lo aja lah" jawab Jenny
Lalu Doni pun beranjak dan meninggalkan Jenny ditempat.
Setelah 5 menit kemudian, Adit mendapat balasan pesannya dari sahabatnya itu yaitu lokasi keberadaan Doni. Adit dan Hendra pun beranjak dan mengikuti petunjuk arah lokasi itu. Mereka pun menghentikan langkahnya tak jauh dari sebuah kursi yang ditempati oleh Jenny.
"Dimana orangnya?" tanya Hendra melihat-lihat sekeliling
"Lokasi yang dikirim, disini" balas Adit sambil menatap lagi ponselnya
"Salah mungkin, coba sini gue liat" ucap Hendra mengambil ponsel Adit
"Iya nih lokasinya bener, tapi orangnya enggak ada" kata Hendra seraya menyerahkan ponsel yang empunya
Lalu Adit pun menghubungi ponsel Doni dan mereka mendengar suara ponsel yang lagi berdering kemudian mencari arah sumber suara itu.
Pandangan mereka berdua tertuju kepada seorang perempuan yang sedang duduk tak jauh dari mereka, kemudian mereka tak menghiraukan perempuan itu.
__ADS_1
Karena tak kunjung ada jawaban, Adit pun melakukan panggilan lagi dengan nomor tujuan yang sama