
Bulan pun mulai menampakan sinarnya yang mengartikan bahwa siang telah berganti menjadi malam. Di kediamannya Adit sedang menikmati makan malam bersama kedua orang tuanya dan sang adik, Adit merupakan anak pertama dari pasangan dokter Angga dan Julia, ia mempunyai seorang adik laki-laki yang sudah duduk di Sekolah Menengah Atas di kota Xy.
"Dek, lo kapan Ujian Akhir? Tanya Adit sambil menikmati makan malamnya
"sekitar dua bulan lagi Kak" balas sang adik
"berarti udah mulai kegiatan bimbel dong" ucap Adit lagi
"Iya kak, sudah satu bulan ini kegiatan bimbel berlangsung" jawab Aldi disela-sela makannya
"Lulus ini kamu mau lanjut kemana dek? Tanya dokter Angga
"Aldi belum tau pa, masih bingung mau lanjut kemana" jawab Aldi adiknya Adit
"ya sudah adek belajar yang bener, jangan sampai kecewain papa" Ucap sang papa
Aldi menganggukan kepalanya sambil menikmati makanannya
"Bagaimana kalau adek lanjut kuliah ditempat yang sama dengan kakakmu saja dek" ucap sang Ibu memberikan saran pada anak bungsunya
"nanti Aldi pikirkan lagi ma" jawab Aldi. "Aldi belum memikirkan itu, untuk sekarang Aldi lagi fokus untuk Ujian Akhir dulu" imbuhnya lagi
"Ya sudah apapun yang adek putuskan nanti mama tetap mendukung kamu" Tambah Ibunya
Aldi membalas dengan senyuman dan berkata "Terima kasih Ma".
"iya sama-sama" ucap sang ibu tersenyum. Mereka pun melanjutkan makan malam itu.
Setelah makan malam selesai, Adit pamit langsung masuk kedalam kamarnya.
"Ma pa, Adit masuk duluannya" pamit Adit pada kedua orangtuanya yang lagi duduk santai diruang keluarga
"iya Kak" jawab kedua orangtuanya. Adit pun berlalu meninggalkan ruangan keluarga dan masuk kedalam kamarnya, lalu ia mengambil buku yang ada dimeja belajarnya dan duduk ditempat tidur. Tak berapa lama ponsel miliknya berdering dan tertera dilayar ponsel nya nama seorang temannya yaitu Hendra teman kampusnya, ia pun segera menjawab panggilan itu
"iya halo, ada apa Hend? Tanya Adit
"Lo lagi sibuk gak?" tanya Hendra balik
"Enggak gue lagi nggak sibuk, ada apa emang? Tanya Adit lagi
"Keluar yuk, cari angin" ajak Hendra
"Kemana" Tanya Adit
"Ketempat futsal, bosan gue dirumah" jawab Hendra
"Kapan?" tanya Adit lagi
__ADS_1
"Ya sekarang lah Dit, masak iya tahun depan" jawab Hendra
"Ya udah gue siap-siap dulu" ucap Adit mengakhiri panggilannya. Ia pun bergegas bersiap-siap dan tak lama kemudian sudah terdengar suara klakson mobil milik Hendra dari arah luar. Ia keluar kamarnya dan menuju ruang keluarga dimana kedua orangtuanya berada.
"Siapa yang datang" ucap sang mama hendak berdiri menuju arah suara mobil
"Itu temannya kampus Adit, ma" jawab Adit
"Siapa?" tanya papanya
"Hendra, pa" jawab Adit. "kita mau ketempat fulsal" timpalnya lagi
"Ya udah Adit berangkat dulu ya ma, pa. Udah ditungguin tuh?" pamit Adit
"Iya, kak. Tapi pulangnya jangan terlalu larut malam ya" ucap salah satu orang tuanya
Adit pun menganggukan kepalanya dan meninggalkan ruang keluarga
"Hati-hati Kak" ucap sang Adik yang berada dekat kedua orangtuanya itu
"Iya dek, lo belajar yang bener jangan sampai kecewain mama sama papa" balas Adit. Ia pun melangkah keluar rumah. Dalam mobil Hendra sudah menunggunya.
"Halo Bro" sapa Hendra
"udah lama ya nunggu nya?" tanya Adit seraya membuka pintu mobil
Beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka tiba ditempat tujuan yaitu tempat latihan futsal, disana sudah ada beberapa para pemain lainnya yang sedang melakukan kegiatan pemanasan, Adit dan Hendra pun segera menggantikan pakaian mereka dengan pakaian khusus untuk latihan dan bergabung untuk mengikuti kegiatan pemanasan.
Waktu sudah menunjukan pukul 22.00, latihan pun sudah berakhir, Hendra dan Adit meninggalkan tempat latihan itu. Hendra melajukan kendaraannya menuju kearah kediaman Adit dan keluarganya, selama dalam perjalanan Hendra memberanikan diri untuk membuka pembicaraan
"Dit." Sapa Hendra
" iya, kenapa? tanya Adit memandang kearah Hendra
"gue pengen nikah" ucap Hendra
"sama siapa" tanya Adit lagi
"Ya sama cewek lah masak sama cowok" jawab Hendra
"Iya gue tau sama cewek, tapi siapa nama ceweknya? ucap Adit menekan kata-katanya
"gak tau" jawab Hendra spontan
"aneh lo bro" timpal Adit
"Kenapa?" Tanya Hendra
__ADS_1
"tadi lo bilang mau nikah, gue tanya sama siapa lo jawab gak tau" ucap Adit
"ya karna gue emang gak tau mau nikah sama siapa, terus gue mau jawab apa emang itu kenyataannya" balas Hendra
Adit menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar ucapan temannya itu
"Udah jangan ngomong kalau itu jawaban lo" ucap Adit kesal
"Emangnya lo gak mau nikah ya Dit?" tanya Hendra
"ya mau lah" jawab Adit
"Kapan Dit?" tanya Hendra lagi
"Nanti lah kalau sudah bisa cari uang sendiri baru gue nikah" balas Adit. "Kalau belum bisa cari uang sendiri nanti anak orang mau dikasih makan apa" timpalnya lagi
"Emangnya lo udah punya calon?" Tanya Hendra
"Belum, kalau gebetan ada" ucap Adit sambil membayangkan wajah gadis yang ia temui dipantai waktu itu
"Siapa orangnya?" Tanya Hendra antusias
"rahasia" jawab Adit
"ya.. lo gak asik Dit main rahasiaan segala, kenalin dong sama gue" ucap Hendra
"Gak ah, nanti lo naksir lagi" timpal Adit
Karena terlalu asik melakukan obrolan tak terasa mobil yang dikendrai mereka sudah tiba dikediaman Adit. Adit pun membuka pintu mobil dan turun.
"Thanks ya Broo" ucap Adit
"Yoi, gue pamit ya" pamit Hendra
" Iya hati-hati broo" kata Adit
Setelah mobil yang dikendrai Hendra sudah meninggalkan kediamannya dan tak terlihat lagi bayangan mobil itu Adit pun masuk kedalam rumahnya.
.
.
.
Buat kalian yang sudah mampir di Cerita Inneke, author ucapkan Terima Kasih
Semoga Ceritanya bisa menghibur kalian semua.
__ADS_1