
Kini Adit sudah berada didalam kamarnya, ia meraih ponselnya yang berada dinakas. Tiba-tiba ia ingin menghubungi nomor ponselnya Inneke, tapi diurungkannya karena ia ingat apa yang diucapkan sahabatnya Doni beberapa hari yang lalu jika untuk sekarang ini gadis yang membuat hatinya luluh itu sedang sibuk dengan kegiatan belajarnya sama halnya seperti Aldy adiknya
Adit pun merebahkan tubuhnya diatas kasur dan memandangi langi-langit dalam ruangan itu, lalu ia menyanyikan sebuah lagu yang menggambar tentang apa yang ia rasakan saat ini
Lamaku memendam rasa didada
Mengagumi indahmu wahai jelita
Tak dapat lagi kuucap kata
Bisuku diam terpesona
Dan andai suatu hari kau jadi milikku
Tak akan ku lepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu
Kurasa ku t'lah jatuh cinta
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya
Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
Oh diriku tersipu malu
Melihat sikapmu yang lucu
Dan andai suatu hari kau jadi milikku
Tak akan ku lepas dirimu kasih
Dan bila waktu mengijinkanku untuk menunggu dirimu
Kurasa ku t'lah jatuh cinta
__ADS_1
Pada pandangan yang pertama
Sulit bagiku untuk bisa berhenti mengagumi dirinya
Seiring dengan berjalannya waktu
Akhirnya kita berdua bertemu
Oh diriku tersipu malu
Melihat sikapmu yang lucu
Oh tuhan tolonglah diriku
'tuk membuatnya menjadi miliku
Sayangku
Kasihku
Oh cintaku
Aldy pun membuka pintu kamar milik kakaknya itu lalu masuk dan duduk dikursi belajar kakaknya, ia melihat tingkah kakaknya yang sepertinya sedang bahagia.
Karena terlalu asik dengan dunianya, Adit tidak menyadari kalau ada seseorang yang sedang memperhatikan kelakuannya itu yang tidak lain Aldy adik satu-satunya.
Sontak Adit pun langsung bangun dari rebahannya sebab ia kaget melihat adiknya yang entah kapan munculnya
"Sejak kapan lo ada disitu dek" tanya Adit
"sejak kakak senyum-senyum sendiri saat melihat keatas" jawab Aldy.
Aditpun hanya menggarukan kepalanya yang tidak gatal.
"Emangnya ada apa diatas, sehingga membuat kakak senyum-senyum sendiri?" tanya Aldy melihat kelangit-langit ruangan itu
"Kepo lo dek. Udah ah sana balik kekamarmu ganggu aja" ucap Adit sewot
"Heh.. siapa yang ganggu kakak. Justru kakak tuh yang gangguin Aldy belajar" balas Adiknya
__ADS_1
"Enak aja, sembarangan ngomong lo dek. Sejak kapan coba kakak gangguin lo belajar" tanya Adit
"Sejak kakak teriak nyanyi-nyanyi nggak jelas itu" jawab Aldy spontan
Adit pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, ia benar-benar tak menyadari apa yang dikatakan Aldy adiknya itu benar bahwa ia lah yang telah mengganggu belajar adiknya karena suaranya
"Memangnya kakak kenapa sih, lagi jatuh cinta ya?Cieeee..." ledek Aldy tersenyum
"Ah sok tau lo dek" balas Adit kesal
"Terus apa dong" tanya Aldy ingin tahu
"banyak tanya lo dek, udah cepet sana keluar" ucap Adit seraya turun dari tempat tidurnya lalu mendorong adiknya itu supaya keluar dari kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
Aldy pun meninggalkan kamar kakaknya itu dengan tersenyum menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu ia pun melanjutkan kembali kegiatan belajarnya yang terhenti karena ulah kakaknya.
Dikediamannya, Inneke yang berada didalam kamarnya sedang mempelajari beberapa kisi-kisi dalam menghadapi Ujian Akhir yang ia terima beberapa hari yang lalu, tanpa ia sadari ada sosok ibunya yang sudah duduk dipinggir tempat tidurnya
"Neng, tidurnya jangan kemaleman ya. Kamu harus banyak istirahat juga" ucap Ibu
Sontak Inneke pun kaget
"Iya bu, bentar lagi" balas Inneke melihat kearah sang Ibu. "Ibu sudah lama disini" tanya Inneke
Ibunya pun tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Neng itu bunga dari siapa?" tanya Ibunya yang melihat sebuket bunga yang terletak di lemari buku anaknya.
"Oh itu bunga yang dikirim beberapa waktu yang lalu, yang waktu itu neng cerita sama Ibu. Tapi Neng juga enggak tau pasti itu bunga dari siapa. Disini sih tertulis nama pengirimnya Aditya putra bu" balas Inneke panjang lebar.
"Neng kenal siapa Aditya Putra?" tanya Ibunya
"Enggak bu" balas Inneke menggelengkan kepalanya
"Apa jangan-jangan itu Adit yang waktu dipantai waktu itu" ucap sang Ibu menebak
"Neng juga nggak tau bu, bagaimana dia bisa tau alamat rumah kita. Neng nggak pernah memberitahunya" balas Inneke melihat kearah ibunya
"Minggu kemaren mereka datang lagi kepantai dan mampir kewarung kita Neng. Ayahmu ngobrol sama mereka" ucap Ibunya
__ADS_1
Inneke memikirkan ucapan ibunya itu, bisa jadi buket bunga itu pemberian dari Adit. Dan mungkin saja sang ayah lah yang memberikan alamat rumah mereka pada Adit.