Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.21


__ADS_3

Ilham anak sulung dari pak Adi pun tiba dirumah sakit. Ia datang sendirian karena jarak dari tempat tinggalnya kerumah sakit yang sangat jauh sehingga tidak memungkinkan jika ia mengajak keluarganya datang dimana ia memilik bayi yang masih berumur 5 bulan.


Ia terus menyusuri lorong rumah sakit mencari keberadaan orangtuanya. Dari kejauhan ia melihat dua pemuda dimana salah satu dari pemuda itu menggunakan seragam polisi sedang duduk didepan sebuah ruangan yang tertutup rapat, lalu ia pun menghampiri dua pemuda itu


"Assalamualaikum" sapa Ilham


"Walaikumsalam" balas Doni dan Adit seraya bangun dari duduknya mendengar suara seseorang


"Saya Ilham anak dari bapak Adi" ucap Ilham memperkenalkan diri seraya menyodorkan tangannya


Doni pun menyambut uluran tangannya


"Oh mas Ilham, saya Doni dan ini Adit teman saya" ucapnya memperkenalkan


"Apakah ayah saya berada didalam?" tanya Ilham menunjukan ruangan itu dengan salah satu jarinya


Doni dan Adit hanya menganggukan kepalanya bersamaan


Ilham pun membuka pintu ruangan itu untuk melihat kondisi orang tuanya, ia menghampiri ranjang pasien diikuti oleh dua pemuda tadi yang tak lain Doni dan Adit.


Betapa kagetnya ia ketika melihat dua pasien itu sudah ditutupi kain putih.


"Ini kenapa ditutupi?" tanya Ilham melihat kearah dua pemuda disampingnya


Doni dan Adit tidak menjawab pertanyaan itu, mereka hanya saling tatap menatap diam.


Ilham pun membuka kain penutup pasien itu, seketika kedua kakinya lemas melihat Ayahnya yang terbaring lemah, wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang sudah dingin.


Ia pun menitikan air matanya, tak pernah ia mengira jika ayahnya akan pergi secepat ini.

__ADS_1


"Ayah... Ibu... " panggilnya menangisi jenazah kedua orang tuanya yang sudah membisu


"kenapa ayah dan ibu secepat ini meninggalkan kami?" Ilham menggoyangkan tubuh ayahnya


Airmata mengalir deras membasahi wajah ilham, ia tak kuasa menahan kesedihannya.


Doni yang melihat itu pun segera menghampirinya dan berusaha menenangkannya


"Mas yang sabar ya, semua ini sudah menjadi kehendakNya" ucap Doni mengelus bahu ilham


"Dan setiap pertemuan pasti ada yang namanya perpisahan" tambah Doni lagi


Sudah 15 menit mereka berada didalam ruangan itu, Ilham masih saja menangisi jenazah kedua orang tuanya bahkan ia terbengkalai dilantai.


Adit yang menyaksikan itu pun ikut meneteskan air matanya melihat kesedihan yang terjadi didepannya. Ia pun ikut duduk menemani ilham dan memberi semangat untuknya.


"Yang sabar ya Mas, semuanya sudah digariskan oleh yang maha kuasa. Mas Ilham harus kuat, kasihan almarhum" ucap Adit mengelus pundaknya


Ia mempunyai empat adik dimana ia juga harus menguatkan keempat adiknya itu untuk menerima kenyataan ini.


Dikediaman keluarga pak Adi waktu sudah semakin sore, Inneke dan kedua adiknya itu masih setia menunggu kedatangan kedua orangtuanya, tapi detik berganti menit tidak ada tanda-tanda akan kepulangan orangtua mereka.


Inneke melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukan pukul 18.05, adzan magrib sudah berkumandang Inneke pun mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat magrib.


Sedangkan dirumah sakit, setelah selama 30 menit kedatangan keluarga korban dan segala administrasi sudah diselesaikan. Jenazah pun segera dibawa kerumah duka menggunakan mobil dari pihak rumah sakit.


Mobil yang membawakan jenazah pun sudah berangkat


Adit yang baru pulang kuliah harus pulang kerumah terlebih dahulu untuk membersihkan tubuhnya dan menggantikan bajunya

__ADS_1


"Don gue harus pulang kerumah dulu, lo bagaimana?" tanya Adit


"Gue ikut lo, gue juga harus balik" balas Doni


Lalu mereka pun melesat jauh meninggalkan rumah sakit.


Beberapa menit yang lalu, Inneke sudah berada diruang tamu kembali bergabung dengan kedua adiknya itu.


"Dek, kok Ayah sama Ibu jam segini belum nyampe juga ya" ucap Inneke kwatir


"Udah kakak jangan khawatir mungkin saja ayah sama ibu sudah diperjalanan" balas Indra adiknya


Tak lama kemudian terdengar suara kendaraan diluar rumah, Inneke pun berjalan menuju pintu untuk menyambut kedua orang tuanya tapi setelah ia membuka pintu ternyata yang datang bukanlah kedua orang tuanya tetapi kakaknya yang bernama Irwan berserta keluarganya.


"Eh ada kak Ayu" sapa Inneke melihat kedatangan Kakaknya beserta keluarganya.


Inneke pun menyalami kakaknya beserta iparnya lalu ia mempersilahkan tamunya itu masuk.


"Hallo veve kopanakan tante yang cantik" sapa Inneke pada keponakannya yang masih berumur 3 tahunan itu lalu ia pun menggendong keponakannya itu dan membawanya keruang keluarga.


Irwan sang kakak membawakan barang-barangnya masuk kedalam kamar dibantu oleh Indra adiknya.


Sedangkan Ayu istri nya ikut duduk di sofa ruang keluarga bersama adik dan anaknya.


Inneke melihat kakaknya itu membawa banyak barang-barang berupa tas berisikan pakaian.


"Kakak nginep disini ya?" tanya Inneke pada kakaknya


"Iya neng, mbak sama kakakmu nginep disini" jawab kakak iparnya yang duduk disebelahnya itu

__ADS_1


"Hore.., Veve nginep disini. Tidurnya sama tante yah" ucap Inneke menciumi pipi ponakannya yang masih berada digendongannya itu.


__ADS_2