Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps. 03


__ADS_3

Perjalanan menuju kota, mobil Doni terus melaju dengan kecepatan sedang, Adit yang berada dikursi samping kursi kemudi terus membayangkan wajah gadis cantik yang tadi sore mereka bertemu, Doni pun melihat tingkah aneh temannya itu


"Dit, lo kenapa senyum-senyum sendiri" tanya Doni


"Gue lagi ngebayangin wajah cantik gadis tadi sore Don" jawab Adit tanpa mengalihkan pandangannya kearah Doni. "Ngomong-ngomong tuh cewek sudah punya pacar belum ya" ucapnya lagi


"ya mana gue tau dit, kenapa juga tadi gak ditanya langsung sama orangnya" balas Doni


"lupa Don" jawab Adit singkat


Donipun melajukan kendaraannya menuju rumah Adit dengan kecepatan sedang, dan beberapa menit kemudian mereka pun tiba dirumah Adit, ia segera membuka pintu dan hendak keluar dari mobil Doni


"Thanks ya bro, minggu depan temenin gue ya ketemu sama tuh cewek" ucap Adit sebelum turun


"Tapi gue gak janji ya Dit, takut minggu depan gue masuk kerja" jawab Doni. " Udah kuliah dulu yang bener Dit, sudah sukses baru mikirin tuh cewek" tambahnya doni lagi


"Dasar lo Don, kayak nyokap gue aja" kata Adit


Doni pun hanya tersenyum, "ya sudah gue pamit dulu ya" ucapnya


"Oke broo, hati-hati" timpal Adit


Doni pun menancap pedal gas mobilnya meninggalkan rumah Adit menunju kontrakannya karena Doni hanya tinggal sendirian dikota Xy sedangkan kedua orangtuanya ada dikota yang berbeda dengannya. Doni adalah seorang polisi dan ia mendapatkan tugas di kota Xy.


Sedangkan Adit, ia seorang mahasiswa dan orangtuanya seorang dokter dikota Xy. Sudah hampir dua tahun Adit dan Doni berteman, keduanya awal bertemu ketika mereka sama-sama sedang olahraga ditempat fitnes dikota Xy.


#Dipantai


Waktu sudah menunjukan pukul 17.30 keadaan pantai pun mulai terlihat sepi pengunjung dan para pedagang sudah mulai membereskan dagangan mereka, begitu juga dengan pak Adi, istri dan anak-anaknya ikut membantu mengemas warungnya dan bersiap-siap akan pulang.


"Sudah beres semua belum?", tanya pak Adi pada anak-anaknya


"nih, masih sedikit lagi yah" jawab ketiga anaknya sambil membereskan beberapa barang yang masih tersisa


Setelah semua barang-barang beres, mereka pun bergegas menuju mobil dan segera meninggalkan pantai itu.

__ADS_1


Dalam perjalanan ayah yang berada dikursi kemudi fokus kedepan dan sang istri berada dikursi samping, sedangkan ketiga anaknya berada dikursi penumpang.


Disela-sela perjalanan ayah memulai pembicaraan


"Neng dua pemuda tadi siapa?Tanya pak Adi


"Oh yang tadi, namanya Adit dan Doni yah" jawab Inneke


"temannya sekolah neng ya?" tanya ayah lagi


"bukan yah" jawab inneke


"tapi kok tadi mereka kayak kenal gitu sama neng" imbuh pak adi lagi


"Iya, Yah. Tadi pas neng mengantarkan pesanan mereka neng kenalan juga sama mereka disana" ucap inneke menjelaskan


Pak Adi menganggukan kepalanya, sang istri pun melihat kerahnya "emangnya ada apa Yah? tanya istrinya


"enggak ada apa-apa kok buk, cuma tanya aja" ucap pak Adi


Keesokan harinya seperti biasa sebelum berangkat pak Adi dan keluarganya melakukan sarapan bersama terlebih dahulu.


Disela-sela sarapan Inneke berkata " Buk, sepertinya hari ini neng pulangnya agak sorean"


"Emangnya neng mau kemana sore baru pulang" tanya Ibu


"mulai hari ini neng ada kegiatan bimbel disekolah bu" jawabnya


"Oh sudah mulai bimbel neng, jadi nanti neng pulangnya sama siapa, kan bus sekolah sudah pulang jam dua-an " ucap sang ibu sedangkan ayah dan adik-adiknya hanya mendengarkan percakapan mereka


"mungkin neng pulangnya sam Mery bu" jawab Inneke


"ya sudah kalau begitu kalian hati-hati ya neng" ucap Ibu


Setelah sarapan selesai, ayah dan kedua adiknya sudah berangkat sedangkan Inneke masih membantu Ibunya membersihkan piring kotor seraya menunggu bus sekolah. Beberapa menit kemudian terdengarlah suara klakson bus "Telolet.. Telolet.. "

__ADS_1


"Neng itu bus nya sudah datang" ucap ibu


"Oh iya bu, ya sudah neng berangkat dulu ya bu, Assalamualaikum" kata Inneke seraya mencium tangan ibunya


"Walaikumsallam" balas sang Ibu.


Inneke segera melangkahkan kakinya keluar dan menuju bus yang sudah menunggunya itu, ia pun masuk kedalam bus seraya melambaikan tangannya pada sang Ibu yang berada didepan rumah yang mengantarkan kepergian sang anak.


Sang Ibu pun membalas lambaian tangan anaknya itu dan berlalu masuk rumah setelah bus yang ditumpangi sang anak tak terlihat lagi.


Karena saat ini Inneke sudah duduk dikelas XII, sang Ibu mengerti akan kesibukkan anaknya itu yang akan mengikuti Ujian Nasional.


Kini ini Inneke harus disibukan dengan kegiatan bimbel disekolah karena dua bulan lagi ia akan mengikuti kegiatan ujian akhir, semenjak ia memasuki semester akhir ini hampir setiap hari ia pulang sore sehingga ia pun tidak bisa membantu ibunya membuat cilok seperti biasanya.


Sang ibu pun mengerti akan kesibukan Inneke, ia memaklumi karena ini menyangkut masa depan sang anak.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16.15 Inneke baru tiba dirumah


“Assalamualaikum” ucap inneke sambil mencium tangan sang ibu dan masuk kedalam kamarnya


“Walaikumsallam” jawab sang ibu “jangan lupa makannya neng” timpalnya sedikit berteriak karena sang anak sudah menjauh.


“iya bu bentar lagi” jawab Inneke dari dalam kamarnya yang sedikit mengeraskan suaranya supaya terdengar oleh sang ibu.


Inneke pun keluar dan langsung menuju dapur, habis makan ia masuk lagi kedalam kamarnya untuk belajar


Inneke ingin memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin, ia belajar dengan giatnya karena ia tidak mau hanya mengandalkan belajar disekolah saja. Setiap pulang bimbel sore pada malam hari ia pun tetap belajar. Ia belajar dengan bersungguh-sungguh karena ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya dan ia berharap agar ia bisa melanjutkan keperguruan tinggi dengan beasiswa melalui SNMPTN.


.


.


.


Buat kalian yang sudah membaca Cerita Inneke eps.03 Author ucapkan terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2