
Adit yang baru saja tiba dirumah langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia merasa sangat lelah karena hampir seharian yaitu dari pagi sampai sore ia berada dikampus.
Beberapa minggu ini ia disibukan dengan tugas-tugas kuliah, sehingga mengharuskan ia bolak-balik kampus untuk menyelesaikan tugasnya itu karena beberapa bulan lagi ia akan mengikuti kegiatan magang.
Ia pun merogoh ponselnya yang berada didalam tas kuliahnya itu yang sejak tadi ia tak sempat membukanyanya.
Adit pun membelalakan matanya melihat banyak pesan WA yang masuk, ia membuka pesan itu satu persatu.
Ketika membuka pesan dari Doni seketika ia bangun dari posisinya dan terlihat raut wajah bahagianya. Ia tersenyum sumringah memandang foto yang Doni kirimkan padanya
"Betapa manisnya senyumanmu sehingga membuat hatiku menjadi luluh padamu" ucap Adit pelan
Waktu sudah memasuki aktivitas makan malam, Julia menghampiri anaknya untuk memberitahukan bahwa sudah tiba waktunya makan malam.
Adit tidak menyadari akan kehadiran sang mama sang sudah berada dalam kamarnya karena terlalu senang memandang foto yang Doni kirimkan padanya
"Kak, sudah waktunya makan malam" ucap sang mama
Adit pun sontak kaget yang mendapati sang mama yang sudah berada ditepi tempat tidur
"Oh.. i-iya ma" balas Adit gugup dan bangun dari posisi berbaringnya
" kamu kenapa sayang?" tanya Julia
"Adit kaget lah ma, tiba-tiba mama sudah berada dikamarnya Adit" jawab Adit
"Tadi mama sudah memanggil kamu, cuma kamunya tak menjawab mama. Makanya mama samperin aja kamu kesini" ucap sang mama menjelaskan
Adit pun bingung dengan apa yang baru saja terjadi dengan dirinya sehingga sang mama memanggilnya pun ia tidak menyadari itu dan mendapatinya sudah berada didalam kamarnya.
"Ya sudah ayo cepet buruan makan" ajak Julia berlalu meninggalkan Adit yang masih terduduk bengong.
Adit menyadari bahwa sang mama sudah berlalu meninggalkannya kemeja makan, ia pun bangun dan beranjak menyusuli sang ibu.
Ketika sudah tiba dimeja makan, Adit langsung duduk dikursi yang berada disebelah kanan papanya.
"Kakak kenapa, sakit?" tanya Aldi adiknya Adit. Sang papa pun ikut melihat kearahnya minta jawaban.
__ADS_1
"Enggak, kakak sehat" jawab Adit kemudian meneguk segelas air putih
"Terus kenapa tadi mama panggilin tidak jawab. Kakak ketiduran?" giliran sang papa yang bertanya
"Oh iya pa, Adit sedikit kecapekan. Dari pagi sampai sore jadwal kuliahnya Adit full" balas Adit
"Tapi tadi pas mama nyamperin kamu, mama lihat kamu tidak sedang tidur. Malah senyum-senyum sendiri menatap ponsel" timpal sang mama
Adit hanya mengusap-usap tengkuknya mendengar ucapan sang mama yang memergoki dirinya dengan tingkah konyolnya yang ia lakukan barusan.
"Oh itu tadi kakak sudah bangun ma, cuma pengen tau aja apa yang akan mama lakukan pada Adit jika melihat kakak seperti tadi" ucap Adit mengada-ngada
"Ya sudah cepat habisin makannya biar cepet istirahat" ucap sang papa
Adit pun menganggukan kepalanya dan mulai menikmati makan malamnya.
Selesai makan, Adit pun beranjak menuju ruang keluarga dimana kedua orangtua berada.
"Aldi kemana ma?" tanya Adit melihat adiknya yang tidak ikut berkumpul diruangan itu
"Adikmu sudah masuk kedalam kamarnya" balas papanya
"Kan adikmu bentar lagi akan mengikuti Ujian Akhir kak, makanya ia harus belajar yang bener supaya tidak mengecewakan papa" kata sang papa
Nggak biasanya, palingan kan dia juga ikut duduk disini sebentar baru masuk kekamarnya. Batin Adit
"Sudah jangan ganggu adikmu, biarkan ia belajar yang bener. Bagaimana dwngan kuliahmu hari ini?" tanya papa
"lancar pa seperti biasa. Papa sendiri bagaimana kerjanya?" ucap Adit
"Papa juga lancar sayang, cuma hari ini ada seorang pasien yang kompline gegara obat yang dikasih oleh perawat salah. Padahal perawat papa sudah minta maaf cuma bapak itu marah-marah enggak jelas dan bentak-bentak perawat yang jaga dibagian obat itu" kata sang papa panjang lebar
"Terus pa?" tanya mamanya antusias
"Ya papa suruh security untuk membawa pasien itu keluar dengan alasan supaya tidak menimbulkan keributan dirumah sakit itu. Kasihan kan sama pasien yang lain" jelas sang papa
Adit yang ikut mendengarkan penjelasan papanya tidak memberikan komentar apapun, ia tidak mau ikut campur.
__ADS_1
"Kak, nanti kamu kalau magang ditempat papa kerja aja. Jadi papa bisa memantau kamu juga" ucap sang Papa.
"apa bisa pa? Kan biasanya pihak kampus yang ngaturnya" tanya Adit
"nanti papa yang akan bicarakan ini sama dosenmu. Kebetulan dosenmu itu teman papa kuliah dulu" jawab dokter angga
Adit pun tidak bisa bicara lagi jika papanya sudah mengambil keputusan. Begitu juga dengan mamanya, sang mama juga tidak bisa membujuk suaminya itu jika keputusan sudah ditetapkan.
"Ma-Pa, Adit kekamar duluan ya" pamit Adit
"Iya sayang, kamu istirahat yang cukup ya. Tidurnya jangan kemaleman" ucap sang mama
"iya ma" balas Adit beranjak dari duduknya dan berlalu meninggalkan kedua orang tuanya
Adit kuliah mengambil ilmu kedokteran lebih tepatnya dokter spesialis, itu semua atas saran dari papanya supaya ia bisa mengikuti jejak orang tuanya yang merupakan seorang dokter. Ia pun tidak mempermasalahkan atas apa yang menjadi keputusan papanya itu, karena ia beranggapan bahwa apa yang anjurkan oleh orangtuanya pasti itu yang terbaik pikirnya.
Saat akan menuju kamarnya berada ia melewati kamar adiknya, ia pun menghentikan langkahnya
"Lo lagi ngapain dek?" tanya Adit menyenderkan punggungnya didaun pintu kamar adiknya
"Lagi belajar kak. Kakak beneran nggak kenapa-kenapa" balas Aldy melihat kearah kakaknya.
"Iya beneran bawel, kakak baik-baik aja nih lihat kalau enggak percaya. Enggak ada yang lecet kan?" jawab Adit menjelasan
Sang adik pun hanya membalas dengan tersenyum.
"Ngapain lo senyum-senyum gitu, takjup ya melihat kegantengan kakak lo ini" ucap Adit sombong
"Wah kakak terlalu kepedean, pentesan aja enggak punya pacar" ejek Aldy
"siapa yang bilang kakak lo yang ganteng ini enggak punya pacar" balas Adit
"aku" jawab Aldy mengarahkan salah satu jarinya kearah dirinya sendiri.
"Lo nggak tau ya, kalau kakak lo ini lagi punya gebetan?" tanya Adit
"Enggak. Kan kakak enggak pernah cerita" balas Aldy
__ADS_1
"Oh iya yah. Sudah ah belajar sana yang bener dek, kakak kemar dulu" ucap Adit berlalu meninggalkan kamar adiknya
Aldy hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kakaknya itu.