
"Ye gue bercanda bro" ucap Erick menyenggol sahabatnya itu. "Nanti gue bakalan bantu lo PDKT-an sama dia" imbuhnya lagi
"Ah yang bener lo bro" ucap Hendra tak percaya
"Iya beneran" balas Erick meyakinkan
"Nah gitu dong bro, itu baru namanya sohib" ucap Hendra lalu merangkul sahabatnya itu
Satu persatu tamu undangan pun meninggalkan pesta itu karena malam yang semakin larut. Pesta itu pun telah usai, hanya beberapa orang para pelayan restoran yang masih terlihat ditaman itu yangsedang merapikan tempat tersebut.
Erick dan Hendra pun sudah tiba dikediaman orangtuanya Erick, mereka menginap disana
Penampilan Inneke pada pesta Anniversarry tante Susan dan Om Budi
Penampilan Erick sepupunya
Penampilan Hendra
"Erick... bangun sayang. Udah siang ajak si Hendra sarapan" sapa Susan ibunya Erick
Tok tok tok.. "Erick. Bangun sayang, ayo kita sarapan" ucap Susan lagi
__ADS_1
"Iya ma" jawab Erick dengan suara khas bangun tidurnya
Erick pun membuka matanya, karena sang ibu yang sudah memanggilnya. Ia melihat si Hendra masih terlelap disebelahnya
"Woyy... bangun woy udah siang" ucap Erick. Namun Hendra sama sekali tidak sadarkan diri.
"Ni orang, masih ada napas apa kagak sih" gerutu Erick lalu beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
Tak lama kemudian ia pun keluar dari kamar mandi dan mendapati sahabatnya itu masih terlelap
"Dra.. bangun woy udah siang" sapa Erick menggoyangkan tubuh temannya itu. Tapi sama sekali tidak ada hasil malah si Hendra menggeliat dan terlelap kembali
"Astaga... Ini anak orang bener-bener ya" celutuk Erick kesal
"Woy bangun, ada Sisca tuh udah nungguin" ucap Erick didekat telinga sahabatnya itu.
Mendengar nama Sisca, Hendra pun sontak membuka matanya.
Ia buru-buru bangun dan langsung masuk kedalam kamar mandi dengan tergesa-gesa.
"Dasar ya, giliran disebutin cewek langsung aja sadarkan diri" ucap Erick lalu membuka lemari pakaiannya dan mengambil beberapa potong pakaian rumah miliknya
CEKLEK
Terdengar suara pintu dibuka, dari balik ruangan kecil itu nampaklah Hendra yang bertelanjang dada dengan handuk yang melilit diibadannya
Erick pun menatap lekat kearah sahabatnya itu. Hendra yang melihat sahabatnya itu menatap lekat kearahnya langsung berdecak pinggang
"Ngapain lo ngeliat gue kayak begituan, apa jangan-janganlo naksir sama gue setelah melihat tubuh gue yang sispect ini" canda Hendra
Erick pun melemparkan beberapa potong pakaian yang ada ditangannya kearah wajah sahabatnya itu
"Nih baju buat lo, buruan! Gua kemeja makan duluan" ucapnya lalu meninggalkan Hendra yang masih bertelanjang dada
"Iya ntar gua nyusul bro" balas Hendra
__ADS_1
Setelah kepergian sahabatnya itu, Hendra pun bergegas menggantikan bajunya lalu menyusul kedapur
"Pagi Tante" sapa Hendra
"Pagi juga Hendra, bagaimana dengan istirahatmu tadi malam. Apakah Erick memperlakukan kamu dengan baik" kata Susan
"Wah sangat tidak baik tante. Erick tidurnya seperti singa" ucap Hendra
Mendengar apa yang diucapkan Hendra, sepasang suami istri itu pun terbahak-bahak
"HAHAHA... Kamu ada-ada aja" ucap Susan menggeleng-gelengkan kepalanya
"Oh iya rencananya kalian kapan baliknya?" tanya Budi disela-sela makannya
"M'mmm rencananya sih nanti sore Om" ucap Hendra.
"Iya pa, soalnya pagi ini kita mau jalan-jalan dulu. Ni anak pengen ketemu ..." kata Erick menggantung
"Ketemu siapa, pacarnya?" tanya Susan
"Bukan siapa-siapa kok tante" balas Hendra tersenyum kikuk
"Biasa ma gebetan" ucap Erick menimpali
"Wah kalau gitu boleh dong kenalin sama Om dan tante" kata Budi
Belum sempat Hendra menjawab, tiba-tiba Erick pun sudah ngerocos aja.
"Nggak perlu pa, papa sama mama juga sudah kenal kok" ucap Erick
"Siapa?" tanya Susan
"Siapa lagi kalau bukan...? balas Erick menggantung karena tiba-tiba Hendra sudah menyumpali mulutnya dengan bual apel.
.
__ADS_1
.