
Keesokan harinya waktu sudah menunjukan pukul 10.00 dimana waktu istirahat tiba, bel pun berbunyi
KRINGG... KRINGG..
Semua para siswa beranjak keluar dari dalam kelas masing-masing begitu juga dengan Inneke, kini ia dengan sahabatnya yang tak lain Mery sudah berada dikantin sekolah
"Eh Mer, aku mau cerita sama kamu" ucap Inneke disela-sela makannya
"Oh ya? Cerita aja, ada apa? tanya Mery antusias
"jadi gini, kemaren sore ada tukang bunga datang kerumah aku kasih sebuket bunga mawar" ucap Inneke
"terus itu bunga untuk siapa?" tanya Mery sambil memasukan makanan kedalam mulutnya
"untuk aku" jawab Inneke spontan yang membuat sahabatnya itu tersedak
"UHUKK... UHUKK... UHUKK.."
"hey pelan-pelan dong" ucap Inneke kwatir melihat sahabatnya yang tersedak itu. Lalu Mery pun meneguk minumannya
"Itu bunga dari siapa?" tanya Mery dengan kondisi yang sudah tidak tersedak lagi tapi mukanya masih merah akibat kejadian yang di alaminya barusan.
"Dikertas itu nama pengirimnya tertera Aditya Putra" balas Inneke
"siapa Aditya Putra, pacar lo? Sejak kapan lo punya pacar" tanya Mery karena sampai saat ini yang ia tau bahwa sahabanya itu belum memiliki pacar
Inneke menggelengkan kepalanya
"Tapi beberapa minggu yang lalu aku ketemu sama dua orang pria dan salah satu dari mereka ada yang bernama Adit. Tapi dia nggak menyebutkan nama panjangnya" ucapnya menjelaskan
"Kapan lo ketemu?" tanya Mery
"untuk tanggalnya sih aku sudah lupa entah tanggal berapa, tapi harinya waktu itu hari minggu iya hari minggu" jawab Inneke mengingat-ingat kejadian itu. "waktu itu aku ketemu mereka dipantai" tambahnya lagi
"Mungkin saja orang yang kirim bunga itu orang yang sama" kata Mery
"Bisa jadi sih, tapi dari mana mereka tau alamat rumahku Mery? Secara kan aku nggak kasih tau alamat rumah" balas Ineke
"bisa jadi kan dia tanya sama orang lain In" ucap Mery
__ADS_1
"Bisa juga sih, tapi untuk apa dia kirim bunga mawar buat aku" tanya Inneke
"Mungkin saja dia salah satu orang yang ngefans sama lo, secara kan lo itu cantik baik ramah lagi" ucap Mery
"Kamu mah jangan berlebihan napa" kata Inneke
"Lah emang kenyataan kok, satu sekolah ini aja banyak yang ngincar-ngincar lo" balas Mery
Inneke pun mendengus kesal
"yang seriusan dikit coba Mer" ucal Inneke
"Gue juga serius kali In, lo nya aja yang nggak pernah sadar diri" jawab Mery
"Iya deh iya" balas Inneke dengan kata-kata yang ditekan.
Ia pun membenarkan tentang ucapan sahabatnya itu, bahwa sejak mulai pertama ia masuk di SMA itu pun sudah banyak baik kakak kelas maupun teman-teman seangkatannya yang menyukainya. Bahkan ketika ia duduk dikelas 12 ada salah satu guru yang masih lajang pun ikut menyukainya.
"atau mungkin jangan.. jangan.." ucap Mery menggantung
"jangan jangan apa Mer? tanya Inneke menatap kearah sahabatnya itu
"jangan jangan dia naksir lagi sama Lo" kata Mery
"kalau dia naksir lo beneran gimana" kata Mery
"Tau ah, masa iya ketemu baru pertama kali cuma sebentar doang bisa langsung suka" gerutu Inneke
" Hey nona yang tidak sadarkan diri akan kecantikannya mungkin saja kan ia terpesona ketika pertama kali melihat lo kayak disinetron-sinetron gitu" ucap Mery
"Tapi itu kan sinetron Mer" balas Inneke dengan kata-kata yang ditekan
"Bisa juga jadi kenyataan kan" jawab Mery
Inneke pun hanya mendengus kesal sambil meneguk kembali minuman dingin nya.
Dari arah pintu masuk kantin ada seorang pria yang sedang membawa makanan dan berjalan menuju kearah meja yang ia tempati bersama sahabatnya itu, yang tak lain pria itu adalah guru olahraga yang bernama Yuda Mahendra Galih. Yuda Mahendra merupakan guru olahraga baru disekolahnya Inneke yang menggantikan guru lama karena sudah memasuki usia pensiun.
Guru Yuda adalah seorang lulusan yang sangat berprestasi sehingga ia bisa menyelesaikan pendidikannya dengan waktu yang cepat dari waktu normal, ia juga masih muda dan masih lajang
__ADS_1
Pria itu pun menarik kursi dan duduk disebelahnya
"Boleh gabung" tanya Pak Yuda
"Bo.. Boleh pak" jawab Mery gagap
Lalu pak Yuda menoleh kearah Inneke tapi Inneke sama sekali tak melihat kearahnya
"Sudah makan?" tanya Pak Yuda pada Inneke
Inneke pun menoleh pada pak Yuda dan berkata
"saya?" tanya Inneke menunjukan jari telunjuknya kearah dirinya sendiri
"iya" jawab pak Yuda
"Oh sudah pak" balas Inneke tersenyum santai
"Mari makan" ajak Pak Yuda pada Inneke dan sahabatnya itu
"Mari pak silahkan" jawab Mery sopan. Sedangkan Inneke ia hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya
Yuda pun mulai menikmati makanannya. Sedangkan Inneke dan Mery, mereka berdua hanya diam seribu bahasa setelah kedatangan guru olahraga itu tanpa berbicara apapun.
Setelah sekian lama mereka menghabiskan waktu istirahat dikantin, suara Bel pun kembali terdengar dimana tiba waktunya masuk kelas kembali. Inneke pun beranjak dari kursinya diikuti oleh sahabatnya
"Pak kita duluan" ucap Inneke tersenyum ramah pada Yuda
"Oh iya silahkan, hati-hati" balas Pak Yuda
Inneke dan Mery pun berjalan beriringan dan meninggalkan kantin itu.
Mery Yolanda (sahabatnya Inneke Siscawaty)
.
.
__ADS_1
.
Terima Kasih banyak Author ucapkan buat kalian yang sudah mampir di Cerita Inneke