Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.23


__ADS_3

Suasana rumah almarhum pun mulai sepi para pelayat karena malam yang semakin larut hanya tinggal beberapa orang saja.


Tak jauh dari keberadaan jenazah terlihat dua pemuda yang sedang duduk dan membaca surah yasin. Mereka adalah Adit dan Doni yang sudah tiba beberapa menit yang lalu.


Diruangan keluarga, ada Ayu beserta anaknya yang sudah terlelap. Tapi mereka masih setia menemani Ilham dan adik ipar perempuannya itu. Sedangkan Irwan mengobrol ia menemani beberapa pelayat didepan rumah.


Melihat adik iparnya itu Ilham pun jadi kasihan.


" Mbak Ayu, itu veve sudah terlelap dibawa saja masuk. Kasihan dia terlihat sangat lelah" ucap Ilham


"Baik kak" balas Ayu lalu menggendong anaknya masuk kedalam kamar mertuanya untuk istirahat, karena ia juga ngerasa sangat lelah dengan perjalanan mereka yang lumayan jauh.


"Kak, aku ingin melihat Ayah dan Ibu" ucap Inneke yang masih berada dipelukan Ilham


Ilham pun melepaskan pelukannya dan menatap kearah adiknya.


"apa kamu sudah yakin" tanya kakaknya itu


Inneke pun mengangguk. Lalu ia beranjak dari duduknya menuju ruang tamu dimana kedua orang tuanya berada yang didampingi oleh sang kakak.


Ia mendekati tubuh ayah dan ibunya yang terbaring kaku, lalu ia pun duduk disana.


Perlahan ia membuka kain penutup pada tubuh ibunya, seketika tetesan airmata pun jatuh dari pelupuk matanya


"Ibu... Ibu... Hiks hiks hiks" ucap Inneke menangis dan tak lama kemudian ia pun jatuh pingsan lagi


Ilham yang masih setia berada disampingnya pun langsung membopong tubuh adiknya dan membawanya masuk kedalam kamar.


Lalu sang kakak pun membaringkan tubuh Inneke diatas kasur dan menyelimutinya.

__ADS_1


Ia menatap lekat wajah adiknya yang masih belum sadarkan diri itu. Terlihat jelas kesedihan diwajah Inneke


"Kasihan sekali kamu neng" ucap Ilham


Keadaan pintu kamar yang terbuka, Indra yang melihat itu pun melangkah masuk kedalam ruangan itu.


"Bagaimana kondisi teh keke'?" ucap Indra


"masih belum sadar Dra" balas Ilham sang kakak


"Dra, tolong ambilkan kakak segelas air minum ya" pinta Ilham


"Iya kak, ya udah Indra keluar dulu ya kak" ucap Indra


pada kakak sulungnya itu.


Dan tak tama kemudian Indra pun datang dengan membawa segelas air putih yang diminta oleh sang kakak. Lalu ilham meletakan air minum itu diatas nakas tempat tidur Inneke.


Setelah kepergian Indra, hanya Ilham dan Inneke yang berada diruangan itu, Ilham masih setia menunggu adik perempuannya itu sampai sadarkan diri. Ia tidak ingin meninggalkan adik perempuannya itu karena ia tau pasti adiknya itu sangat terpukul.


Sambil menunggu ilham membuka ponselnya dan mencari kontak istrinya.


Ia ingin mengabari berita duka itu pada anak dan istrinya yang berada jauh diseberang sana.


Hampir sepuluh menit Inneke tak sadarkan diri, Ilham yang berada disampingnya pun merasa khawatir dengan kondisi adiknya itu, ia pun meraih minyak angin dan menaruhnya dihidung adiknya itu supaya sang adik bisa mencium aroma minyak itu.


Perlahan Inneke pun membukakan matanya dan mendapati sang kakak berada disampingnya.


"Minum dulu neng" ucap Ilham memberikan segelas air putih pada adiknya dan Inneke pun segera meminumnya.

__ADS_1


"Bagaimana neng sudah mendingan" tanya Ilham. Inneke hanya mengangguk sebagai jawabannya.


"Ya sudah kamu istirahat disini saja ya neng" ucap sang kakak


"neng pengen lihat Ayah dan Ibu kak" balas Inneke


"Gak usah neng istirahat saja dulu ya" ucap Ilham lembut


"Tapi neng pengen lihat kak" balas Inneke mulai menangis


"Tuh kan kamu nangis lagi" ucap sang kakak mengusap air mata adiknya. Ia tidak tega melihat keadaan adik perempuannya itu.


Ilham pun memeluk kembali adiknya, ia berusaha kuat untuk menenangkan adiknya itu.


"Neng jangan nangis lagi ya. Pasti Ayah sama Ibu sedih kalau melihat neng nangis terus" ucap Ilham menenangkan.


"Ya sudah neng nggak nangis lagi, tapi boleh ya neng lihat Ayah sama Ibu" rengek Inneke


Lalu Ilham pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah adik perempuannya itu, ia menghapus airmata adiknya.


Mereka pun beranjak keluar dan menghampiri jenazah kedua orang tua mereka.


.


.


.


Terima kasih sudah mampir dicerita Inneke

__ADS_1


__ADS_2