Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.09


__ADS_3

Setibanya mereka dipantai, Doni pun segera memarkirkan mobil miliknya. Setelah mobil terparkir dengar teratur ia dan teman-temannya langsung menuju kesebuah warung yang tak lain milik pak Adi


“Assalamuallaikum” Ucap Doni


“Walaikumsallam” Balas pak adi


Doni mengulurkan tangannya pada Pak Adi, lalu pak Adi pun menyambut uluran tangan Doni, kedua teman-temannya itu


pun menyalami Pak Adi secara bergantian


"Mari silahkan duduk Dek" ucap Pak Adi


"Oh iya terima kasih Pak" balas Doni, mereka pun memilih tempat duduk yang menghadap kearah pantai


"mau pesan apa dek?" tanya Istrinya pak Adi


"Kelapa mudanya tiga ya bu" jawab Adit. "ditambah sama Otak-otaknya 150" timpal Doni


"Baik, ada lagi" tanya istri pak Adi


"Kayaknya udah itu aja dulu bu" jawab Doni


"Tunggu sebentar ya Dek" ucap Istri pak Adi berlalu meninggalkan ketiga tamunya dan melangkah kebelakang untuk menyiapkan apa yang sudah dipesan


Buk Iin pun menyiapkan otak-otak sebanyak 150 biji.


Lalu pak Adi pun mengambil tiga biji buah kelapa muda dan membukanya.


Doni dan Hendra sibuk dengan ponselnya masing-masing, sedangkan Adit clingak-clingukan mencari sosok gadis yang ingin ia temui namun ia tak menemukan gadis itu.


Tidak berapa lama mereka menunggu, pak Adi pun datang menghampiri mereka dengan membawa tiga buah kelapa muda yang sudah dibuka dan siap untuk dihidangkan


"Permisi, ini es kelapanya dek" ucap pak Adi meletakan buah kelapa muda dimeja dihadapan Adit dan kawan-kawan


"Oh iya terima kasih banyak Pak" jawab Adit


"Ini otak-otaknya" ucap Bu Iin menyajikan tiga buah piring yang berisikan setiap satu piring terdapat 50 biji otak-otak

__ADS_1


"Terima kasih banyak Buk" balas Doni


"Iya dek, selamat menikmati" ucap Bu Iin. Pak Adi dan istrinya pun berlalu meninggalkan Doni dan kedua temannya.


Setelah pesanan mereka sudah disajikan semuanya, Hendra pun menghentikan main ponsel miliknya dan meletakannya diatas meja dihadapannya, ia mulai menyantap makanan yang sudah ada didepannya itu dan diikuti Adit. Sedangkan Doni masih sibuk dengan ponsel miliknya, ia mengambil beberapa foto pemandangan indah pantai itu dengan ponsel miliknya.


"Broo, sampai kapan lo mau terus-terusan dengan kegiatanmu itu?" ucap Adit membuka suara


"nanggung nih viewnya bagus banget" balas Doni sambil mengambil beberapa foto lagi


Hendra sama sekali tak menghiraukan kedua temannya itu, ia hanya menikmati otak-otak itu dengan lahapnya.


Ketika Hendra hendak memasukan satu biji otak-otak kedalam mulutnya, ia melihat Adit yang duduk dihadapannya itu seperti mencari sesuatu. Hendra pun menegurnya


"Lo cari siapa" tanya Hendra mengikuti kearah pandangan Adit


Adit tidak menghiraukan pertanyaan temannya itu, ia masih saja sibuk dengan pandangannya kearah setiap sudut warung mencari sosok gadis itu tapi tidak menemukannya juga. Doni pun menghentikan aktivitasnya melihat Adit yang lagi gusar.


"Dari pada bingung kayak gitu mendingan coba lo tanya sana sama orangtuanya" ucap Doni santai dan mulai menikmati kelapa mudanya


Tak lama kemudian Pak Adi menghampiri mereka bertiga dan duduk tak jauh dari Doni dan teman-teman.


"Mari makan Pak" kata Doni menawarkan


"Silahkan dek" balas pak Adi tersenyum ramah


"Oh ya, Bapak sudah lama ya jualan disini?" tanya Doni basa-basi


"Lumayan dek, sekitar 4 tahunan" jawab pak Adi


Doni pun tersenyum menganggukan kepalanya.


"Bapak tinggalnya didaerah sekitaran ini ya Pak? tanya Adit menimpali


"Bukan dek, bapak tinggalnya didesa Qy" jawab pak Adi


"Jauh juga ya Pak" timpal Adit lagi.

__ADS_1


"Lumayan dek, butuh waktu 1 jam dalam perjalanan dari sini" balas Pak Adi. "Kalian tinggal didaerah sini?" tanya balik Pak Adi


"iya Pak, kita tinggal didaerah sekitaran ini" jawab Hendra menimpali


Pak Adi manggut-manggut mengerti.


"Ngomong-ngomong Ini kalian bertiga sudah kerja atau masih kuliah Dek?" tanya Pak Adi


"Kalau saya sudah kerja pak, mereka berdua yang masih kuliah" ucap Doni menjelaskan


"Oh, kuliah dimana dek? Soalnya Bapak punya anak yang duduk di SMA, sudah kelas dua belas sih dua minggu lagi akan Ujian Akhir. Bapak mau cari tempat kuliah yang biayanya agak murah untuk anak bapak" kata Pak Adi menjelaskan


"kalau kita di Universitas XXX pak" jawab Adit


Pak Adi menganggukan kepalanya lalu mengingat-ingat kampus yang disebutkan oleh Adit


"Kalau tidak salah Universitas XXX ini yang terkenal elite itu ya?" tanya Pak Adi


Adit dan Hendra hanya menjawab dengan tersenyum


"Gadis yang kemaren anak bapak, kok gak keliatan?" tanya Doni


"Iya, tapi sekarang nggak ikutan kesini. Tinggal dirumah karena harus belajar untuk mengikuti Ujian Akhir" balas Pak Adi.


Pak Adi pun beranjak dari duduknya ketika melihat ada tamu


"Dek bapak kedepan ya ada pembeli" ucap pak Adi


"Oh iya silahkan pak" jawab Adit dan kedua temannya


Pak Adi pun berlalu meninggalkan mereka bertiga untuk melayani para pembeli yang datang memesan makanan.


Pantesan dari tadi nggak kelihatan. Gumam Adit dalam hati


Doni melihat kearah Adit, ia bisa melihat dari raut wajah Adit kalau apa yang dicari-cari olehnya dari tadi sudah terjawab.


Mereka bertiga pun beranjak dan segera bergegas pamit kepada Pak Adi dan Istrinya

__ADS_1


__ADS_2