Cerita Inneke

Cerita Inneke
Eps.35


__ADS_3

Saat ini Inneke sedang mengobrol bersama dua orang pria yang tak lain adalah Erick kakak sepupunya yang lebih tua tiga tahun darinya dan Hendra teman dekat dari kakak sepupunya itu. Sesekali mereka saling tertawa lepas sambil menikmati beberapa cemilan yang ada didekat mereka.


Waktu pun terus berputar tak terasa sudah menunjukan jam 22.00, Irwan melihat istrinya yang sedang duduk disofa dengan sang buah hati yang berada dipangkuannya.


Irwan mengarahkan pandangannya kearah seluruh penjuru taman dimana pesta itu digelar, ia mencari sosok adiknya yang entah ada dimana. Namun tak lama kemudian matanya pun tertuju pada 2 orang pemuda yang membelakanginya dimana mereka sedang bercanda ria dan ditemani oleh seorang perempuan yang tidak lain adalah adiknya.


Irwan pun melangkahkan kakinya mendekati adiknya.


"Ehem'mm..." kata Irwan berdehem


Ketiganya pun sontak membalikan badan mencari asal suara itu


"Eh kak Irwan, apa kabar sekarang kak?" sapa Erick menyalami Irwan


"Baik. Kamu sendiri, bagaimana dengan kuliah mu?" ucap Irwan


"Alhamdulillah lancar kak. Mudah-mudah awal tahun depan sudah lulus" kata Erick tersenyum


"AMIN" jawab mereka bersama


"Oh iya kak, kenalin ini temennya Erick. Dan lo bro, kenalin ini kak Irwan kakaknya Sisca" ucap Erick


Lalu keduanya pun saling bersalaman dan memperkenalkan diri

__ADS_1


"Selamat malam Kak, saya Hendra temannya Erick" ucap Hendra menyalami Irwan. Lalu Irwan pun membalasnya


"Malam, Irwan kakaknya neng" kata Irwan tersenyum


"Kalau begitu kak Irwan sama neng pamit ya Rick, kasihan anak kakak sudah ketiduran tuh" ucap Irwan


"Oh begitu. Iya kak terima kasih sudah mau datang diacara anniversary mama sama papa" kata Erick


"Iya Rick sama-sama. Semoga cepet lulus" ucap Irwan menepuk pundak sepupunya itu


"AMIN, terima kasih. Hati-hati dijalan semoga selamat sampai tujuan kak" ucap Erick lagi


"Kak aku duluan ya" pamit Inneke


Inneke dan kakaknya pun berlalu meninggalkan Erick dan Hendra. Mereka bergegas pamit pada tante Susan dan om Budi sebagai pemilik acara itu.


Setelah kepergian Inneke, kini hanya ada Erick dan Hendra saja. Mereka saling mengobrol hal-hal tentang kampus dimana mereka menimba ilmu.


"Ah gila lo bro, punya sepupu cakep kek gitu gak dikenalin ke gua. Sohib kayak apaan lo" protes Hendra


"Lah, kan barusan gua kenalin sama lo" balas Erick


"Iya. Tapi kenapa enggak dari dulu" kata Hendra

__ADS_1


"Emangnya kenapa?" tanya Erick


"Kan lo tau sendiri gue jomblo udah lama. Coba lo kenalin dia dari dulu pasti gue nggak jomblo selama gini. Gimana sih lo, katanya sohib gue" gerutu Hendra


"Nah kenapa lo nyalahin gue. Yang jomblo situ kok yang salah gue" ucap Erick tak terima


"Ya salah lo lah" kata Hendra tak mau kalah


"Hey kadal sadar diri, salah lo sendiri lah mutusin Febby. Coba aja kalo elo nggak putusin tuh Febby, gua jamin lo nggak jomblo kek gini" kata Erick


"Iya-iya gua yang salah. Puas lo" ucap Hendra kesal. Ia tidak bisa menyalahkan sahabatnya itu, karena apa yang dikatakan sahabatnya itu memang benar.


"Eh ngomong-ngomong tuh sepupu lo sudah punya pacar belom?" tanya Hendra


"Tau'. Emang kenapa, lo naksir?" kata Erick curiga


"Kalau iya emang kenapa?" jawab Hendra enteng


"Ya enggak kenapa napa sih, asal..?" ucap Erick menggantung


"Asal apa?" tanya Hendra antusias


"Ya asal lo enggak ngelibatin gue dalam PDKT lo sama dia" jawab Erick dengan kata-kata yang ditekan.

__ADS_1


"Nggak asik lo bro, masa sama sohib sendiri kayak gitu" gerutu Hendra


__ADS_2