CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 10


__ADS_3

Setelah Armand pergi dari ruangannya, Angga Merasa sangat kesal juga marah. Dan hani lah yang menjadi sasaran amarahnya kali ini.


" Sudah kamu bawa semua berkas itu, keluar dari ruangan saya " ucap Angga.


Hani hanya melangkah keluar membawa setumpuk berkas yang harus dikerjakannya. Sementara Angga masih dengan emosinya.


" Kurang Ajar Armand, sudah berani berontak rupanya sekarang "


" Saya harus kasih pelajar dia " ucapnya dengan nada kesal.


Armand yang sudah diruangannya pun sama masih dengan emosinya, hanya saja dia mencoba meredam amarahnya.


Armand kembali membakar Rokoknya, setelah beberapa hisap Armand mematikannya lagi karena Armand merasa emosinya mereda.


Tiba - tiba


* Tok ...


* Tok ...


Suara pintu ruangannya terdengar di ketuk. Armand pun menjawab ketukan itu dengan menyuruhnya masuk.


" Permisi Pak, Ini tamunya sudah datang " Ucap Irma.


" Oh iya ir, terimakasih " ucap Armand


Setalah Mereka masuk Irma pun Kembali menutup pintu ruangan Armand dan kembali ke mejanya. Sementara Armand yang sedang duduk pun berdiri menyambut kedatangan Yoga Adrian bersama seorang gadis Cantik.


" Bagaimana kabarnya Pak ? "


" Kabar Baik pak Armand. "


" Oh iya Pak Armand, Perkenalkan Ini Anak saya VONY AURORA "


" Dia kebetulan baru menyelesaikan S2 nya di Singapur "


Ya, Rupanya kedatngan Yoga bersama puterinya yang baru pulang menyelesikan S2 nya di singapur. Vony berpenampilan Sangat Cantik, Senyuman Manisnya menggambarkan kepribadiannya yang selalu ceria.


Armand yang melihat senyumannya tak ragu untuk menyalami Vony. Pesona kecatikan Vony begitu kuat menarik perhatian Armand, Namun Armand mencoba nunutupi kekagumannya itu dengan bersikap Profesional.


" Saya Armando " Ucap Armand dengan keramahannya.


" Oh iya silahkan Duduk " lanjut Armand


Mereka pun duduk berhadapan bersama Armand. Setelah cukup lama berbasi - basi Yoga pun menjelaskan maksud kedatangan mereka yang sebenarnya.

__ADS_1


" Jadi Begini Pak Armand, untuk kedapannya Perusahaan saya akan di pimpin Oleh Vony, Mungkin saya hanya berada di belakang layar saja, saya ingin memberikan kesempatan terbaik untuk anak saya ini. Jadi kedepannya saya harap Pak Armand bisa membimbingnya untuk menjaga kerjasama yang sudah terjalin selama ini." Ucap Yoga


" Begitu Pak rupanya " jawab Armand singkat.


" Ya Pak, Vony sangat smart dan mudah untuk beradaptasi, hanya saja dia belum berpengalaman jadi mohon bimbingannya." Ucap Yoga yang membanggakan anaknya


" Tentu saja pak, pasti saya bimbing dan jaga kerja sama kita selama ini " Jawab Armand dengan ramahnya


" Terimakasih banyak Pak Armand"


" Kalau begitu saya pamit " Pamit Yoga


Armand pun mengantarkan mereka sampai Area parkir. Karena kebetulan jam sudah menunjukan 11: 52 armand tidak kembali ke ruangannya melainkan makan di kantin yang tak jauh dari parkiran setalah mengantarkan Yoga dan Vony.


Armand Begitu menghormati Yoga, pasalnya YOGA ADRIAN adalah seorang Rekanan Perusahaan senior, Yoga sudah banyak memenangkan tender dari perusahaan sejak kepemimpinan Dikson


Disamping memiliki ikatan pertemanan dengan Dikson, Perusahaan Yoga juga memang selalu menjaga Mutu dalam pelaksanaan Kontraknya selalu menjadi andalah Perusahaan Dikson dalam mengembangkan Perusahaannya.


----------' xxxx ----------' xxxx ----------' xxxx


Sementara Itu Puteri sudah bersiap dengan kepulangannya ke jakarta. Puteri harus berangkat terlebih dahulu. Karena Hendrik masih dengan kesibukannya dan memilih jam penerbangan sore untuk kembali ke jakarta.


Waktu Berlalu Akhirnya puteri pun sudah kembali tiba di Jakarta, setalah perjalanan yang cukup melelahkan puteri harus merapihkan Apartemennya terlebih dahulu yang masih berantakan dari semenjak di tinggalkannya.


Puteri memang terbiasa melakukannya sendiri, Bahkan bila waktu libur kerja Puteri lebih senang menghabiskan waktu untuk memasak makanannya sendiri.


*** Tut ....


*** Tut ....


" Hai ... Apa kabar ?, " sapa Puteri


" Hemm tuan Puteri kamana aja ? " Jawab Deby dengan ejekannya


" Udah sini gw lg Off ni, cepetan ya gw tunggu " jawab Puteri yang malas berbasa - basi.


Setelah cukup lsma menunggu Deby pun datang nenemui puteri.


" eh lo kebiasaan ya ga pernah Kunci pintu." Ucap Deby


" Apasih baru dateng langsung ngomel aja " jawab puteri sambil berdiri mencoba memeluk Deby.


" kamu apa kabar, sayang ? aku kangen deh " lanjut Puteri.


" kemaren kemana aja Non ga da kabar sama sekali " Jawab deby sambil memalingkan Mukanya yang manyun sinis.

__ADS_1


" ih.. udah deh ga usah gtu juga mukanya " jawab Puteri kesal melihat Expresi Deby.


" Gw baru balik dari surabaya "


" Biasa Deb Papah minta aku nemenin dia " lanjut Puteri bercerita.


" Pantesan lo ga ada kabarnya "


" eh tapi lo bawa oleh - oleh ga ? " Tanya Deby


" hemm kirain ga bakal nanyain "


" Udah tuh, gw beliin cemilan doang buat lo " jawab putri sambil menunjuk ke meja dapur


" hehe... makasih tuan Puteri " Ucap deby dengan cengirannya.


Mereka berdua pun mengobrol panjang lebar segala di bahas, sampai pada akhirnya Deby menanyakan Armand.


" Eh Ngomong - ngomong si ganteng Gw gimana Kabarnya ? " Tanya Deby mencandai


" Haah siapa si ganteng Lo ? " Jawab Puteri dengan muka cengonya.


" Iya si ganteng gw... Atasan Lo Puteri " jawab Deby yang kesal tak di mengerti.


" Idih.. si ganteng lo "


" Pangeran Gw kali, " lanjut Puteri.


" Iya ah teserah lo, gimana kabarnya ?" tanya Deby lg dengan sedikit kesal.


" Ada ko dia, Malah gw nungguin lo nanyain dia sebnernya hehe..."


" Iiih... ya dah ayo ceritain " lanjut Deby.


Puteripun akhirnya menceritakan semua yang sudah di lewatinya sehari yang lalu bersama Armand.


" Serius Lo Put .. " tanya Deby seolah ga percaya.


" iya lah masa Gw Bohong " jawab Puteri.


" Gw harus Gimana, kasih tau Gw sekarng " lanjut puteri dengan muka memelas.


xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx xxxxx


###### Bersambung

__ADS_1


Semoga Kita sehat selalu


__ADS_2