CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 20


__ADS_3

Waktu pulang kantor pun tiba, Armand masih ditemani puteri diruangannya, Sementara Ronald sudah pulang terlebih dahulu. namun tak lama Armand pun memutuskan pulang karena merasakan kejenuhannya di kantor. belum lagi memikirkan nasib Hani dan juga Puteri.


" Put, pulang aja yu, aku udah suntuk seharian ini di kantor. " Ucap Armand


Puteri yang mengerti Armand pun setuju dengan ajakan Armand. Puteri pun kembali kemejanya dan mereka berdua pun merapihkan mejanya masing - masing. Setelah selesai Armand keluar ruangannya dan menghampiri puteri yang masih membereskan mejanya.


" Kamu udah selesai put ? " tanya Armand


" Kamu dulan Aja Ar, aku masih harus rapihin ini sebebtar lg " jawab Puteri.


" Ya udah kalau gitu aku duluan ya Put "


" Iya Ar, hati - hati ya "


Armand pun melangkah Meninggalkan puteri dengan sedikit kelesuannya. Puteri janya memperhatikan Armand sampai Armand tidak terlihat lagi.


Setelah armand pergi sementara putri masih dimejanya meski semua sudah dia rapihkan. kali ini puteri duduk sendiri dalam Keadaan Kantor yang sudah mulai sepi, Asep ( OB ) yang melihat Puteri bengong sendiri pun mengahampiri Puteri.


" Lembur Mbak, ko tumben belum Pulang " Sapa Asep


" Eh kang, engga ko ini mau pulang ko sebentar lagi " jawab Puteri.


" Ya sudah mbak saya permisi dulu "


Asep pun melanjutkan pekerjaannya, Sementara Puteri masih duduk dengan lamunannya kembali.


" Kenapa Armand masih saja belum menyadari perasaanku ini, andai aku bisa lebih melakukan sesuatu untuk armand aku pasti sudah lakukan, Sementara aku belum bisa untuk mengungkapkan semua perasaan ini, Aku harus akhiri dulu hubungannku dengan hendrik, atau mungkin tak lama lagi hubunganku berakhir dengan semua kejadian tadi " Ucap Puteri dalam lamunannya.


Setelah merasa cukup dengan keaendiriannya Puteri pun pulang meninggalkan kantor.

__ADS_1


Suana sore terlihat cerah waktu itu, Langit begitu biru dengan sinar matahari tanpa terhalang Awan sedikitpun.


"^^O "^^O "^^O "^^O "^^O "^^O


" Papaah ... "


Begitulah teriakan Vony yang menyambut Yoga setiba di rumahnya, dengan berlalri kecil Voni membentangkan tangannya mencoba memeluk Yoga, Yoga hanya tersenyum melihat puterinya itu, Ya buat yoga bukanlah hal aneh, Vony Memang Anak yang manja terhadapnya.


Vony pun memeluk Yoga seketika dihampirinya, Kecupan Vony pun mendarat di pipi kiri Yoga penuh kasih sayang dari sang Putrinya yang manja itu


" Kamu ya, masih saja kaya anak kecil harus teriak - teriak liat papah pulang jg, kaya berapa lama aja ga ketemu." Ucap Yoga dengan gemasnya.


" Gimana pah hari ini di kantor ? " tanya Vony mengiringi langkah Yoga.


" Eumm Seperti biasa ko, ga ada permasalahan serius " Jawab Yoga.


" Syukurlah pah " lanjut Vony sambil menggandeng yoga.


" Tuan, itu teh nya sudah saya buatkan " jelas bi Narti.


" Oh iya bi, Makasih banyak ya bi " jawab Yoga.


Bi Narti pun kembali ke belakang sementara Vony masih setia menemani Yoga di ruang Tv sambil berbincang hangat.


" Pah Bi Narti baik ya setia sama kita " Ucap Vony


" Aku pikir Ga akan betah selama ini lo pah, ga kaya bi Desi tuh yang pulangnya aja kita ga tau kapan, udah gitu berani sekali dia... ah sudah ah " Ucapnya lagi.


" Iya lagian udah aja ikhlasin, Eh kamu inget ga dulu main ujanan di kejar - kejar binarti sampe jatoh berdarah - darah, trs lagi kamu manjat2 pohon mangga, kamu nangis karena ga bisa turun bi Narti yang kepanikan gara - gara ulah kamu " Jelas Yoga sambil mengenang

__ADS_1


" hahaha.."


" Iya pah aku inget .... haha lucu ya pah aku ? "


" Hemmm, dasar kamu. " jawab Yoga sambil mengelus Vony.


Ya, Vony memang seoarang Anak Yang Aktif dari kecil, meski dia harus berpisah dengan mamah tercintanya semenjak Usianya masih 8 tahun karena serangan jantung, tapi Vony sangat tegar melewati masa - masa kesedihannya, itu pun tak terlepas dari peran Yoga yang selalu memberikan kasih sayangnya. Begitu juga bi Narti yang menyayangi putri seperti anaknya sendiri.


" Awas udah dulu papah Mau mandi " Usir Yoga kepada Vony.


Setelah lama berbincang Yoga pun beranjak dari Vony yang manja. Vony pun terpaksa kini hanya bisa bersandar di sofanya untuk mennonton tv.


Sementara Itu Putri yang masih diperjalanan menyempatkan Waktu ke sebuah Supermarket yang tak jauh dari Apartemennya untuk membeli beberapa kebutuhan pokok di apartemennya. Puteri berjalan sendiri menelusuri setiap lorong yang ada di dalam supermarket itu. tiba - tiba terdengar sebuah Notifikasi di ponselnya.


Sambil mendorong troly puteri pun membuka ponselnya untuk melihat pesan chat yang dia terima. Ternyata pesan singkat itu dari Hendrik.


Papah : " Aku sudah transfer kamu 20 jt "


Me : " Ok, thanks. "


Begitu isi pesan yang segera di balas Oleh puteri. Putri Pun melanjutkan Aktivitas belanjanya sore itu sampai terolinya terisi penuh. Setelah selesai semua, Puteri yang sudah di parkiran berniat pulang ke apart nya pun harus bertemu Armand kembali yang hendak membeli Expresso dan Rokoknya.


" Eh Ar mau balanja juga ? " ucap Puteri.


" Ga ko put, Aku cuman mau beli Kopi sama Rokok aja, tadi pas sampe Apart taunya sudah habis " jawab Armand.


" Oh gitu, .. Aku duluan ya Ar " Pamit Putri.


Puteri pun pergi dengan mobilnya meninggalkan Armand yang melangkah memasuki Supermarket tersebut.

__ADS_1


###### Bersambung .......


__ADS_2