CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 37


__ADS_3

Armand masih dalam ruangannya bersiap Untuk menemui pimpinan PT. Surya Bumi Abadi, sementara Puteri sudah kembali setelah mengkonfirmasi untuk memberitahu Armand.


"Ar, aku sudah konfirmasi dan kamu di tunggu segera" Ucap Puteri.


"Ok Put" Jawab Armand Singkat.


Armand yang mendengar kabar itu pun berpikir untuk mengajak Ronald menemaninya.


*** Tuut .....


"Ron Gw mau negosiasi tanah untuk Area gerbang proyek baru kita itu, Lo Ikut nemenin ya !" Ajak Armand di sambungan telponnya.


"Waduh bos, Gw lagi banyak kerjaan ini, kan lo tau besok kita mau tender, Gw lagi siapin materi detailnya"


"Ferry Ada ?" Tanya Armand.


"Fery lagi ke kantor Pajak, Lagian lo ngedadak gini sih" Jawab Ronald.


"Gw juga baru dapet infonya, ya sudah deh" Ucap Armand lalu menutut telponnya.


"Put, kamu aja ikut temenin aku ya !, Ronald ga bisa nemenin" Ucap Armand pada Puteri yang masih berdiri.


"Oh, iya Ar" Ucap Puteri singkat yang tka bisa menolak perintah Armand.


"Hadeuh, kenapa Gw lagi yang harus ikut" gerutu Putri pelan namun terdengar samar oleh armand.


"Kenapa Put ?" Tanya Aramand.


"Emmm, Ga apa - apa ko Ar" jawab Putri sambil gupup.


"Ya udah ayo kita jalan biar cepet selesai" Ajak Armand sambil melangkah keluar yang di ikuti Puteri.


....🎈🎈🎈🎈🎈....


Smentara Armand dan Puteri pergi untuk bertemu dengan Pimpinan PT. Surya Bumi Abadi di kantornya.

__ADS_1


Vony sedang bersama Ardi menjalani Aktivitas kantornya mendiskusikan beberapa hal tentang proyek yang sedang berjalan.


"Von, kita ga bisa kalau terlalu ikutin mau mereka, deadline kita juga sudah tidak banyak, pekerja di lapangan pasti minta ada penambahan upah untuk melakukan pekerjaan itu" Ucap Ardi yang membantah Vony.


"Kamu tau kalau kita menolak konsekwensinya seperti apa, bukan cuman kamu yang di anggap tidak becus mengurus proyek oleh owner nantinya, tapi juga nama baik perusahaan. kamu ingat itu !" Ucap Vony dengan bentakannya.


"Aku ga peduli dengan keuntungan kita yang berkurang karena harus memberikan kerja tambah di lapangan, aku cuman ingin nama baik perusahaanku terjaga, kamu jangan bantah saya, sekarang kamu lakukan tugasmu dan selesaikan masalah itu secepatnya. Lagi pula itu karena kesalahan anak buahmu kan yang salah memesan material kan ?" Ucap Vony lagi.


"Baik Von, saya intruksikan ke lapangan sekarang juga"


"Ya sudah segera" Ucap Vony mulai mereda.


Tiba - tiba Handpone Vony berdering, melihat panggialn itu dari Bi Narti, Vony pun langsung menerimanya.


"Ya bi,, ada apa ?" Tanya Vony setelah menerima panggilan dari Bi Narti.


"Non, ini non.. " Ucap Bi narti yang terbata - bata


"Ada apa sih bi, coba bibi yang jelas deh kalau ngomong, Aku lagi kerja bi, bukan waktunya bercanda"


"Bibi kenapa Baru ngasih tau, ya udah aku kesana sekrang juga. itu bibi di rumah sakit mana ?"


"Rumah sakit deket rumah non"


"Ya sudah, tungguin papah sampe aku datang !"


Vony yang meresa panik dapat kabar dari bi Narti pun langsung meminta Ardi menemaninya.


"Di, papah masuk rumah sakit, Antar aku skarang kesana !"


"Kenapa Papah Von ?"


"Aku juga belum tau pasti, ayo cepet kita kesana !" Jawab Vony terburu - buru


Mereka berdua pun segera menuju rumah sakit tempat dimana Yoga di Rawat. Dalam perjalanan dua puluh menit mereka sudah di sampai di UGD rumah sakit tersebut.

__ADS_1


"Non Vony" Teriak Bi Narti


"Mana Papah bi, gimana keadaannya sekarang ?" Tanha Vony sambil melangkah cepat ke arah Bi Narti.


"Bibi belum dapet kabar apa - apa non, cuman di suruh nunggu sama dokternya" Jawab Binarti yang tak kalah khawatir oleh Vony.


"Von, Kita tunggu aja dulu, semoga Papah baik - baik aja" Ucap Ardi menenangkan Vony.


Mereka pun duduk tak jauh dari pintu UGD rumah sakit tersebut, satu jam lebih berlalu, Vony yang masih Khawatir hanya bisa mondar mandir depan Pintu UGD tersebut. Dan tiba - tiba keluar seorang perawat perempuan.


"Keluarga dari Yoga Adrian ?" Panggil perawat tersebut.


"Ya sus, gimana keadaan Papah saya suster"


"Bapak sudah siuman bu, baiknya ibu lihat langsung saja dan biar nanti dokter yang menjelaskannya


"Mari bu ikut saya" Lanjut Suster.


"Baik Sus" Jawab Vony yang sudah tidak sabar.


Vony pun masuk beriringan dengan suster teesebut. Dan benar saja Yoga yang terkapar di ranjang mencoba meyapa Vony dengan senyumannya.


Vony yang melihat papahnya pun menangis sambil menghampirinya. dan suster mencoba menenangkan Vony dengan mengelus Pundak Vony.


"Dok apa yang terjadi dengan papah saya ?" Ucap Vony kepada Dokter yang masih mendampingi Yoga.


##### Bersambung ......


Jangan lupa dukung terus ceritanya biar Author lebih semangat ya.. Next Author crazy Up dengan Syarat :


LIKE, FAVORITE, VOTE, dan KOMEN


hehe.. Makasih Readers.


Semoga kita selalu dalam kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2