
Armand yang baru saja datang terpaksa harus menanggapi Ronald karena ada satu permasalahan yang cukup serius.
"Ar, ini kita ada masalah sedikit." Ucap Ronald
"Huft... Gw baru aja dateng Ron, ga bisa bisa gitu gw sarapan dulu" Jawab Armand setelah mengghela nafasnya
"Ini penting Ar"
"Ya sudah, ayo masuk, gw sambil sarapan tapinya" Ucap Armand sambil melangkah keruangannya.
Ronald dan juga puteri pun mengikuti Armand masuk keruanganya. Armand yang belum sarapan membuka bekal sarapannya sambil mendengarkan Ronald.
"Ar. lihat ini" Ucap Ronald sambil melihatlan Pesan Chat
"Apa emang Ron, lo ceritain deh Gw dengerin sambil sarapan" jawab Armand
Ronald pun menceritakan tentang laporan yang diterimanya dari Fery tentang lahan yang mau di bebaskannya. Ya lahan untuk proyek barunya itu ternyata sudah di block up oleh perusahaan lain.
Mereka mau saja menjual bila perusahaan Armand siap membelinya dengan harga 2x lipat dari harga yang mereka beli. Parahnya lagi lahan yang di blok itu adalah Pintu masuk utama yang di izinkan oleh pemerintah setempat tanpa bisa di rubah lagi.
Semua terjadi karena seorang Makelar yang dipercaya Fery berkhianat setelah mendengar fee yang lebih besar dan menjualnya ke perusahaan lain.
"Jujur Ron gw bingung sekarang, Pak Hendrik pasti tidak mau tau karena sebelumnya semua sudah sepakat dan di acc beliau" Ucap Armand.
"Apa lagi kalau beliau tau harga yang harus dibayar sebesar 2x lipat. Itu sama saja kita bunuh diri Ron" Ucap Armand lagi sambil mengertkan keningnya.
"Terus apa yang mau kita lakuin sekarang Ar ?" Tanya Ronald
"Apa nama Perusahaannya Ron" Ucap Armand
"PT. Surya Bumi Abadi "
__ADS_1
"Ya sudah, Gw pikirin dulu dan jaga informasi ini dari Pak Hendrik"
Ronald yang mengerti maksud Armand pun kembali ke mejanya. sementara Puteri masih bersama Armand untuk melaporkan beberapa perusahaan yang siap mengikuti tender.
"Gimana Put yang ikut tender ?" Tanya Armand.
"Ini Ar, Sudah ada 4 perusahaan yang siap mengikuti tender" Jawab Puteri sambil memberikan data calon peserta tender
Armand pun mengambil data yang di beriikan Puteri itu, dan armand periksa satu persatu, namun Armand kecewa saat tidak menemukan perusahaan Vony tidak ada di data yang puteri berikan.
"Put, perusahaan Vony kamu sudah undang kan?" Tanya Armand.
"Udah ko, tapi anehnya belum ada konfirmasi, padahal biasanya selalu yang pertama konfirmasi" Jelas Puteri.
"Ya sudah tunggu aja sampai hari ini, Itu yang sudah konfirmasi kamu Undang lusa untuk datang"
"Dan satu lagi, kamu cari tau PT. Surya Bumi Abadi, dan buatkan aku janji secepatnya" Perintah Armand.
Armand kini sendiri diruangannya, Armand merasa kesibukannya sudah membuatnya Stress. Tapi armand berusaha menyeleseaikan satu persatu pekerjaannya.
"Ya tuhan, banyak banget yang harus aku selesaikan" Ucapnya sambil melihat sekeliling meja yang sedikit berantakan.
Armand pun memulai satu persatu kerjaannya, termasuk menyelesaikan perkerjaan yang semalam dia tinggalkan begitu saja.
...................................
Sementara Itu Ardi Sudah memberikan laporan tentang bahan evalusi perusahaan yg telah diminta Vony.
"Di tolong kamu panggil seyla dulu kesini !" Perintah Vony kepada Ardi
"Tapi Von, kita mau bahas ini semua, bagaimana bila Seyla ...." bantah Ardi.
__ADS_1
"Aku minta kamu panggil dia, bukan untuk bantah aku !" Tegas Vony yang memotong ucapan Armand.
Ardi yang sudah hafal karakter Vony pun menurut memanggilkan Seyla kemejanya. Tak lama mereka pun datang dan duduk dihadapan Vony.
"Di, seyla sudah ku anggap sebagai teman seperti kamu, dan mulai sekarang aku mau kalian berdua selalu bantu aku sebagai seorang sahabat, bukan karena aku atasan kalian, bila diantara kalian ada yang keberatan, silahkan kluar dari ruanganku dan jangan pernah masuk kerja lg !" Ucap Vony begitu serius.
Ardi dan Seyla diam mendengar ucapan Vony itu.
"Ok, aku anggap kalian setuju"
"Sey, aku mau bahas ini semua, dan ini aku lakukan untuk perkembangan perusahaan kedepannya, dan kamu boleh berpendapat sesuai pola pikir kamu. Kamu paham maksudku kan" Ucap Vony lagi.
"Ya Aku paham" jawab seyla singkat.
Vony pun mulai membahas satu permasalahan tentang kesejahteraan karyawan. Melihat bnyaknya karyawan yang sering bolos tanpa sanksi, Vony meminta saran dari kedua sahabat barunya. dan Akhirnya mereka sepakat untuk memotong upah karyawan dari mulai yang terlambat sampai dengan bolos tanpa ada keterangan, tapi di samping itu Vony memberikan Reward khusus kepada karyawan yang loyal dalam jam kerja dan kebijakan - kebijakan lainnya yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Setelah itu mereka membahas ke hal lainya dan terus seperti saat membahas hal pertama, dan semua hasil Resume Seyla yang merekapnya.
Ber jam - jam mereka membahas semua itu dan brakhir dengan banyak sekali keputusan - keputusan yang dibuat dan jauh lebih baik dari sebelumnya.
"Von, banyak juga ternyata yang sudah kita putuskan hari ini" Ucap Ardi tak percaya.
"Aku sudah tau dari sebelumnya di, saat membaca beberapa arsip perusahaan aku sangat yakin perusahaan harus diperbaharui, makanya aku minta bantuan kalian supaya aku bisa cepat menyelesaikan semua ini, kalau aku sendiri pasti butuh waktu beberapa hari kedepan, makasih kalian sudah bantu aku" jelas Vony sambil tersenyum bangga.
"Sey kamu rapihkan segera resume itu !, nanti aku periksa lagi sebelum aku tanda tangan" Ucap Vony lagi.
Seyla pun segera melakukan apa yang di perintahkan Vony, Dan Ardi Pamit untuk kembali kemeja kerjanya.
######## Bersambung .......
Terimakasih Sudah membaca, jangan lupa untuk dukung terus cerita ini dengan Like, Favorit, vote dan komen ya supaya Author terus semangat.
__ADS_1
...###########...