
"Bisa Ikut saya Sebentar bu ?, Biar saya jelaskan apa yang terjadi" Ucap Dokter kepada Vony.
Vony hanya mengangguk sambil menyeka air matanya, sang dokter yang mengerti perasaan Vony pun berjalan terlebih dahulu, Vony yang sedang memegang tangan Yoga terpaksa melepaskan dan berpamit kepada yoga untuk ke ruang dokter meninggalkannya sebentar.
Yoga yang masih terbaring hanya tersenyum menanggapi Vony. Vony pun melangkah menyusul sang dokter keruangannya.
"Silahkan duduk bu" Ucap dokter ketika Vony memasuki ruangannya.
"Sebelumnya perkenalkan Saya Arif, sebagai dokter spesialis yang menangani Ayah anda.
"Saya Vony dok" Jawab Vony
"Dok tolong jelaskan segera dok" Ucap Vony lagi.
Dokter pun menjelaskan secara detail dan mudah dipahami oleh Vony. mendengar penjelasan dokter tersebut Vony kembali meneteskan air matanya.
Vony berusaha tegar setelah mendengar semua penjelasan dan kondisi papahnya sekarang. Setelah selesai Vony pun berpamitan untuk kembali menemani Yoga.
Namun dokter memintanya untuk menunggu di luar karena tak lama lagi Yoga Akan di pindah ke ruang rawat inap.
"Baik dok kalau begitu saya menunggu di luar saja, tolong segera ya dok" Ucap Vony.
Setelah keluar dari Ruang dokter untuk kembali menunggu, Ardi yang yang melihat Vony menangis keluar dari UGD tersebut mencoba menjemputnya. Begitu juga dengan Bi narti yang masih sangat khawatir.
"Von, gimana ?" Tanya Ardi.
"Iya Non, gimana kondisi tuan ?" Ucap Bi Narti yang juga penasaran.
"Papah harus rawat inap, Papah terserang Stroke" Jawab Vony yang masih meneteskan air matanya.
Bi Narti pun memeluk Vony yang menangis dan membawanya duduk, sementara Ardi hanya sok mendengar kabar tersebut.
"Von, Kamu sabar ya, Papah pasti ditangani dengan baik di sini" Ucap Ardi yang mencoba menenangkan Vony.
"Iya Di" Jawab Vony.
"Bi, bibi tolong pulang dulu sama mang udin bawain baju dan yg lainnya, biar aku yang nunggu papah di sini sama Ardi"
"Iya non" Jawab Bi Narti langsung pergi.
__ADS_1
Tidak lama kemudian seorang perawat kembali menemui Vony.
"Maaf Bu, ini Ada beberapa berkas yang harus di bawa keruang administrasi untuk persetujuan rawat inap" Ucap Seorang perawat.
"Oh iya makasih" Jawab Vony sambil menerima berkas itu.
"Von, biar aku saja yang urus itu, kamu tunggu disini aja !"
"Ya sudah di, kamu tolong urus ini segera, pastiin papah dapat pelayanan terbaik" Jawab Vony sambil memberikan berkas yang telah diterimanya dari perawat.
"Ok von" jawab Ardi.
Ardi pun berjalan ke arah ruang admistrasi yang tidak jauh dari tempat Vony menunggu. Sementara Vony hanya terdiam dengan lamunannya.
Setelah Ardi selesai dan kembali pintu ruang UGD pun terbuka dan yoga keluar untuk dipindahkan ke ruang inap. Menyadari itu Vony dan Ardi langsung berdiri untuk mengikutinya.
....♦♦♦♦♦....
Sementara itu Armand dan Puteri yang sudah duduk menunggu di loby untuk bertemu pimpinan PT. Surya Bumi Abadi di hampiri seorang perempuan yang menjadi resepsionis di perusahaan tersebut.
"Permisi Pak, Pak Riyanto sudah selesai, mari saya antar Pak" Ucap resepsionis tersebut.
Armand dan Puteri pun beranjak untuk mengikuti resepsionis tersebut.
*** Tok...
*** Tok...
*** Ceklek...
"Silahkan Pak !" Ucap Resepsionis.
Armand dan Puteri pun masuk, Riyanto kaget ketika melihat kedatangan mereka berdua.
"Puteri ..." Ucap Riyanto.
Ya, Riyanto rupanya mengenal Puteri, Sementara Puteri hanya tersenyum melihat riyanto yang berada di ruangan tersdebut, Armand kebingungan ternyata mereka berdua saling mengenal.
"Silahkan duduk" Ucap Riyanto lagi.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Armand, dan ini rekan saya Puteri"
"Saya Riyanto, Kalau Puteri saya sudah cukup lama mengenalnya" Ucap Riyanto sambil mengulurkan tanganya.
"Kamu apa kabar Put ?" Ucap Riyanto sembari tersenyum.
"Kabarku baik ko" Jawab Puteri singkat.
"Syukurlah, Oh iya Pak Armand, sebetulnya saya sudah tau maksud tujuan anda nenemui saya, cuman saya ingin mendengar keseriusan anda, siapa tau saya bisa berubah pikiran setelah itu"
"Baiklah Pak, saya rasa Pak Riyanto sudah paham, Saya berniat membeli kembali lahan tersebut pak. Hanya saja saya keberatan dengan harga 2x lipat seperti yang anda inginkan, dan saya bermaksud untuk menegosiasikan hal tersebut" Jelas Armand
"Haha.. Pak Armand, Saya rasa itu harga yang wajar untuk di lokasi se strategis itu, harusnya mudah untuk perusahaan anda menggelontorkan dana lebih"
"Saya rasa anda juga sebagai pengusaha paham kalau untuk melakukan hal itu penuh pertimbangan" Jawab Armand
"ya ya saya paham, tapi inilah bisnis pak, kadang kita harus lebih berani dengan suatu kebijakan, Tapi bila memang Anda sudah benar - benar keberatan saya masih punya Opsi lainnya yang lebih menarik"
"Apa opsi itu ?" Tanya Armand.
"Bagainana Kalau saya minta di lebihkan sebesar 5% dari harga yang sudah saya beli, ya semacam untuk keuntungan saya, dan 60% pelaksanaan proyeknya nanti, biarkan perusahaan saya yang mengerjakan"
"Silahkan untuk di pertimbangkan, saya hanya punya opsi itu untuk Anda" Jawab Riyanto
"Baiklah saya akan pertimbangkan opsi anda itu" Jawab Armand.
"Ok, kalau begitu ini kartu nama saya, silahkan anda hubungi saya nanti bila sudah mendapatkan keputusan"
"Baik terimakasih untuk waktunya, saya pamit" Ucap Armand.
"Ok pak Armand, saya tunggu kabar baiknya"
"Oh iya put, saya boleh minta kontak kamu?" Ucap Riyanto.
"ini kartu nama saya" Ucap Puteri sambil memberikan kartu namanya sebelum pergi.
###### Bersambung .....
Jangan lupa Like, Vote, Favorit dan Komen !
__ADS_1
Makasih Readers.