
Setelah Menunggu cukup lama, Senja merah di langit pun hilang menjadi Gelap Sementara Armand masih saja dalam perjalanan untuk Menemui Puteri. Deby pun sudah tak sabar ingin melihat Sosok Armand yang Tampan dan Ramah.
" Put, udah sampe mana katanya? " tanya Deby.
" Apaan sih ko jadi lo yang rese " jawab Puteri dengan ekperesi kebingungan
" Lo kalo mau pulang duluan sana aja minta jemput si Remond, yang ngebet sama lo itu "
" Iih... ko jadi remond sih "
" gw kan nanya Armand udah sampe mana, ga sabar aja Gw pengen liat sosok pangeran yang lo idam - idamkan itu, kan lo bilang dia ganteng banget, lucu, Romantis, sosok sempurna jadi ya wajar lah gw ga sabar pengen liat aslinya, kalo foto doang mah banyak filter dan editan Put ga bisa dipercaya gitu aja sekarang. " jelas Deby panjang lebar.
" Udah ah berisik, tunggu aja sih nanti juga datang." jawab puteri kesal
Tiba - Tiba..
Klik .. Klik ...
Klik .. Klik ...
Hp Puteri kembali berbunyi. Ya Armand yang sudah berada diparkiran menelpon puteri lagi.
" Hallo Ar, kamu dimana ? " tanya puteri sambil sedikit cemas
" Aku ini di parkiran tempat kita parkir kemarin Put, kamu di sebelah mana ? "
" Oh.. kamu terus aja jalan Ar, Aku deket parkiran yang satunya lagi soalnya "
" Oh ya sudah, " jawab Armand singkat.
Setelah nenutup telponnya, Armand pun terpaksa berjalan Cukup jauh untuk menemui Puteri, Pasalnya Puteri berada di ujung Area Shoping street lainnya yang cukup jauh dari tempat armand memarkirkan mobilnya.
Armand berjalan dengan tegap penuh percaya diri, kharisma disetiap langkahnya menarik perhatian para perempuan yang melihatnya, Namun Armand menghiraukannya dan hanya memfokuskan pandangannya dengan mencari keberadaan Puteri.
Sementara itu Puteri yang masih memegangi handponya hanya duduk menunggu, berbeda dengan deby yang memperhatikan sekitar dan memandangi setiap lelaki yang berjalan sendiri.
" Put ... Put ... "
" Ganteng bgd put ... Itu Armand bukan ? " tanya Deby yang matanya tak lepas memandang
Puteri yang sedang asik dengan hp nya pun seketika mencari sosok yang dimaksud deby. Dan Benar Saja Armand pun tersenyum melihat keberadaan Puteri.
" Hai Ar... " sapa puteri sambil sedikit berteriak melambaikan tangan kearah Armand.
" Puteri.. itu sih ganteng banget, Aku aja mau put jadi istrinya."
__ADS_1
" Udah deh, awas kalo malu - maluin " ucap Puteri memperingati Deby.
Sementara Armand Pun berjalan semakin mendekat. dan Puteri pun berdiri menyambut kedatangan Armand.
"Hai Ar.. Sorry jauh banget ya kamu jalan "
" Soalnya aku parkir sebelah sini tadi "
" Iya put jauh banget, Aku kira kamu parkir di tempat kemaren, tapi ga apa - apa sih "
" Hai.. " lanjut Armand manyapa Deby sambil tersenyum.
" Oh iya kenalin Ini Deby,, lupa hehe " Jelas Puteri
" Ha Hai.. De..by " Ucap deby salah tingkah sambil menyodorkan tangannya.
" Armand " balas Armand menyalami Deby
Armand pun duduk bersama kedua perempuan itu, Sementara Puteri yang sudah hapal dengan minuman kesukaan Armand beranjak pergi untuk memesankannya.
" Ar .. Deb, sebentar ya Aku pesan minum dulu "
" Put.. jangan tinggalin " Ucap Deby yang masih grogi.
Sementara itu Armand tersenyum menyadari tingkah Deby, Armand pun mencoba mencairkan suasana.
" Eh Deb, Apa kesibukannmu ? " tanya Armand memulai obrolan.
" Eummm aku, Aku eumm ......"
Dalam hati pun Deby menggerutu
" Kenapa si Putri mesti pergi segala, gw kan jadi di tanya - tanya gini, udh gitu pertanyaannya bikin gw Bingung buat di jawab lagi, masa gw bilang pengangguran kan malu gw "
" Hai... aku nanya kamu lo, dan nunggu ! " ucap Armand dengan tatapannya tajamnya sambil tersenyum.
Kali ini Armand benar - benar gagal mencairkan suasana dengan keramahannya, pasalnya Deby malah semakin gugup oleh pesona dan semua pertanyaan Armand.
" Eh iya.. Bentar ya Aku susul puteri dulu " ucap Deby sambil melangkah cepat meninggalkan Armand.
" Loh ko.. Deb.... " ucap Armand sambil melongo
Armand Pun terpaksa harus duduk menunggu mereka kembali. Sementara Deby menghampiri Puteri.
" Loh ko lo Kesini, Armand lo tinggal sendiri ? " tanya Puteri.
__ADS_1
" Huh.. Gw balik aja ya sumpah ga kuat gw Put, Ga sanggup lg bneran .. " Ucap Deby ga karuan.
" Heh kenapa sih lo ? "
" ga tau gw harus ngapain, Armand ganteng banget "
Sontak Puteri yang mendengar jawaban Deby pun Tertawa.
" hahaha lo Grogi sama Armand Deb ? Ahhaha " Tanya puteri sambil Tertawa.
" Ya udah yu balik lagi, Udah beres ni pesanannya " Ajak puteri.
Mereka pun kembali ke meja, Namun Deby tetap dengan keinginannya Untuk pulang terlebih dahulu.
" Ni Ar kesukaan kamu, Expreso dengan sedikit gula " Ucap Puteri sambil tersenyum.
" Haha Udah Hapal ya kamu Put " Jawab Armand.
" Iya lah,,, Eh iya Ar ni temenku ga bisa lama - lama dia harus pulang duluan katanya "
" Cuman nanti aku ikut kamu kaja kali ya pulangnya, soalnya mobilku mau di bawa dia juga " Jelas Puteri.
" Loh emang ada apa buru - buru Deb " Tanya Armand.
" Ga apa - apa " jawab Debi singkat
" Ya Udah ni kunci mobilnya, hati - hati ya Deb ! " Tutup Puteri yang seolah mengerti dengan ketidak betahan Deby.
Deby pun pergi meninggalkan Armand dan Puteri.
" Ar, aku kira Kamu ga bisa dateng lo," Ucap Puteri.
" Tadinya sih, Aku emang ga niat kesini cuman setelah aku pikir - pikir lagi ga salah juga Refresh sambil nemenin kamu. Jadi ya sudah aku putusin buat dateng, lagi pula ini kan kamu tau tempat Favorit aku " jelas Armand.
" Iya Aku tau, emang enak sih tempatnya, suasananya aku suka banget, Dan yang paling penting cemilannya banyak pilahan kayaknya akan jadi tempat Favorit aku juga, Pokoknya aku nyaman deh "
" Buat nyari tempat nyaman tuh susah banget, kamu tau itu kan ? "
" Iya benar put, ga gampang buat ngerasa nyaman, Hati tuh peka banget untuk selalu tau dan punya pilihannya sendiri, dimana dia ingin tinggal dan bertahan, Kita ga akan pernah mudah meninggalkan bila kita mengerti kenyamanan hati kita, walaupun kita hanya sendiri tak akan pernah ada alasan untuk pergi, memang terkesan sangat egois. Tapi buatku itulah cara paling sederhana untuk bahagia tanpa sebuah penyesalan "
" Aku juga Setuju Ar, Aku sering ko melawan takdir dengan mengikuti jalan pikiranku, tanpa mengindahkan Apa kata hati. Pada akhirnya aku salah dan menyesal, sementara kesempatan terbaik sudah berlalu, haha konyol kan?
Sudah banyak yang kulewati sebenarnya, Aku tau betul keinginan dan mimpiku, seperti saat ini aku harus memilih seakan ada di sebuah persimpangan, sementara aku tau keduanya hanya akan membuatku merasakan sakit, walau nanti pada waktunya aku harus tak pernah terlihat,terdengar bahkan tersentuh sekalipun. Aku hanya akan tetap memeluk hatiku tanpa pernah pergi meninggalkannya, aku sungguh takut dengan sebuah penyesalan." jelas Puteri
####### Bersambung.....
__ADS_1