CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 17


__ADS_3

Angga begitu merasakan kebenciannya melihat Armand, tatapannya begitu tajam tak terlepas dari setiap gerak gerik Armand yang baru saja masuk ke ruang rapat. Berbeda dengan rekan Armand lainnya yang menyambut Armand dengan sapaan - sapaan hangat.


Namun sosok Armand kali inii sudah berubah menjadi sangat dingin dengan ekspresi datar seolah sudah terkontaminasi Aura negatif dari sikap Angga. Beberapa rekan Armand menyadari perubahan sikap armand tidak seperti biasanya saat menyapa Armand.


Tapi mereka hanya bisa bertanya - tanya tanpa mengungkapkannya, begitupun dengan puteri yang selalu memperhatikan Armand. Armand pun duduk bersebrangan dengan Hendrik didampingi Puteri dan juga Ronald disebelahnya.


Sang Direksi pun Hendrikson datang memasuki ruang rapat di ikuti sekertaris pribadinya, seketika semua orang berdiri menyambut kedatangannya. Hendrik hanya melemparkan senyum sebelum duduk di kursinya.


" Silahkan duduk " Ucap Hendrik dengan senyuman mempersilahkan semua peserta rapat. Semua peserta rapat pun duduk dan rapatpun Hendrik mulai.


" Selamat siang semuanya, terimakasih sudah hadir di kesempatan kali ini, sebelumnya saya minta maaf kepada anda semua dengan dipercepatnya rapat ini, Selengkapnya saya sampaikan nanti." Ucap Hendrik membuka rapatnya.


Setelah Hendrik membuka rapat Hendrik pun meninta setiap Pimpinan divisi menyampaikan laporannya, berbagai masalah pun muncul dan Hendrik pun dengan segera memutuskan solusi.


Waktu berlalu begitu terasa cepat dengan keseriusan di dalam ruangan rapat itu, Angga pun tak sabar menunggu gilirannya untuk menyampaikan laporan Armand yang sudah di rubah untuk mempermalukan Armand.


Rapat masih berlanjut kini giliran Armand mempersentasikan Sebuah Rencana Proyek baru secara menyeluruh mulai dari pembebasan lahan sampai dengan pengembangan berikutnya Armand Persentasikan satu persatu Rencana maupun kendala yang sudah diprediksi berikut beberapa opsi solusi secara mendetail sampai akhirmya pun Armand selesai.


Sontak Suara tepuk tangan memadati ruangan mengapresiasi rencana yang telah armand dan timnya buat dalam waktu yang sangat singkat. Itulah kelebihan Armand di posisinya yang membuat Hendrik begitu mempercayainya.


" terimakasih semuanya," Ucap Armand masih dengan Ekspresinya yang datar tanpa semyuman kali ini.


Angga yang sudah melihat Rencana Armand semakin geram dan semakin menyadari persaingannya dengan Armand semakin sulit, namun meski begitu Angga menutupi kegelisahannya dengan senyuman sinis diwajahnya.


Setelah Armand selesai dengan tugasnya di rapat kali ini, Armand pun kembali duduk disambut senyuman Puteri. Tanpa berselang lama setelah Armand duduk Hendrik pun meminta Sepupunya Angga Untuk menyampaikan Laporan dan Rencana Progressnya.


Angga pun berdiri kemudian berjalan untuk mempersentasikan semua pekerjaan yang menjadi pokok tanggung jawabnya. Kemudian barulah Angga menyampaikan Laporan Progress yang sudah Armand buat namun dia sudah rubah dengan versinya untuk menjatuhkan reputasi Armand.


" Ok, saya lanjutkan dengan Laporan Progress yang sudah diserah terimakan Pak Armand kepada saya dua hari yang lalu, Saya ucapkan terimakasih Pak Armand " Ucap Angga dengan penuh semangat.


Armand mulai gelisah dengan perasaannya, Puteri yang menyadari kegelisahan Arman mencoba menyentuh lututnya yang tertutupi meja memberikan isyarat menenangkan. Sementara Ronald begitu serius memperhatikan Angga yang masih berdiri akan menyampaikan Laporan Progress Armand.


" Saya kagum dengan pencapaian progress Proyek yang ditangani pak Armand selama ini, semua rasanya terscedule dengan sangat matang, Namun saya menemukan sesuatu yang menarik perhatian saya saat mengecek secara keseluruhan, Ya saya menemukan ada Mark up progress yang tidak seharusnya dilakukan, karena kita semua tau itu melanggar kebijakan perusahaan dan merupakan suatu kesalahan yang fatal yang dapat merugikan perusahaan. Ini saya tunjukkan buktinya " Ucap Angga Penuh yakin.


Setelah mendengar ucapan Angga semua mata tertuju ke arah Armand seolah tak percaya dengan apa yang di sampaikan Angga. Ronald hanya menyandarkan dirinya di kursi sambil menggit jarir mengarahkan pandangannya ke Arah Angga, Sementara Puteri semakin mencoba menenangkan Armand dengan elusannya. berbeda dengan yang lainnya Armand kini sudah kembali tersemyum dengan melihat bukti firasatnya itu.


Sementara Hendrik tak percaya begitu saja dengan apa yang sudah Angga ucapkan, Hendrik pun meminta Angga mempercepat untuk memperlihatkan bukti yang dia temukan.


" Tolong perlihatkan itu segera " ucap hendrik penuh rasa penasaran.


Agga pun memperlihatkan semua bukti yang sudah dia rubah dari data sebenarnya lewat infocus yang tersedia. Sontak semua semakin kaget termakan hasutan Angga dengan bukti yang mereka lihat, Hendrik pun tak menyangka dengan apa yang sudah sudah di lakukan orang kepercayaannya.

__ADS_1


" Pak Armand, Anda tau itu sebuah kesalah fatal yang sudah menjadi peraturan baku perusahaan dan tidak ada toleransi lagi untuk sebuah kesalahan seperti itu, tolong Anda jelaskan ! " Ucap hendrik dengan nada kesal.


Semua terdiam melihat kegeramam Hendrik kepada Armand, Armand kembali jadi pusat perhatian semua orang yang ada diruangan tersebut, Sementara Hendrik tersenyum menyaksikan merasa telah berhasil mempermalukan Armand di depan banyak Orang yang mengaguminya.


Sementara itu Puteri dan Ronald teringat perintah Armand sebelum memasuki ruang rapat yang memintanya untuk diam. Armand yang sudah menyadari kelicikan Angga pun Angkat bicara.


" Saya juga tidak mengerti kenapa itu semua menjadi seperti itu Pak,"


" Itu laporan yang sudah kamu buat Armand. Kamu punya bukti apa membantah semua itu ? " Potong Hendrik yang semakin kesal.


" Saya memang sudah tidak memegang data itu untuk membuktikannya, karena saya sudah serah terimakan semuanya. Tapi itu bukan laporan yang saya buat. " Bantah Armand dengan nada tegas.


" Saya kecewa sama kamu, mau tidak mau kamu harus menanggung semua konsekwensinya." Tutup Hendrik dengan amarahnya.


" Maaf pak izinkan saya bicara " ucap Puteri


Angga dan Armand yang melihat puteri mengangkat tangannya seketika kaget bertanya - tanya apa yang akan dilakukan puteri.


" Diam kamu putri, " Bentak Armand


Mendengar kekasih simpanannya dibentak Armand, Hendrik pun tak tinggal diam.


" Kamu yang diam Armand !,"


" Itu semua tugas saya, dan jelas sudah menjadi kesalahan Saya pak, Kesalahan pak Armand hanyalah tidak mengecek semua laporan itu. Itupun karena saya tidak memberikannya kesempatan untuk mengecek semua itu " Ucap Puteri


" Tidak pak, itu kesalahan Saya sebagai atasannya," Bantah Armand yang tidak mau melibatkan Puteri.


Sementara Angga Kesal dengan pembelaan puteri.


" Apa yang dilakukan si perempuan J*lang ini, berani sekali membela Armand " Gumam Angga kesal


" Apa kamu ada buktinya itu kesalahanmu ? " Tanya Hendrik.


" Ada pak, Nanti saya tunjukkan " Jawab Puteri.


Hendrik pun semakin pusing dengan semua yang terjadi, Namun dia mecoba Bijaksana ditengah kekacauan itu.


" Baik Saya minta besok kamu sudah bisa buktikan semua itu, Bila kamu tidak bisa buktikan saya pecat kalian berdua." Jawab Hendrik sambil meredam amarahnya.


Puteri hanya mengangguk Seolah menyalahi kesalahannya, tak berselang lama Angga pun selesai sudah dengan laporan dan aksi kejahatannya dan Hendrik mengakhiri rapat tersebut dan memerintah semua kembali keruangan masing - masing.

__ADS_1


Setelah kembali di ruangannya Armand yang masih dengan kekacauannya meminta Puteri membuatkannya kopi, Sementara Ronald menemaninya.


" Ar, Kenapa semua terlihat kacau seperti itu tadi ? " Tanya Ronald.


" Entahkah, kamu sudah liat sendiri dengan firasatku " jawab Armand sedikit malas.


Ronald pun terdiam tak bisa berbuat banyak, Sementara itu Putri sudah kembali membawakan kopi kesukaan Armand. Armand pun membakar rokoknya duduk bersandar memikirkan semuanya.


" Ar, sudahlah serahkan semua beban masalahmu itu ke aku, Maaf aku segaja tidak mengikuti arahanmu tadi, Aku hanya ingin kamu terus bertahan dengan mimpimu itu, Apalagi kesempatan sangat terbuka, walaupun ada Angga yang tidak akan berhenti menjegalmu, kamu harus tetap yakin dengan mimpimu " Ucap Puteri mencoba menenangkan Armand.


" Kamu harusnya diam, tidak lakukam itu, Aku sudah mengingatkanmu tapi kamu Aaargh... " jawab Armand kesal


" Sekarang Apa yang akan kamu buktikan, bahwa itu adalah kesalahanmu ?, Harusnya kamu tidak terlibat putri, biarkan saja saya walaupun karir saya menjadi pertaruhannya, tugas saya adalah bertanggung jawab atas kalian, harusnya kamu ingat itu."


" Aku mengerti maksudmu Ar, Aku melibatkan diri karena Aku tau caranya untuk membantah semua ini " jawab Puteri.


Armand dan Ronald menatap bingung kearah puteri, mereka bertanya apa yang di maksudkan dengan ucapannya itu.


" Bentar Put,, Maksud Kamu gimana caranya ?, kalo sampai tidak bisa membuktikan ya kamu tau sendiri kan konsekwensinya." Lanjut Ronald.


" Kamu tau put, Bukti satu - sayunya adalah Back up data itu, sementara Aku Sudah serahkan semuanya. Gimana Sih Put ? " ucap Armand yang semakin bingung.


" Kalian Lupa Ada hani, dan aku minta tolong sama kamu untuk memintanya Ronald ! " jawab Puteri.


" Ok.. kalo hani biarkan aku yang urus " Ucap Ronald


" Ya kamu tau yang harus kamu lakukan Ron " jawab puteri.


" Maksud kalian ? " Ucap Armand.


" Udah Ar seharin sama kita." tutup Ronald


Armand pun terpaksa sepakat dengan solusi yang ada untuk memberikan bukti kepada Hendrik, Hanya saja Hani harus terlibat untuk mencari data dan memback up nya.


Meski Ronald dekat dengan hani Ronald masih berpikir keras memikirkan caranya untuk meminta semua kepada hani hani. Di sampimg itu meraka pun masih memikirkan kemumgkinan lainnya.


##### Bersambung .....


Terimakasih sudah membaca.


Jangan lupa untuk terus mendukung ya.

__ADS_1


""" ¤ """ ¤ """ ¤ """ ¤ """ ¤ """ ¤ """ ¤ """ ¤


__ADS_2