
Mari lanjut ceritanya 😋 jangan lupa like ya sebelum baca.
....🍂🍂🍂🍂🍂....
Setelah sempat mampir untuk makan siang dalam perjalanan kembali ke kantor, Armand dan Puteri kembali melanjutkan perjalanannya.
Dalam perjalanan, Armand teringat kembali dengan apa yang sudah dilakukan Puteri untuknya. Armand terus teringat dengan ucapan puteri yang berharap menjadi kekasihnya meski Puteri terlihat seperti biasa saja
"Put, maafin aku ya semalam" Ucap Armand yang sedang mengemudi sambil melirik kearah Puteri.
"Oh, ga apa - apa ko Ar, aku sudah mengerti semuanya ko" jawab Puteri berpura - pura.
"Put, Aku bisa melihat kekecewaan yang kamu rasain ko, dan aku bener - bener ga mau karena semua itu hubungan persahabatan kita rusak"
"Ya Ar, Aku juga berpikir sama ko, tapi kamu ga usah khawatir dengan keadaanku, aku pasti bisa lewatin semua ini ko" jelas Puteri yang berhasil membuat Armand terdiam.
"Huft"
Mendengar jawaban Puteri Armand hanya menghelakan nafasnya dan tak bisa berkata - kata lagi selain bergumam dalam hatinya.
"Sebetulnya aku pun sangat nyaman dengan kesetiaan mu, tapi aku ga mau khianati perasaanku, aku hanya inginkan Vony saat ini, dan aku belum memulainya sama sekali, mungkin semua berbeda bila saja aku belum bertemu Vony" Gumam Armand.
__ADS_1
Sementara Puteri hanya menatap ke samping jendela dari tempatnya duduk disamping Armand yg sedang mengemudi. Tiba - tiba nada dering hand phone nya berbunyi, dan Puteri mengambil handphone tersebut dari dalam tasnya. Puteri kaget saat melihat kontak yang memanggilnya adalah Hendrik. Armand pun melirik ke arah handphone yang masih berdering itu.
"Kenapa ga di angkat put, itu papah kamu kan ?"
Ya Armand mengira yang menelpon Puteri adalah papahnya seperti yang dia lihat dalam panggilan tersebut. Puteri tak menjawab Armand sedikitpun dan langsung menerima panggilan Hendrik tersebut sambil mengecilkan Volumenya.
"Hallo" Ucap Puteri pelan saat menerima panggilan Hendrik.
"Nanti malam aku tunggu di hotel biasa" Jawab Hendrik tanpa basa basi.
"Ya sudah" jawab Puteri singkat sambil melihat kearah Armand.
Hendrik pun menutup telponnya setelah mendengar jawaban Puteri. Sementara Armand penasaran dengan obrolan singkat Puteri dan kemabali melihat kearah puteri.
"Ga ada apa - apa ko" jawab Puteri singkat.
"kamu kalau ada masalah cerita aja jangan sungkan, siapa tau aku bisa bantu Put !"
"Ga ko Ar, aku cuman di minta papah pulang dulu"
"Oh, berapa lama emang kamu belum pulang put ?"
__ADS_1
"Belum lama ko"
"ya sudah kalau gitu, kamu kalau nanti mau pulang cepat juga ga apa - apa Put"
"Ya Ar, gimana nanti aja" jawab Puteri singkat.
Kebohongan Puteri pun di percaya Armand begitu saja, sebetulnya dalam hati Puteri merasa bersalah telah melakukan kebohongan itu.
"Maaf Ar, Aku terpaksa membohongimu, karena aku tau apa yang akan terjadi bila kamu tau semua tentang aku dan Hendrik" Gumam Puteri sambil melihat ke arah Armand.
Tak lama kemudian mereka pun tiba di kantor dan langsung menuju ruangan kerjanya.
Ronald yang melihat Armand sudah kembali pun menyusul untuk menanyakan hasil pertemuannya dengan Ryanto.
#### Bersambung .....
Makasih Readers, semoga kalian suka ya ceritanya.
Maaf banget kali ini bener2 sedikit Up nya, Karena Mood masih buruk.
Jangan lupa dukung terus supaya semangat author kembali bangkit ya.
__ADS_1
SHARE, LIKE, VOTE, FAVORIT, dan KOMEN
semoga kita selalu dalam kesehatan Aamiin 😇