CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 24


__ADS_3

Setelah Puteri mendapatkan data dari Hani, Armand kembali berpikir dengan nasib Puteri dari konsekwensi yang telah dia lakukan.


"Put, kita belum selesai dengan permasalahan ini, walaupun kamu bisa memberikan bukti itu sama Pak Hendrik lalu bagaimana dengan Sikap Pak Hendrik nanti" Ucap Armand dengan kekhawatirannya.


"Ya put, Armand benar, Pak Hendrik bisa saja memecatmu" Lanjut Ronald yang sama khawatir


"Sudahlah, Itu konsekwensi yang sudah aku pikirkan ko, dan aku siap untuk konsekwensi itu" Jawab Puteri menenangkan Armand dan Ronald.


Puteri merasa yakin itu tidak akan pernah terjadi pada dirinya karena hubungannya dengan Hendrik. Hanya saja Puteri tak bisa menjelaskan itu semua kepada Armand dan Ronald.


"Hufft... Entahlah aku belum yakin dengan tindakan yang akan dilakukannya nanti" Ucap Armand sambil menghelakan nafasnya.


"Kamu salin data itu sekarang untuk kita tunjukkan ke Pak Hendrik, dan kamu Ron, kembali saja kemejamu dan sampaikan terimakasih saya kepada Hani" Ucap Armand masih dengan kekhawatirannya.


Puteri dan Ronald pun Mengikuti perintah Armand. Mereka berdua meninggalkan Armand yang mencoba menenangkan pikirannya dengan sebatang Rokok.


Sementara Itu ditempat lainnya Ardi tengah Sibuk mengawasi persiapan Acara untuk Vony dan Papahnya.


"Mas, Itu setnya tolong segera di rubah, Buat terkesan lebih elegant lagi ya tolong" Ucap Ardy sambil menunjukkan Kesebuah meja yang sudah di tata.


Vony yang penasaran dengan persiapan untuk acaranya pun menyempatkan datang untuk mengecek langsung dengan Papahnya. Mereka pun datang bersamaan ke sebuah Hotel tempat akan diadakannya acara, dan langsung menemui Ardi.


"Hai di, gimana persiapannya ?" Sapa Vony ketika bertemu Ardi.


"Siang Pak, Von" Ucap Ardi yang menyadari kedua atasannya datang

__ADS_1


"Seperti yang kamu lihat Von, persiapannya tinggal sedikit lagi, tapi kamu ga usah khawatir semua pasti selesai seperti yang telah di rencanakan" Jelas Ardi penuh yakin


"Ok.. gimana Pah menurut papah dengan semua ini ? Ucap Vony sambil meminta pendapat papahnya.


"Papah sudah sangat tau Ardi sayang, dia selalu melakukan apapun itu tanpa pernah mengecewakan papah. Papah sangat puas ko melihat semua ini" Ucap Yoga sambil melihat sekeliling.


 


Puteri Kembali ke ruangan Armand setelah menyalin data, Setelah itu pun mereka sepakat untuk segera menyelesaikan masalahnya dengan menemui Hendrik di ruangannya tanpa harus menunggu lagi.


**** Tuut ...


"Ya Ar.." Ucap Hendrik saat menerima Telpon dari Armand.


"Apa saya Sudah bisa bertemu pak ?" jawab Armand


Armand pun memberi tahu Puteri yang sedang duduk di hadapanya untuk bersama ke ruangan Hendrik.


"Put, Pak Hendrik sudah menyuruh kita menemuinya, Kamu siap ?" Tanya Armamd


"Ya Ar Aku siap" jawab Puteri singkat.


Mereka berdua pun beranjak dan melangkah pergi menemui Hendrik, Setelah di ruang Hendrik mereka duduk di sofa berdampingan sementara Hendrik di hadapan mereka.


Kegelisahan Armand tak bisa di tutupi, Berbeda dengan Puteri yang biasa saja karena keyakinannya terhadap keputusan yang akan di ambil Hendrik tidaklah mungkin sampai memecat dirinya itu.

__ADS_1


Tanpa basi - basi Hendrik pun memulai percakapan untuk membahas masalah yg telah terjadi.


"Coba tolong jelaskan lagi mengapa bisa terjadi kesalahan seperti itu ?" ucap Hendrik.


Mendengar ucapan itu puteri langsung mencoba menjelaskan, sementara Armand hanya diam mendengarkan Puteri, Begitu juga Hendrik sangat memeperhatikan semua penjelas Puteri.


"Kamu sudah bawa bukti, bahwa itu kesalahanmu ?" Ucap Hendrik lagi.


"Ini saya bawa buktinya pak, di sini ada salinan Data atas kesalahan yang sudah saya lakukan, dan itu memang saya yang kerjakan bukan Pak Armand" jelas Puteri sambil memberikan Flashdisk yang di bawanya.


"Maaf Pak, saya harus sampaikan juga, bagaimana pun Puteri hanya melaksanakan tugas yang saya perintahkan, dan saya terlalu mempercayakan semua kerjaan itu kepada puteri sampai saya tidak sempat untuk mengeceknya, jadi saya rasa saya yang sepantasnya bertanggung jawab atas kesalahan yang sudah puteri lakukan" Ucap Armand yang mencoba membela Puteri.


Penjelasan Mereka membuat Hendrik bingung, Hendrik sebagai Direksi harus tegas dalam mengambilkan sikap sementara Hendril sangat membutuhkan kedua orang tersebut meski dalam hal yang berbeda. Hendrik menjeda Obrolannya dengan memeriksa data yang di bawa Puteri.


"Sebentar saya ingin liat dulu data itu" Ucap Hendrik sambil membawa Falsh disk untuk diperiksanya.


Armand dan puteri hanya memanggut tanpa memberikan jawaban sepatah kata pun. setelah selesai mengecek Hendrik pun kembali ke kursi yang sama untuk memberikan keputusannya.


"Ar, saya sudah periksa datanya, dan itu benar - benar suatu kasalahan yang sangat fatal, hanya saja Puteri sudah mengakui kesalahannya, dan jujur saja sangat menghargai kejujuranmu itu Puteri, Begitu juga dengan tanggung jawabmu Ar sebagai Atasan Puteri. Jadi untuk permasalahan ini saya akan menjatuhkan sangsi peringatan kesatu untuk kalian berdua. dan saya harap kalian tidak pernah melakukan suatu kesalahan yang sudah pernah terjadi ini" Tegas Hendrik.


Armand pun merasa lega setelah mendengar keputusan yang di berikan Hendrik meski dia pun harus mendapatkan SP 1.


###### Bersambung ....


Dukung terus dengan Like, Vote dan Komen ya..

__ADS_1


Semoga kita sehat selalu.


"^^^xxx "^^^xxx "^^^xxx "^^^xxx


__ADS_2