
Armand, Puteri dan Ronald kembali di Ruangan Yang sama setelah Ronald bertemu Hani, Ronald menyampaikan kesanggupan Hani, Hanya saja Ronald tidak bisa menjelaskan bagaimana Hani akan membantu mendapatkan data itu.
Setelah Mendengar semua cerita Ronald, Armand Semakin cemas dengan keterlibatan Hani, pasalnya Armand masih saja memikirkan kemungkinan terburuk bila keterlibatan Hani diketahui Angga. Sementara Puteri hanya terdiam mencoba memikirkan cara lainnya sambil bergumam.
" Kalau saja Aku coba sampaikan kejadian yang sesungguhnya kepada Hendrik aku tau itu tidak akan dipercayainya begitu saja. dan akan lebih sulit untuk membuktikannya " Gumam Puteri.
Melihat dahi Armand yang berkerut Ronald pun mencoba meyakinkan Armand, Meski sebenarnya Ronald pun dalam kecemasan yang sama terhadap Hani.
" Aku sudah jelaskan semua sama Hani Ar, lagian Hani juga sudah sangat memahami kemungkinan terburuk itu, dan rasanya tidak ada cara lain lagi, jadi kita percayakan saja sama Hani, dia juga pasti lakukan dengan cara terbaik." Ucap Ronald
" Ya, semoga saja begitu " jawab Puteri penuh harap.
" Ya sudah kalau begitu kita tunggu sampai besok pagi " tutup Armand, Puteri dan Ronald pun kembali meninggalkan Armand sendiri.
--'x --'x --'x --'x --'x --'x --'x --'x --'x --'x --'x
Sementara itu ditempat lainnya Vony masih mempelajari berkas - berkas perusahaan, namun Vony mempelajarinya tidak di kantor.
Ya, karena setelah Yoga memberikan Berkas penting itu Vony membawa beberapa berkas pulang kerumahnya, dan Vony memilih menghormati papahnya sendiri untuk menikmati hari terakhirnya di kantor seperti biasa tanpa kehadirannya.
Satu - persatu berkas Vony pelajari dengan sangat serius, Vony sangat menikmati pekerjaan barunya itu, buat nya itu bagaikan membaca sebuah komik kesuakaannya, Ya Vony memang seoarang yang ceria dengan tingkat khayalnya yang tinggi, semua yang dia baca seakaan selalu tergambar Secara otomatis dihadapannya. jadi buatnya berkas - berkas itu sangatlah mudah untuk dipahami dengan cepat. Meski hari semakin Sore Vony masih saja bergelut dengan berkas - berkas dikamarnya. tiba - tiba pintu kamarnya pun di ketuk.
*** Tok ....
*** Tok ....
*** Tok ....
" Ya bi.. masuk aja " jawab Vony
Ya Vony tau siapa lagi kalau bukan Bi Narti, dia pun melangkah masuk parlahan membawakan Cake kesukaaan Vony , Bi Narti hapal betul dengan kesukaan Vony itu, pasalnya Bi Narti lah yang masih setia menjadi ART selama ini, dan Vony paling sering meminta Bi nanti membuatkannya.
" Non ... Ini Bibi buatkan kesukaan Non, soalnya Bibi perhatiin dari tadi ga keliatan keluar kamar buat makan siang " Ucap Binarti lembut.
" Wah bibi tau aja kesukaan Aku bi, Sini aku makan bi " Jawab Vony penuh ceria
Vony pun mengambil Sepotong Cake yang sudah di bawakan Bi Narti, sementara Bi Narti masih setia menemani Vony melahap Cake buatannya itu.
" Gimana non Cakenya ? " tanya Bi nanrti
" Enak Bi, rasanya ga berubah dari dulu " jawab Vony sambil sambil melahap
" Sisanya Simpen Aja bi di situ, nanti Aku habisin " ucapnya lagi sambil menunjuk ke arah meja kecil di pojok meja kerjanya.
Bi Narti pun menyimpan cake berserta segelas air putih di meja seperti yang di perintahkan Vony.
" Bibi tinggal ya Non " Pamit Binarti sambil beranjak
" Oh iya bi, makasih ya Cakenya " Ucap Vony.
__ADS_1
Setelah menghabiskan sepotong Cake Vony baru menyadari kalau hari sudah sore, dia teringat belum memastikan kesiapan untuk Acaranya besok kepada Ardi, tak berpikir lagi Vony pun langsung mengambil Hp nya untuk menelpon Ardi.
*** Tutt .....
*** Tutt .....
*** Tutt .....
" Hallo Ar, kamu masih di kantor ? " Tanya Vony sedikit tergesa - gesa
" Iya Von masih, Ada apa ? " jawab Ardi
" Itu gimana kesiapan untuk Acara besok, pastiin semunya beres lo di, kamu sampein ke EO nya, kamu tau aku ga mau papah Kecewa. " Tegas Vony
" Jangan lupa juga semua undangan, jangan sampe ada yang kelewat di konfirmasi lagi secepetnya " ucap Vony lagi.
" Siap put " Jawab Ardi
" Ya sudah " Jawab vony singkat dan mengakhiri panggilan telponnya dengan Ardi.
Setelah Itu Ardi pun langsung memastikan semua yang disampaikan Vony, Sementara Vony menghubungi beberapa temannya untuk mengundang ke acaranya tersebut.
" Siapa lagi yang belum aku kabarin " Guman Vony sambil berpikir
Ya, Vony pun menyadari belum mengundang Armamd untuk datang ke acaranya. Meski Vony yakin Ardi sudah memberikan undangan kepada Perusahaan Armand hanya saja Vony khawatir Armand tidak mewakili perusahaannya nanti.
**** Tut ....
**** Tut ....
" Ada apa Vony menelponku ? " Gumam Armand penuh tanya.
" Hallo ... " Ucap Armand Ketika menerima panggilan telpon dari Vony.
" Hai... kamu lagi sibuk ? " ucap Vony dengan keceriaannya.
" Euu..Engga ko biasa aja " Jawab Armand sedikit gugup.
" Ada apa ya ? ucap Armand lg singkat.
" Aku besok ada acara, emmm sebenernya si papah yang buat acara itu buat aku, itu pun mendadak Acaranya, kamu datang ya besok ! " Jelas Vony.
" Acara Apa emang ? " Tanya Armand lagi.
" Papah adain Acara perpisahan dengan para staf dan rekan kerjanya, sekaligus peresmian aku gantiin papah gtu deh " jelas Vony
" Oh ya sudah kalau begitu " ucap Armand.
" Ok deh, tolong sampein ke tim kamu juga ya, nanti aku share undangan digitalnya. Sampai ketemu nanti " Ucap Vony mengakhiri obrolan di telponnya dengan Armand.
__ADS_1
Armand yang mendapat undangan itu pun bahagia, karena Armand berpikir akan ada kesempatan untuk mengenal Vony lebih jauh.
Singkat waktu Armand pun memberitahu puteri dengan mengirim chat yang berisi Undangan Digital yang sudah diterimanya dari Vony.
* cklek...
Pintu ruangan Armand pun terbuka oleh Puteri yang memasuki ruangannya setelah mendapatkan pesan chat.
" Ar, kamu mau datang ke undangan itu ? " tanya Puteri.
" Ya Aku datang put, ga enak kalau aku ga datang, kamu bareng aku aja nanti " ucap Armand.
" Ronald udah kamu kasih tau ? " ucap Armand lagi
" Udah Ar, tapi katanya dia ga bisa datang besok " Jelas Puteri.
" Ya sudah berarti kita berdua aja nanti kesana " Jawab Armand.
" Oh iya put ini udah sore lo, kamu belum pulang ? tanya Armand
" Bentar lagi Ar, kamu mau lembur emang ? "
" ga sih, paling selesein ini doang dikit lagi. " jawab Armand sambil menunjuk ke arah leptopnya.
Puteri hanya melirik kearah leptop dan duduk menemani Armand dengan muka sedikit murung.
" Ar, Aku khawatir dengan karir kamu, bagaimana pun besok kamu pasti mendapatkan teguran dari Pak Hendrik. " ucap Puteri.
" Hemm "
Armand pun menghelakan nafas sambil menyandarkan badan di kursinya itu.
" Itu sudah menjadi bagian resiko jabatanku put, Jadi aku rasa buatku ga masalah, Lagian aku tau kan itu semua bukan kesalahanmu, justru kamu mencoba membelaku dari hasutan Hendrik. dan sebenarnya aku yang lebih menghawatirkan kamu, jujur Aku takut Hendrik memecatmu dan aku tak bisa membelamu." Jelas Armamd.
" Lagian kenapa kamu lakuin itu sih put ? " Ucap Armand lagi.
" ya gimana lagi Ar, yang terpikir waktu itu Aku ga mau melihat kamu di permalukan dari banyak orang, dan aku ga bisa terima itu semua. makanya aku berinisiatif mengakui bahwa itu semua kesalahanku. " jelas Puteri
" Aku ga peduli dengan pandangan yang lainnya terhadap aku, lagi pula aku cuman staf biasa disini, berbeda dengan kamu Ar yang sudah memiliki peluang bagus di perusahaan ini. dan aku tau perjuanganmu selama ini untuk mendapatkan peluang itu. " jelas Puteri lg dengan sedikit suara yang menekan.
" ya, memang Put aku sangat berusaha keras selama ini dengan tanggung jawabku. tapi aku akan merasa gagal bila nantinya aku tidak biasa membantu kamu." Jawab Armand dengan nada Sendunya
Puteri hanya terdiam mendengar dan melihat semua kecemasan armand yang sedang mengambil sebatang Rokok untuk sedikit menenangkannya.
" Aku tak bisa memeberikan alasan sebenarnya sekarang Ar dengan apa yang aku lakukan, Dan Tak mungkin aku sampaikan hubunganku dengan hendrik, Sedikitpun aku tak menghawatirkan Hendrik sebenarnya. karena aku tau hendrik tak mungkin lakukan itu untukku, Aku hanya selalu menghawatirkanmu Ar " Gumam Puteri.
####### Bersamabung ......
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1
Semoga Kita sehat selalu.