
Malam pun tiba Armand yang begitu lelah dengan semua yang dia pikirkan membuat matanya terlelap begitu saja di atas kasur empuknya, Armand begitu nyenyak dalam ruang yang gelap itu sendiri.
Berbeda dengan putri yang masih duduk dengan rokoknya di balkon memandang ke arah tower yang berada diseberangnya. dengan kesuntukannya puteri menghitung setiap lantai mencari tahu tempat Armand tinggal. Puteri pun terfokus pada satu jendela yang masih belum tertup gorden.
" Disitukah Amand tinggal " Gumam Putri sambil menatap tajam ke arah jendela tersebut.
Ya, memang benar itulah tempat Armand tertidur Pulas. Armand memang tak sempat menutup gordengnya sebelum terlelap. Puteri mengalihkan pikirannya dan hanya berandai - andai sambil memikrikan tentang jalan hidup yang sudah dilewatinya.
Entah berapa lama Puteri duduk di balkon dengan lamunannya malam itu, yang pasti semua itu puteri sudahi ketika dia sudah merasa sangat ngantuk dan menuju tempat tidurnya untuk terlelap.
- zZz - zZz - zZz - zZz - zZz - zZz
Pagipun tiba, Armand Kali ini tidak perlu terbangunkan oleh Alarmnya, Pasalnya Armand bangun lebih dulu dari bunyi Alarm jam wekernya. Armad masih duduk di tempat tidurnya berusaha mengumpulkan kesadaranya. Matanya melirik kearah jendela dia pun tersenyum dengan tingkahnya yg lupa menutup gorden.
Selepas itu Armand pun bangkit menuju balkon untuk menghirup udara pagi. sesampainya di balkon Armand memanjakan matanya dengan melihat sekitar, dan terhenti saat melihat seseorang yang tak terus terusan melambaikan tangannya.
Ya siapa lagi kalau bukan puteri di tower yang berhadapan dengan Armand. puteri memang selalu bangun pagi sekali meski dia tidur larut malam sekalipun selama hari kerja, waktu itu Puteri tengah di balkon memang kebiasaannya setiap pagi dan malam hari menjelang tidur.
Puteri yang menyadari Armand sudah terbangun pun mecoba menghubunginya.
" Hai.. Pagi .... " Ucap Puteri.
" Ya Put, pagi juga,, aku pikir siapa tadi. " jawab Armand yang masih sedikit malas.
" Rupanya kamu disitu ya aku jadi tau, Oh iya Aku lagi sarapan, Kamu mau aku bikinin sarapan buat nanti di kantor ? " tanya Puteri.
" Ga usah deh, Aku beli aja nanti put " tolak Armand.
" Udah, hari ini kamu ga usah beli dulu aku bawain aja, udah ga usah nolak,,, dah ya sampe nanti " tutup Puteri
" Hemmm "
Armand pun bergeming pasalnya belum sempat menjawab untuk menolaknya lagi puteri sudah menutup telponnya. Armand pun melanjutkan kebiasaan pagi hari nya sampai tiba di kantor, hanya saja kali ini tidak mampir untuk membeli sarapan paginya.
Jam pun Sudah menunjukan 8 pagi. Armand baru memasuki kantor dan sangat tergesa - gesa pagi ini. semua persoalan seakan kembali masuk ke dalam pikiran Armand sesampainya di kantor. seperti biasa Puteri Selalu datang sebelum Armand, kali ini Puteri hanya duduk menunggu Armand datang untuk memberikan sarapannya.
__ADS_1
Ronald terlihat sangat gelisah, Pasalnnya Angga belum terlihat datang dengan Laptopnya. Semantara Armand sudah menghampiri Ronald sebelum keruangannya.
" Gimana Ron, Ada kabar dari Hani ? " ucap Armand
" Hani katanya udah siap, tapi dia masih nunggu Pak Angga datang Ar " jawab Ronald dengan gelisahnya.
" Ya sudah nanti kamu keruanganku " ucap Armand meninggalkan Ronald.
Armand pun pergi menuju ruangannya dan menyapa Puteri sebelum memasuki ruangannya.
" Hai put.. " Ucap Armand.
Sementara Puteri hanya tersenyum, Puteri yang melihat armand masuk pun mengikutinya masuk dengan membawa Sarapan yang sudah dibuatnya.
" Ar, Ini sarapanmu yang sudah aku buatkan " ucap Puteri
" Oh iya put, makasih ya "
" Put kira - kira Hani .... "
Armand pun tersenyum dengan kepedulian Puteri. Tak lama Armand pun membuka sarapan yang telah dibuat puteri.
" Dari Wanginya sih enak banget ni Put "
Puterj hanya tersenyum memperhatikan Armand yang mulai melahap sarapannya.
" Enak put,, kamu pinter juga ya masak " ucap Armamd.
" Makasih pujiannya, Aku suka iseng - iseng aja nyoba praktekin menu - menu gitu " jawab Puteri.
" Oh.. pantes " Ucap Armand sambil melajutkan melahap sarapannya.
Sementara itu Angga Sudah datang, Ronald yaang melihat itu pun semakin menjadi - jadi dengan kecemasannya.Hani yang Sedang duduk di mejanya pun mencoba menyapa, tapi Angga hanya melirik dan melaluinya begitu saja, Hani sudah biasa dapatkan hal itu. Hani pun kembali fokus dengan leptopnya dan Angga pun memasuki ruangannya.
Armand masih melahap sarapannya ditemani puteri sambil berbincang hangat seolah tidak ada sesuatu masalah yang terjadi, sementara ronald masih dengan kecemasannya menunggu kabar dari Hani tentang data yang dipintanya dapatkah berhasil Atau tidak.
__ADS_1
Angga memanggil Hani untuk ke ruangannya, seperti biasa sebelum Hani diberikan tugas untuk di kerjakan Hani diminta menyerahkan tugas - tugas sebelumnya yang diberikan untuk dia cek satu - persatu. Hani pun masuk membawa berkas - berkas yang sudah dia selesaikan.
Namun keadaan semakin memburuk rasanya setelah Ronald melihat kedatangan Hendrik. kepanikan yang ronald rasakan membuat Ronald beranjak menemui Armand ke ruangannya. Setiba di ruangan Armand rupanya Armand baru selesai menghabiskan sarapannya.
" Ar Pak Hendrik Sudah datang, Angga juga sudah di ruangannya " Ucap Ronald dengan kepanikannya.
" Hani gimana Ron ? " tanya Armand.
" Ya gimana Hani, udah dapetin data itu ? " ucap Puteri
" Aku belum dapat kabar apa - apa dari Hani, tapi aku lihat Hani ga ada dimejanya " Jelas Ronald kebingungan
Mereka pun kini merasakan kepanikan yang sama, mereka benar - benar kebingungan bila saja Hani tidak berhasil mengambil data itu. Sementara seperti yang Ronald lihat Hendrik pun sudah berada di kantor dan bisa kapan saja meminta data itu.
Sementara itu Angga kini tidak sendiri di ruangannya, Ya, Hani sudah di ruangan yang sama bersama Angga untuk menunjukkan berkas - berkas yang sudah dia kerjakan untuk Angga periksa satu persatu, Hani pun berpikir bagai mana cara untuk menyentuh laptopnya Annga.
" Mana coba saya liat hasil kerjaan kamu yang saya minta kemaren " ucap Angga
" Ini pak " Jawab Hani singkat.
* PRAAK..
Seketika Hani pun diam sambil menunduk.
" Kenapa Kamu ini, ada - ada saja kamu, " Ucap Angga dengan amarahnya.
" Maaf pak saya tidak sengaja " jawab Hani
" Gimana kalau laptop saya itu tidak bisa di gunakan lagi, Kamu bawa bersihkan semua ini " Ucapnya lagi
" Baik pak " Ucap Hani
Anggapun Keluar ruangan berjalan menuki toilet untuk membersihkan kemeja polosnya yang terksena cipratan.
Ya Hani memang sengaja menepis untuk menumpahkan Kopi Angga yang berada persis disamping laptopnya itu, Hani tak ada cara lainnya untuk bisa leluasa dengan leptop Angga yang entah sudah menyala atau belum.
__ADS_1
###### Bersambung ......