
Ruangan semakin riuh dengan kedatangan Vony yang didampingi Ardi, Vony yang menggunakan gaun berwarna Pink dengan bahu terbuka dipadu dengan make up yang sangat minimalis terlihat sangat anggun dengan kecantikan alaminya, Ikatan rambutnya yang begitu sederhana memberikan kesan santai, sebuah tas yang ditentengnya tak begitu besar dengan warna senada dengan gaunnya membuat lebih Elegant menyempurnakan penampilannya.
Ya, singkatnya Pesona kecantikannya begitu memancar seperti sebuah sinar Aurora yang menjadi namanya.
Armand yang melihat kedatangan Vony dengan penampilannya itu semakin mantap dengan segala perasaan cintanya, namun bersamaan dengan itu kegelisahannya kembali hadir menyelimuti Armand ketika menyadari Ardi lah yang mendampingi, tetapi Armand berusaha menutupi kegelisahannya itu dengan bertingkah seperti yang lainnya.
"Jadi saya perkenalkan Ini Puteri saya tercinta Vony Aurora yang akan meneruskan kepemimpinan saya di perusahaan, saya sangat berharap rekan - rekan semua bisa bekerjasama dan tetap mensupport meski di bawah kepemimpinan puteri saya nanti. demikian yang saya bisa sampaikan sekali lagi saya ucapkan terimakasih" lanjut Yoga dalam pidatonya.
Ruangan kembali riuh dengan suara tepukan tangan seiring berakhirnya pidato Yoga, semua orang berdiri berlomba - lomba untuk menyalami Yoga dan Juga Vony, tak terkecuali Armand dan Puteri, setelah mendapatkan kesempatan mereka berdua pun menghampiri yoga terlebih dahulu baru kemudian menghampiri Vony.
"Hai.." Sapa Vony yang melihat Armand dan Puteri sambil tersenyum manis.
"Selamat ya, Kamu sudah resmi menggantikan papahmu itu yang hebat" Ucap Armand sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
"ya, Papah memang hebat" jawab Vony terkagum sambil memandang kearah Yoga.
"Oh iya kalian berdua aja, kalian benar - benar terlihat serasi loh " Ucap Vony lagi sambil memuji.
"Eummm. Puteri ini ..... "
Belum selesai Armand bicara Ardi pun datang membisiki Vony untuk meminta Vony menemui seseorang yang penting untuk perusahaannya.
"Ar, Sebentar ya !" ucap Vony sambil menyentuh lengan Armand dan pergi untuk menemui orang tersebut dengan Ardi.
__ADS_1
Armand merasa kehilangan harapannya untuk bisa mengobrol lebih bnyak dengan Vony, Menutupi hal itu Armand pun berbincang tentang sekitar bersama Puteri. Armand yang masih mengharapkan moment bersama Vony terpaksa harus duduk di tempat sebelumnya setalah Puteri mengajaknya kembali.
"Ar, duduk lagi aja yu !" Seru Puteri.
"Iya Put" Jawab Armand singkat.
Mereka pun kembali kemeja meraka dan duduk menikmati hidangan yang ada. Lantunan Lagu - lugu noatalgia pun tak luput memeriahkan malam perpisahan itu.
"Ar, kamu coba ini deh, enak banget" ucap Puteri sambil menyuapi Armand.
Armand menurut saja dengan apa yang dilakukan puteri saat itu. namun saat Armand kembali mencari untuk memperhatikan Vony, ternyata Vony sedang memperhatikan Armand dan tersenyum saat melihat Armand menyadarinya. Armand pun membalas senyuman Vony sementara Puteri masih menikmati hidangannya.
Saat itu juga Armand merasa khawatir Vony melihat saat dirinya di suapi Puteri, tak hanya sampai disitu pikiran Armand pun semakin menjadi - jadi melihat Ardi yang tak pernah jauh dari Vony.
Armand yang sedang merasa kacau dengan pikirannya, tiba - tiba didatangi oleh seorang perempuan muda berpenampilan Sexi dan berprilaku genit untuk berkenalan.
"Hallo ganteng, Selamat malam" Ucap wanita itu.
"Perkenalkan Aku Claudya Natasya, Kamu boleh panggil aku Claud atau beb, say ga masalah ko buatku" Ucapnya lagi dengan centil.
Armand yang belum pernah mengenalnya sama sekali melirik Puteri seakan kebingungan, begitupun puteri merasa heran dengan tingkah perempuan itu. Namun Armand dan puteri mencoba menyambut baik perermpuan itu.
"Ya mbak, malam" jawab Armand berusaha ramah.
__ADS_1
"Emang terlihat kaya mbak - mbak ya aku, aku kan sudah bilang kamu boleh panggil siapa aja tadi ? haha, tapi its ok deh untuk awal perkenalan kita kamu panggil aku mbak" ucap cludya yang semakin menjadi - jadi.
"Mbak bukan istrinya kan ?" Ucapnya lagi pada puteri.
Melihat tingkahnya itu Puteri hanya berusaha senyum tanpa berkata, Armand yang mulai jera dengan sikapnya pun mencoba menanyakan maksud kedatangannya.
"Ada perlu apa ya ?" Ucap Armand.
"Oh ya saya hampir lupa, kamu bener - bener membuat Aku gagal fokus lo ganteng, haha. Aku punya penawaran khusus yang menarik sebetulnya buat kamu, tapi aku rasa belum saatnya, Aku Direksi PT Cantika Mahkota Propindo, Perusahaanku bergerak di pengadaan dan Rental alat berat, dan aku tau kamu punya peran penting di perusahaanmu, Aku mau kamu bantu aku menjadi rekanan perusahaan tempatmu bekerja itu. Aku kasih kasih harga special nanti disetiap kontraknya sekaligus fee buat kamu pribadi. Gimana cukup menarik bukan ?" jelasnya kepada Armand.
"Hemm, kalau begitu nanti silahkan ajukan proposal terbuka saja keperusahaan" Ucap Armand.
"Baiklah kalau begitu ganteng, aku sendiri nanti yang akan mengantarkannya, terimakasih untuk perkenalan ini" Ucap Claudya
"Sama - sama" Jawab Armand singkat.
Perempuan itu pun pergi meninggalkan Armand dan Puteri melambaikan tangannya. Armand sedikit terhibur dengan perkenalannya itu, begitu juga puteri tertawa selepas kepergiannya.
##### Bersambung ......
Dukung terus Novelnya dengan Like, Vote dan Komen ya !
Terimakasih sudah membaca.
__ADS_1
😊😊😊😊😊😊😊😊