CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 9


__ADS_3

Malam semakin larut, Hendrik masih saja dengan keseruannya bersama puteri meski dia lakukan tanpa perasaan cinta, sementara putri hanya bisa pasrah dan berusah melayani Hendrik dengan sebaik mungkin. Hendrik pun begitu sangat memuji performa Puteri malam itu.


" Puteri kamu memang pintar memanjakanku " Ucap Hendrik dengan pujiannya.


" itu memang yang harus aku lakukan sayang buat kamu " ucap puteri berpura - pura meyakinkan Hendrik.


" Apa Kamu masih menginginkannya sayang ? " lnjut Puteri bertanya kepada Hendrik.


" Biarkan aku Ingin istrahat dulu sebentar " jawab Hendrik.


Puteri hanya tersenyum mendengar jawaban Hendrik dan beranjak dari samping hendrik untuk menuju balkon untuk duduk membakar Rokoknya sambil menikmati pemandangan sekitar.


Berbatang - batang rokok dia hisap sambil menatap langit yang gelap tanpa bintang, Puteri pun tenggelam dalam bathinnya.


" Ya tuhan, Aku sudah banyak berdosa dengan semua yang aku lakukan selama ini, Engkau tau kalau saja bukan karena keadaan keluargaku di kampung yang terlilit hutang, dan kekecewaanku dulu mungkin aku tak akan pernah mau terus seperti ini, Aku sungguh mengharapkan sebuah cinta yang tulus dalam hidupku, tolong sudahi kesepianku ini " Ucap Puteri dalam hatinya.


Puteri pun meneteskan air matanya dan kembali mengingat Armand, dia sangat berharap Armand ada saat itu untuk menjadi tempatnya bersandar, menjadi orang yang dia peluk dalam tangisnya, menjadi penenang jiwa dan bathinnya.


" Pasti Armand sudah tertidur lelap " ucap puteri dalam hati sambil mengelap tangisnya itu.


Puteri pun kemudian kembali tersenyum mengenang kesehariannya tadi bersama Armand. semakin dalam hisapan rokoknya puteri merasakan seolah semua sedang terulang lagi.


Waktu pun berlalu, Hendrik yang sempat tertidur sudah terbangun kembali dan meminta Puteri masuk untuk menemaninya lagi. Puteri pun mematikan Rokok yang sedang di hisapnya dan kembali masuk.


" Ya sayang, Apa kita Mulai lagi sekarang ? " tanya puteri sambil menghampiri Hendrik.


Hendrik yang sedang bersandar di ranjang empuknya itu hanya tersemyum. Namun puteri sangat mengerti dengan maksud dari senyuman Hendrik itu. Puteri pun kembali mendekati hendrik...


Malam pun berganti menjadi pagi yang cerah, sinar mentari terlihat dari balik gorden kamar ketika Puteri terbangun. Meski sudah terbangun Kali ini puteri tak berani beranjak dari tempat tidurnya setalah melihat Hendrik yang masih tertidur, karena Puteri tau kebiasaan yang di minta Hendrik di bangun paginya.


Semantara itu, Armand sudah dengan rutinitas pagianya seperti biasa, Jam sudah menunjukan Pukul 08 : 00 Wib , Armand yang sudah selesai sarapan, Teringat kembali Telpon Puteri yang tak terjawab olehnya. Hanya saja Kali ini Armand menanyakan kabarnya melalu peaan Chat nya, karena Armand tau Puteri sedang cuti dan tak mau menggangu waktu cutinya.


" Put, maaf ya aku malam ga terima telponnya, Ada apa emang put ? "


Begitu isi pesan chat yang dikirimkan kepada puteri oleh Armand. Armand pun melanjutlan Pekerjaannya seperti biasa, hanya saja kali ini dia harus selesaikan semuanya tanpa bantuan Puteri.


Tiba - tiba kali ini Angga yang menghampiri Armand keruangannya, Armand yang sedang asik dengan laptopnya kaget ketika Angga masuk tanpa permisi dan mengetok pintu. Namun Armand berusaha menyambut baik kedatangan Angga.


" Pagi pak Angga, silahkan duduk " Sapa Armand menyambut Angga.

__ADS_1


" Ga usah, Saya kesini mau meminta hasil Progsess dan Rencana kerja yang saya inginkan " ucap angga dengan nada ketus.


" Oh, itu.. Untuk Rencana kerjanya ini masih saya kerjakan sesikit lagi pak, kebetulan hari ini Puteri juga sedang cuti, Jadi mungkin aga siang baru selesai pak. " jawab Armand dengan penjelasannya.


" Kamu kerjaan seperti itu aja lama banget, besok kan kamu tau Harus Raker. kapan saya bisa pelajari untuk di persentasikan besok, kerjaan saya banyak kamu tau." Ucap Angga dengan amarahnya.


" Baik pak saya segara selesaikan, nanti saya Antar langsung ke ruanangan pak Angga." Jawab Armand masih dengan kesabarannya.


Hendrik pun tak berkata apa - apa hanya Meninggalkan ruang dengan muka yang sangat sangat kesal. Sementara Armand duduk bersandar mengambil rokok untuk dihisapnya, dan menelpon Irma.


*** Tut ....


" Ir tolong suruh OB buatkan aku expreso ya, jangan lupa gulanya sedikit saja " Ucap Armand memenita tolong kepada Irma.


Sementara Itu Armand hanya menikmati Rokok dan menunggu kopinya datang.


" Sialan Angga ini, Sudah saya bantu malah semakin seenaknya saja." Ucap Armand.


Ya, kali ini Armand merasa perlakuan Angga sudah semena - mena. Tak lama kemudian Kopinya pun datang.


**** Tok ...


**** Tok ....


" Ini kopinya pak "


" Oh iya, terimakasih " Jawab Armand.


Armand pun langsung meminum kopi itu, dengan Rokok yang masih di tangannya Armamd bersantai sejenak menikmatinya.


Sementara Itu Pesan Chat Armand masih belum terbaca Oleh Puteri. Pasalanyaa Putri masih bersama Hendrik dan belum menyentuh Hp nya sama sekali.


Hari yang semakin siang Setelah Hendirk yang beranjak terlebih dahulu, Puteri pun beranjak dari tempat tidur mereka, Puteri menuju kamar mandi untuk membersihkan diri Sementara Hendrik menikmati sarapan sambil menonton Tv.


Setelah selesai pun puteri seperti biasa bersibuk dengan make up nya, Hendrik yang sudah selesi sarapan kini harus pergi meninggalkan Puteri untuk bertemu seseorang membahas sebuah kerja sama yang akan di kembangkannya.


" Put, aku harus pergi sekarang " Ucap Hendrik.


" Ya sudah, hati - hati " Jawab puteri yang hanya melihat Hendrik di cermin riasnya.

__ADS_1


Hendrik pun pergi tanpa banyak berkata - kata lagi meninggalkan Puteri, sementara puteri Hanya memperhatikan lewat cermin di meja Riasnya itu. Setelah hendrik keluar, Puteri mengambil Hp nya dan melihat kalau Armand sudah menelponinya.


Tak hanya sampai di situ, Puteri pun membuka pesan chat Armand dan membalasnya.


" Maat Ar, Aku sibuk jadi baru sempat balas, Malam Aku hanya bosan dan aku pikir kmu bisa nemenin aku tadi malam. "


Begitu balas chat puteri untuk Armand.


Armand pun sadar bahwa dirinya mendapatkan sebuah chat meski sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan yang Hendrik minta.


Armandpun langsung membuka chat tersebut. dan hanya membalasnya singkat.


" Ya sudah put, nanti aku kabarin lg " balas Atmand.


Armand pun melanjutkan lagi tugasnya, dan tak lama kemudian semua selesai, setelah Itu dia meninggalkan ruangannya untuk mengantarkan langsung ke ruangan Angga.


*** Tok ...


*** Tok ...


Armand pun masuk keruangan Angga, di dalam ruangan rupanya Angga tak sendiri, Selain Angga ada juga hani yang sedang sibuk dengan setumpuk berkas yang dia siapkan untuk dia bawa kemeja kerjannya.


" maaf Pak, ini saya menyerahkan Progress dan Rencana yang sudah saya buatkan untuk pak Angga. " Ucap Armand sambil meyerahkan berkas kepada Angga.


Namun bukan di terimanya atau bahkan berterimakasih. Angga Hanya melirik Armand dengan sinis, dan memaki Armand.


" Udah jam berapa ini, Kamu baru menyerahkan berkas ini "


" Saya sudah kasih tau kamu, saya pun banyak kerjaan lainnya, harus sampai jam berapa kerja untuk mengecek semua ini " Ucap Angga penuh dengki.


Kali ini Armand tak tinggal diam, Armand merasa sikap Angga sudah di luar kewajaran dan tidak bisa lagi di biarkan.


" Pak Angga, Saya sudah bantu anda dan seharusnya juga ini anda yang buat karena perintahnya seperti itu dari Pak Hendrik."


" Jangan mentang - mentang Anda sepupu beliau Anda bisa semena - mena terhadap saya. "


" Saya ga pernah takut kehilangan pekerjaan saya disini karena Anda, Asal Anda tau saja." jawab Armand yang sudah tak bisa bersabar lg.


Armand pun pergi meninggalkan ruangan Angga tanpa peemisi, dengan Amarahnya yang tersisa Angga melangkah cepat keruangannya. Hani yang mendengar dan melihat Angga marah pun hanya terdiam.

__ADS_1


#### Bersambung .....


Sehat selalu ya


__ADS_2