
Setelah Vony memperkenalkan dirinya kepada Ardi, Vony dengan keanggunannya tak canggung berpesan kepada Ardi meski itu pertama kali mereka bertemu.
" Saya harap ke depannya kita bisa menjadi rekan yang baik untuk sama - sama memajukan perusahaan ini. " Ucap vony sambil masih berjabat tangan dengan Ardi,
" Selamat datang nona vony, semoga dengan kepemimpinan anda perusahaan ini akan memiliki terobosan baru." jawab ardi.
"Tentu saja saya percaya kemampuan anak saya dan juga kamu Ardi, Saya harap dengan adanya kalian berdua menjadi satu kolaborasi yang sangat luar biasa untuk mengembangkan perusahaan kita ini, sekali lagi jangan pernah kecewakan saya." Timbal Yoga
" Baik pak, Saya akan sangat menghargai Kepercayaan yang telah bapak berikan "
" Oh iya ardi, saya ingin memperkenalkan anak saya ini kepada seluruh kepala staf karyawan kita. saya minta Kepala staf untuk berkumpul satu jam lagi di ruang Rapat.
" Dan untuk peresmiannya saya ingin adakan sebuah acara pesta perpisahan saya sekaligus peresmian Vony sebagai pengganti saya secara terbuka untuk seluruh kayawan dan rekanan perusahaan tanpa terkecuali dan kamu tolong atur semua itu " Terang Yoga
" Pah tidak usah berlebihan masa sampai mengadakan pesta." Ucap Voni mecoba menolak keinginan Papahnya.
" Maaf nona, Saya setuju dengan ide pak Yoga untuk adakan pesta, saya rasa itu tidak berlebihan. lagi pula saya tidak keberatan untuk mengurus semuanya " Potong ardy.
"baiklah terserah kalian saja." Jawab vony pasrah.
" ya sudah, bagaimana kalau Lusa saja kita adakan acara pesta itu ? " Tanya Yoga
" Baik pak, saya akan urus semua," kalau begitu saya permisi dulu.
"silahkan." jawab Yoga singkat.
Setelah kepergian ardi dari ruangannya, Yoga pun memberikan setumpuk berkas perusahaannya.
" Kamu pelajari semua ini, kalau ada yang tidak kamu mengerti tanya papah atau Ardy nanti " Ucap Yoga
" Baik pah " jawab Vony menyanggupi.
" Terima kasih sayang. Papah bangga sama putri papah yang cantik ini, dan papah yakin mamah mu di surga juga pasti sangat bangga dengan mu " Ucap Yoga dengan raut wajah sendu.
" Jangan berterimakasih pah sudah kewajiban aku untuk menggantikan papah dan bertanggung jawab pada perusahaan papah ini, Papah hebat selama ini, Vony selalu bangga dengan semua pencapaian papah meski tanpa mamah, papah berhasil mendidik vony dari Vony kecil Setelah kepergian mamah, Papah segalanya buat vony, mamah juga pasti bangga sama papah. Karna papah telah mencurahkan kasih sayang yang begitu besar tanpa kenal lelah, Vony benar - benar bangga sama papah." Ucap Vony sambil memeluk papahnya.
__ADS_1
Setelah satu jam berlalu Vony masih sibuk dengan kertas - kertas yang dia pelajari dengan panduan papahnya.
* Tok *Tok *Tok.
"masuk." Jawab Yoga.
" Pak, semua sudah berkumpul di ruang rapat " ucap ardi.
" Baik, mari kita ke sana. Kamu siap sayang?
" Siap pah." Jawab Vony tegas dengan penuh semangat
Sang pemilik perusahaan Pun Yoga Adrian masuk ke ruangan rapat di ikuti oleh gadis cantik yang tak kalah tegasnya, terpancar aura kepemimpinan dari gadis tersebut tak jauh beda dengan pemimpin mereka saat ini. Sontak semua orang yang ada di ruangan tersebut bertanya siapa gadis cantik tersebut.
"selamat siang semuanya"
"siang pa"
" Maaf pak ada masalah apa hingga kami semua anda kumpulkan di ruangan ini, apa ada masalah serius tentang perusahaan kita pak." Tanya salah satu wanita. Ya dia adalah serena Koordinator kepala staf perusahaan.
" Baik semuanya terima kasih atas kehadirannya, pertama tama saya akan memperkenalkan seseorang kepada kalian semua, ini adalah VONY AURORA putri saya, dia baru lulus kuliah di salah satu Fakultas terbaik di singapure dan dia Telah berhasil menjadi salah satu mahasiswa lulusan tebaik di sana. Jadi Saya sengaja mengumpulkan kalian semua karna saya akan memberi tahu hal penting kepada kalian, bahwa saya akan pensiun dan kepemimpinan perusahaan akan saya berikan kepada anak saya ini, saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dan semoga dengan kepemimpinan beliau perusahaan kita akan memiliki terobosan -terobosan baru dengan ide yang lebih segar." Jelas Yoga bangga.
" Selain masih muda dia blm berpengalaman. Bagai mana dia bisa memimpin perusahaan." Pikirnya.
Melihat reaksi mereka Vony hanya diam memperhatikan tanpa angkat bicara.
Salah satu staf laki -laki yang sudah senior diperusahaan pun mengangkat tangannya.
" Maaf pak bukannya saya tidak mempercayai keputusan bapak tapi apakah nona bisa di percaya untuk memimpin prusahaan, bukankan nona Vony masih belum berpengalaman dalam bidang tersebut."
Mendangar itu Vony pun mulai angkat bicara.
" Apakah kalian tidak mempercayai kemampuan ku " tanya Vony tegas.
Ya walaupun sangat lembut tapi ketika dia di hadapkan hal seperti itu dia akan berubah menjadi dingin dan tegas.
__ADS_1
" Bukan begitu nona Vony, hanya saja seorang anak muda memimpin perusahaan yang cukup besar apakah sanggup, di sini bukan untuk tempat coba coba nona, dan di sini juga para karyawan kita menggantungkan hidupnya, saya tidak mau anda malah menjadikan perusahaan ini bangkrut nantinya dengan keputusan - keputusan anda " ucap petinggi senior lg.
" Saya tidak butuh persetujuan darimu untuk memimpin perusahaan ini, dan maaf anda jangan meremehkan kemampuan seseorang karna dia lebih muda dari anda atau belum ada pengalaman. Karna semua itu tidak menjamin apapun." Jawab vony semakin tegas.
Mendengar jawaban Vony tentu saja para staf merasa tak di hargai.
" Dengar semuanya ini perusahaan saya, dan keputusan saya sudah final bahwa anak saya akan menggantikan posisi saya, dan kalau sampai anak saya nanti tidak serius bahkan bermain main tentu saja saya tidak akan tinggal diam." Jelas papah vony.
" Baik pak kalau begitu kita akan menerima pemimpin kita yang baru, mudah mudahan semua berjalan sesuai yang di inginkan." Jawab salah satu petinggi lain.
" Dan satu lagi, sebagai peresmian nya kita juga akan mengadakan pesta penyambutan dan pergantian pemimpin bersama seluruh karyawan yang akan di laksanakan lusa, saya harap kalian semua hadir dan intruksikan pada seluruh bagian staf tanpa terkecuali."
"baik pa." Jawab mereka serempak.
" Pertemuan kita sampai di sini, mudah - mudahan kedepannya kalian bisa bekerja sama demi perusahaan kita." Ucap Yoga kepada seluruh orang yang ada di ruangan tersebut.
" Baik pak."
Merekapun beranjak dari ruangan tersebut hingga tersisa Vony, Ardy dan Yoga.
" Papah harap kamu membuktikan pada mereka kalau kamu pantas memimpin perusahaan kita." Ucap papah kepada voni.
" Vony akan melakukan yang terbaik pah," jawab Voni.
Menyadari tantantangan didepan sangat berat, Lagi - lagi Vony tak sungkan berbicara pada Ardi.
" Ardi, aku akan banyak meminta bantuanmu nanti Selama aku memimpin Perusahaan, jadi mulai sekarang kamu panggil saya VONY, "
Tak sampai disitu Vony Pun membuka sebuah tas miliknya untuk mengambil sesuatu.
" Aku punya Coklat, dan aku pengen berbagi sama kamu, tolong kamu terima. dan kita mulai persahabatan kita " Ucap Vony dengan senyum manisnya.
Yoga pun tersenyum menyaksikan itu. Begitu juga Ardi tersenyum bangga dengan yang dilakukan calon pemimpin barunya.
##### Bersambung...
__ADS_1
* terimakasih sudah menginspirasi episode ini
Semoga Sehat selalu.