
Mereka Berdua pun tiba, Puteri memarkirkan mobilnya dan turun untuk berjalan dengan Armand. Malam itu tak seramai seperti biasanya, suasananya begitu sepi saat itu, tapi mereka berdua mencoba menikmatinya.
"Put ko tumben sepi ya ?" Ucap Armand sambil melangkah kearah meja terdekat.
"Iya ya, padahal baru juga jam 8"
"Kamu mau pesen apa Ar?" tanya Puteri setelah menanggapi Armand.
"Pesenin Aku lemon anget aja Put" jawab Armad sebelum duduk
"Ok deh" Ucap Puteri Singkat, lalu pergi untuk memesan minuman dan membeli beberapa cemilan.
Sematara Armand duduk menunggu Puteri. Armand yang tadinya begitu lelah kini merasa lebih baik karena memang sudah berada di tempat favoritnya.
Puteri pun tak lama kembali dengan beberapa cemilan dan juga pesanan Arnand.
"Ni Ar, minum kamu" Ucap Puteri sambil memberikan lemon yang di pesan Armand lalu duduk berhadapan.
"Oh ya makasih Put"
"Padahal aku loh yang ajak kamu kesini, ko jadi kamu yang traktir Put, hehe" Ucap Armand.
"Udah sih, minum Aja sekali - kali minum gratisan" Jawab Puteri yang sukses membuat Armand terenyum
__ADS_1
"Put, Kamu jenuh ga sih tiap hari kita cuma ngantor, pulang, ngantor lagi, gtu aja terus" Tanya Armand.
"Yai iyalah Ar manusiawi kali jenuh, tapi ya gimana lagi emang itu yang harus di jalani"
"Tapi kadang Aku juga iri ko ketika melihat orang yang hanya duduk menikmati harinya dengan bersantai, apalagi kalau udah berduaan gitu di pinggir kolam renang klo pagi, kamu juga sering liat kan ?" Ucap Puteri.
"Iya sih Put, ga kaya kita ya, hehe" Ucap Armand dengan tawa kecilnya.
"Ya gitu deh Ar, tapi ga tau juga mereka benar lg bahagia atau tidak"
"Ya put, seperti pandangan orang ke Kita, kita terlihat seolah bahagia dengan semua yang kita jalanin, tapi mereka kan ga tau yang sebenernya kita rasain gimana, karena ya sejatinya kita sedang berpura - pura dengan diri kita yang sebenarnya. Sperti yang pernah kita bahas waktu Itu" Jelas Armand.
"Aku juga sebenarnya sangat bosan dengan keadaan aku sekarang Ar, Aku begitu merasakan apa yang selama ini Aku harapkan sebenanrnya, dan Aku ga tau dengan perasaan ini kamu sadari apa tidak !" Ucap Puteri yang membuat armand penasaran.
Sementara Itu Puteri yang sedang menunduk memainkan pipet di gelas minumannya, mengangkat kepalanya sambil tersenyum menatap Armand.
"Aku sudah mencintai kamu Ar" Ucap Puteri dengan mata sedikit berkaca - kaca.
Mendengar apa yang di katakan Puteri, Armand bingun dan merasa serba salah, karena Armand tidak dengan perasaan yang sama dengan Puteri.
"Euh..Put.." Ucap Armand dengan ragunya
Puteri yang mendengar itu langsung memegang tangan Armand dan berhasil membuat Armand terdiam dan semakin tak bisa berbuat apa - apa.
__ADS_1
"Ar, Aku tidak butuh penjelasan kamu, karena dari setiap sikapmu aku sudah bisa tau untuk siapa sebenarnya hati kamu itu, tapi maaf aku pun ga mau menyimpan rasa terlalu lama, karena aku tau itu ga akan pernah merubah perasaan kamu dengan tulus. Dan Aku sangat percaya Cinta adalah pemberian tuhan yang dititipkan dalam hati kita dengan nama yang telah disematkan didalamnya, kita tidak pernah bisa menginginkannya untuk siapa, apalagi menolaknya. Aku hanya ingin mengahargainya saat ini. Kalaupun harus tergantikan dengan sendirinya nanti, Aku akan selalu menjadi orang yang pertama mendukung kebahagiaanmu." Jelas Puteri yang penuh dengan ketulusan.
Armand yang teediam mendengarkan puteri pun mencoba menanggapi puteri meski demgan perasaan yang serba salah.
"Terimakasih put, dan maaf aku ga bisa melebihi perasaanku ini, Seperti kamu bilang Cinta itu anugerah dengan nama yang sudah di sematkan di dalamnya, dan aku tau siapa nama itu, aku ga mau membohongimu dengan perasaanku." Jawab Armand.
"Ya Ar, aku paham, begitu juga dengan nama itu aku jg tau, sekarang aku cuma bisa mendoakan semoga kamu mendapatkan semua kebahagianmu dengan dia." Ucap puteri dengan senyumannya.
"Ya Put, Aku jatuh cinta sama Vony, Itupun aku ga tau dengan perasaan Vony sebenarnya. Maafkan aku harus jujur dengan semua ini. Bagaimana pun kamu sudah selalu peduli denganku, dan aku sangat menghargai itu semua. dan semoga kamu tetap seperti itu sebagai sahabatku."
"kamu jangan pernah khawatir dengan kepedulianku Ar, Aku tetap akan menjadi sahabatmu ko." Ucap Puteri meyakinkan Armand.
"Makasih ya Put" Jawab Armand dengan senyumnya
Puteri hanya mengangguk dan tersenyun menanggapi Armand. Puteri merasa lega dengan semua perasaan yang terlah di ungkapkannya. Sementara Armand semakin menyadari perasaan Cintanya untuk Vony.
######## Bersambung ......
Terimakasih sudah membaca,
Jangan Lupa dukung terus Novelnya ya !
Semangat sehat semuanya.
__ADS_1
...############...