CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 3


__ADS_3

Setelah Armand di buatkan Kopi Oleh Puteri, Arman kembali melanjutkan Pekerjaanya mengecek berkas - berkasnya.


" Ko ini rancu ya.. " gunam armand sambil memperhatikan detail tiap lembar berkas dalam satu map.


" ga beres ini.. " Armand pun semakin yakin dengan Kesalahan yang dia temukan.


Tak lama kemudian armand meminta Puteri mengembalikan berkas tersebut kepada Ronald untuk segera di revisi.


*** tut


" Put tolong kesini sebentar "


" baik pak " jawab Puteri sambil menutup telpon panggilan armand.


*** Tok


*** Tok


*** Clek


" Kenapa Pak ?" Tanya puteri ketika masuk memenuhi panggilan Armand.


" Put, coba kamu tolong kembalikan ini pada Ronald."


" Suruh Ronald revisi sekarang juga "


" Tapi Pak Ronald hari ini masih cuti pak " jawab Puteri memberitahu Armand.


" Aduh, ini harus sudah Selesai hari ini put " Armand pun mencoba menjelaskan kepada putri.


" Kalau begitu bagaimana bila saya yang memprbaiki "


Begitu Puteri menyatakan ketersediaannya untuk merevisi berkas tersebut.


" Yakin kamu bisa put ? " tanya Armand.


" Bisa Pak, kebetulan kerjaan lainnya masih bisa saya selesaikan nanti Pak.


" Ya sudah Kalau begitu, saya tandai dulu bagian - bagian mana yang harus diperbaiki " Lanjut Armand pada puteri.


" Apa perlu saya bawa laptop saya kesini pak, supaya lebih cepat bilamana ada yang tidak saya mengerti untuk saya tanyakan "


" Boleh put " Singkat Armand.

__ADS_1


Puteri yang mendapat jawaban dari Armand pun segera mengambil laptopnya.


Puteri begitu bersemangat bisa membantu Armand dan harus satu ruangan kali ini. Ya wajar saja Armand yang karismatik juga ramah mempunyai perawakan gagah dengan rambutnya yang selalu rapih membuat ketampanannya memikat Puteri sejak pertama masuk kerja.


Namum puteri menyimpan perasaannya itu mengingat Armand selalu profesional dalam bekerja dan puteri menyadari betul dirinya yang telah tersentuh banyak lelaki hidung belang.


Masa Muda puteri memang penuh dengan kebebasan dalam pergaulannya, meski dia sering keluar masuk club malam dan dekat dengan hal - hal negatif tetapi dengan kecerdasannya dia menyelesaikan kuliahnya dengan baik.


Awalnya itu terjadi begitu saja setelah puteri merasa kecewa dengan kekasihnya yang telah berkhianat. Ya semenjak itu putri kehilangan kepercayaannya terhadap pria, namun dia lebih memilih jalan pintas untuk mencukupi segala kebutuhan dan gaya hidupnya meski harus berkamuplase menjadi seorang karyawan untuk menghindari pandangan negatif keluarganya.


Dan hal itu Berbanding terbalik dengan Armand yang semenjak kuliah memng hanya fokus dengan tugas - tugas kuliahnya untuk menjadi lulusan terbaik, Shingga tak ada waktu untuk bersenang - senang apalagi menjalin sebuah hubungan spesial dengan seorang perempuan. Maklum saja Armand Menyadari keadaan keluarganya yang berusaha keras menginginkan kesuksesan dari armand.


Sementara itu waktu berlalu Amand dan Puteri pun harus bebagi meja kerja dalam ruangan.


Awalnya mereka masing - masing hanya sibuk dengan laptop dan berkas - berkas.


Namun Armand yang ramah tak bisa mebiarkan puteri sibuk tanpa kata.


" Eh put, tadi siapa yang buatkan aku kopi? "


Armand pun mencoba mengajak puteri mengobrol dengan pertanyaannya.


" Kenapa emang Pak, kemanisan ya ? " jawab Puteri dengan sedikit panik.


" Engga ko, justru enak banget ga kaya biasanya sampai - sampai sudah habis lg tuh "


Jawab Armand sambil mengangkat alis seolah menunjuk kepada cangkir kopi.


Puteri pun sedikit tersenyum ketika melihat secangkir kopi yang dibuatnya sudah habis. Putri tau itu berarti kopi yang dibuatnya disukai Armand. "


" Oh syukurlah, tadi saya yang buat Pak "


" Kebetulan tadi semua OB lagi sibuk load barang yang datang ke gudang "


" mau saya buatkan lagi pak ? "


Puteripun menjawab dan mencoba menawarkannya lagi.


" Oh ya.. Enak banget Put saya suka "


" Lain kali aja put kamu buatkan lagi "


" Gimana itu kamu sudah paham semua ? "

__ADS_1


" Sudah pak, sebentar lagi juga ini selesai Pak "


" Wah hebat kamu bisa handle kerjaan Ronald dengan cepat Put " Armand pun memuji putri sambil tersenyum.


Tak terasa waktu pun berlalu cepat dengan semua kesibukan mereka. Sampai akhirnya jam istirahat untuk makan siang pun tiba. Puteri yang sudah selesaikan tugas tambahan dari Armand pun membereskan laptop untuk meninggalkan ruangan Armand setalah hasil revisinya di cek Armand.


" Saya pamit istrahat makan siang dulu pak "


Puteri pun berpamitan kepada Armand sebelum meninggalkan ruangannya.


" Oh iya put, Makasih ya bantuannya "


" Gimana kalau kamu makan siang bareng aku aja siang ini, kamu kan udah banyak bantu aku hari ini ? " Ajak Armand yang mencoba membalas kesetiaan puteri dalam membantu setiap pekerjaannya.


" Hemmm,, Boleh Pak " jawab Puteri singkat sambil sedikit menahan semyum menutupi kebahagiaannya.


" Ok Kalo gitu, kamu tunggu sebentar ya "


Pinta Armand kepada puteri untuk menunggunya. Puteri pun hanya menjawab dengan semyum sambil sedikit memanggutkan kepala tanpa kata.


Sementara Armand merapihkan Meja kantornya, Puteri pun menyimpan laptop kemeja kerjanya dan mencoba merapihkan penampilannya.


Sementara itu Angga masih saja dimeja kerjanya mengurusi seabrek pekerjaannya yang sudah menumpuk tertunda. Bukan takwajar karena kesibukannya, tapi memang itulah kebiasaan Angga yang suka menunda - nunda pekerjaan. Maka tak heran setiap kali mendapatkan Asisten tak satupun yang betah bekerja dibawah intruksinya.


Selain pemarah, Angga kerap kali membebani Asistennya dengan menyuruh membawa pekerjaanya kerumah untuk diselesaikan segera setelah dia abaikan dalam waktu yang lama di meja kerjanya. Dan Hani yang harus merasakan itu sekarang, ya Hani baru saja bekerja kurang dari sebulan dan sudah tidak betah sebenarnya harus bekerja di bawah perintah Angga.


Namun karena hidup sebagai single moms Kebutuhan dirumah pun harus tetap terpenuhi, belum lagi mengingat kondisi yang kian sulit dalam mencari pekerjaan meski dia sudah berpengalaman. Oleh karena itu Hani lebih memilih bertahan dari pada harus resign dan mencari kerja ditempat lain.


" Hani saya keluar makan siang dulu "


" Kamu selesaikan laporan saya, ini Bahan - bahannya, Pastikan Semua tidak ada yang salah"


" Setelah itu kamu Revisi yang semalam kamu email ke saya, saya tidak mau dengan Format Butut yang sudah kamu buat, itu bukan Type format yang saya mau, kamu contoh Format yang lama cari didalam kabinet sebelah meja saja. "


" Baik pak "


Hani pun hanya menjawab singkat menyanggupi perintah Angga. Sementara Angga melangkah meninggalkan ruangannya Untuk pergi makan siang.


##### Bersambung .........


Terimakasih sudah membaca Jangan lupa dukung lewat Follow, Like, Vote, Share dan komen ya


Semoga sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2