CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 7


__ADS_3

Hari menjelang sore yang artinnya jam pulang kerja sudah semakin dekat, sebagian karyawan masih saja sibuk dengan pekerjaannya tetapi tidak dengan Angga, ya Angga kali ini sibuk memikirkan persaingannya dengan armand.


Setelah paham pencapaian armand yang semakin hari semakin baik, Angga merasa peluangnya semakin sulit untuk didapatkan. Pasalnya Armand lebih berkompeten untuk mengurus proyek - proyek besar dibanding dirinya.


Bodohnya lagi Angga tidak mau mengikuti stategi - strategi teknis yang Armand lakukan selama ini, ataupun meningkatkan perforna kerjanya, Ya dia malah memilih jalan pintas untuk menenggelamkan karir Armand.


" Armand Sudah tidak bisa dibiarkan kali ini, Aku harus lakukan sesuatu "


Bathin Angga pun kembali bergejolak.


Ya Angga semakin jengkel dan merasa dirinya tak bisa lagi membiarkan Armand terus seperti itu, Sampai pada akhirnya dia berpikirian untuk meminta laporan progress dari hasil rapat untuk dia rubah.


Sementara itu Puteri mengikuti Armand keluar dari ruang rapat. Puteri yang sedang berjalan di belakang armand tiba - tiba harus mengangkat sebuah panggilan masuk di HP nya.


Puteri pun berhenti sejenak untuk menjaga jaraknya dengan Armand dan menerima panggilan telepon tersebut sambil berdiam ditengah langakahnya. sementara Armand masih terus berjalan ngerah ke ruangannya.


" Hallo Sayang , " Sapa Puteri


" Aku sudah di Surabaya, tiketmu juga sudah aku Email "


" Kamu harus Take Off jam 6 sore nanti " jawab Hendrik kepada puteri.


Ya Hendrik lah yang menelepon Puteri, tak perlu lama Puteri pun paham dengan maksud yang di sampaikan Hendrik kepada dirinya. tak sempat Menjawab pun Hendrik sudah mematikan panggilannya.


Puteri pun melanjutkan langkahnya untuk kembali ke meja kerjanya saat itu, sementara Armand sudah sibuk lagi dengan Laptopnya untuk melanjutkan sisa pekerjaan lainnya.


Setiba di meja kerjanya Puteri merapihkan laptop dan barang lainnya yang dia bawa ke ruang rapat sebelumnya. Setelah itu di pun mengecek Email yang telah di kirim Hendrik.


" Oh iya Aku lupa belum kasih tau Armand " Ucap puteri


Puteri Kembali mengutuk pintu ruangan Armand.


*** Tok ....


*** Tok ....

__ADS_1


" Musuk " jawab singkat Rmand dari dalam.


Puteri pun masuk keruangan armand dan duduk seperti biasanya berhadapan dengan armand.


" Ar aku besok cuti karena ada keperluan yang tidak bisa aku tunda " ucap puteri.


" Oh iya aku inget pengajuan cutimu itu Put "


" tapi kamu pastikan hal - hal Urgen untuk besok sudah kamu selesaikan ya put " jawab Armand.


" Sudah semua ko Ar, termasuk janji kamu untuk menemui Pak Yoga sudah aku sampaikan, Dan dia menyanggupinya untuk datang besok bertemu kamu " jawab puteri sambil memberitahukan Amand.


" Ya sudah kalo Begitu Put " jawab Armand.


Armand yang merasa lelah pun bersandar di kursi sambil melanjutkan obrolan santai dengan puteri dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16 : 17 Wib.


" wah udah saatnya pulang put sebentar lagi, " ucap amand memberitahu puteri.


" Oh iya ternyata, Saya tinggal dulu ya Ar. " pamit puteri meninggalkan Armand.


Puteri yang sadar jam pulang kerja hampir tiba pun mengemas barang bawaannya untuk bersiap pulang, dan saat jam pulang tiba puteripun berpamitan kepada armand untuk pulang terlebih dulu.


" Oh iya hati - hati put " jawab armand singkat.


Puteripun pulang tergesa - gesa mengingat sore itu dia harus mengejar waktu untuk Take Off ke Surabaya. belum lagi dia harus memperaiapkan barang bawaannya.


Di lobby Puteri Hanya Menyapa Irma yang masih duduk di meja kerjanya. sementara Armand masih dalam ruangannya memilih melanjutkan membuat rencana untuk proyek barunya yang akan dia Sampaiakan di saat Raker lusa nanti.


" Ir, pak, saya pulang duluan ya, " pamit Puteri


" iya Mbak hati - hati " jawab irma sungkat.


Irawan Yang sedang berdiri di samping Irma pun hanya memanggut melihat Puteri berpamitan. dan mencoba bertanya kepada Irma.


" ir.. Perasaan Buru - buru banget ya jalannya, ga kayak biasanya ada apa ya ? " tanya irawan.

__ADS_1


" Ih Pak irawan ini, asal Mbak puteri lewat aja matanya ga bisa lepas, semuanya di perhatiin "


" Ya berarti emang ada kepentingan lain pak makanya buru - buru juga " jawab irma


" Tapi ko Pak Armand Belum pulang ya, padahal yang lain sudah pada pulang " Tanya Irawan lg kepada Irma.


" berarti masih sibuk " jawab Irma singkat.


 


Sementara itu Hani yang masih sibuk dengan tugas dari Angga harus menerima tugas lainnya lagi meski jam pulang sudah berlalu. Sedangkan Angga sendiri sudah bersiap untuk pulang.


" Han ini satu lagi kamu kerjakan "


" Saya mau besok pagi sudah selelasi dengan tugas lainnya yang saya berikan tadi " begitu perintah Angga pada Hani.


Hani hanya bisa menyanggupinya, meski bathinnya ingin segera pulang untuk bisa bertemu dengan anaknya dirumah melepas lelah seperti yang lainnya.


Armand masih saja sibuk seperti hani pada sore itu, padahal jam Sudah menunjukkan Pukul 17 : 10 Wib. dan tinggal mereka berdua yang masih bekerja di meja kerjanya masing - masing.


Sementara Puteri sudah sampai di Bandara untuk pergi ke surabaya, sayanngnya puteri harus menunggu lebih lama karena pesawat yang akan ditumpanginya harus delay dengan waktu yang belum jelas.


Merasa Bosan Puteri menunggu, Puteri pun Flash back dengan kesehariannya tadi bersama Armand, ya dia merasa bahagia seharian menemani Armand. Dalam pikiranannya pun Puteri melayang jauh.


" Aku baru merasakan kebahagian yang begitu sederhana "


" Apa Ini yang dimaksudkan Armand dengan Cinta "


" di saat sepi seperti ini kenapa aku harus mengingatnya " lirih puteri


Puteri mencoba menyudahi pikirannya, namun itu terus berlanjut seolah tak bisa dihentikan.


Puteri pun berniat untuk menghubungi Armand, tapi dia kembali berpikir dan menahan keinginannya itu.


###### Bersambung ......

__ADS_1


Terus dukung Ya ...


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2