CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 25


__ADS_3

Siang itu Vony yang masih di hotel bersama Yoga dan Ardi memutuskan untuk meninggalkan Hotel setelah merasa puas dengan segala persiapan, Hanya saja Ardi mau tidak mau harus menunggu semuanya sampai benar - benar Selesai.


"Di, Aku pulang dulu ya ma papah" Ucap Vony sambil menyentuh bahu Ardi.


"Ok, kamu tenang aja, semua aku pastiin sesuai dengan keinginan kamu Von" jawab Ardi


"Ok di, Terimakasih banyak ya, Saya pulang duluan" Ucap Yoga sambil melambaikan tangannya.


Vony dan papahnya pun meninggalkan Ardi yang masih harus mengurusi segala persiapan Acara di hotel tersebut.


...................


Sementara itu Armand Dan puteri pun sudah meninggalkan ruangan Hendri untuk kembali bekerja setelah mereka berdua mendapatkan SP 1. Kabar itu pun seketika menyebar di perusahaan, Ronald yang mendengar kabar itu pun penasaran untuk menemui Armand dan ternyata Puteri pun sedang berada diruangan Armand.


"Ar, Put, Aku udah denger kalian kena SP, Syukurlah kamu tidak sampai di pecat put" Ucap Ronald setiba di ruangan Armand.


"Ya Rond, Pak Hendrik mempertimbangkan kejujuran Puteri" Ucap Armand.


Puteri tersenyum dan mencoba menanggapi mereka berdua.


"Ya sudah sih, lagian ga masalah juga ko aku kena SP" Ucap Puteri yang dia lanjutkan dengan bergumam


"Semua ini aku rela lakukan untuk kamu Armand, Aku ga ingin kamu kehilangan peluang atas kerja kerasmu selama ini" Gumam puteri.


Armand, Ronald dan Puteri pun kini sudah kembali bisa saling tersenyum berkat bantuan Hani. Ya hani jadi Super Hero dengan keahlian yang dimilikinya.


Berbeda dengan Ronald, Angga yang terlambat mendengar kabar tindakan yang di berikan sepupunya kepada Armand dan puteri merasa sangat kecewa. disamping kekecewaannya itu Angga pun belum menyadari bagaimana cara puteri bisa membuktikan kepada Hendrik.

__ADS_1


"Ini semua gara - gara si perempuan J*lang itu yang membela Armand, aku harus mencari cara lain" Ucap Angga sambil mengepalkan kedua tangan diatas mejanya penuh kebencian.


Haripun Sore dan sudah saatnya untuk pulang kantor, hari itu semua pulang tepat waktu mengingat ada Undangan dari Perusahaan Yoga.


"Put jam 8 nanti Aku jemput kamu ya" Ucap Armand mengingatkan puteri saat hendak menaiki mobilnya Untuk Pulang.


"Ok Ar" Jawab puteri singkat.


Mereka pun pulang dengan mobil mereka masing masing meski dengan arah yang sama sebenarnya.


...xxxxxxxxxxxx...


*** Tut ....


*** Tut ....


"Heh Tuan Puteri, mentang - mentang Gw nganggur lo semau lo aja ya buat Gw dateng, Gw juga punya urusan kali. Emang ada apaan sih ?" Oceh Deby ngotot


"Ih... dasar mak lampir langsung nyolot aja, udah deh dateng aja nanti gw ceritanya. Udah ya gw masih nyetir jg ni" Tutup Puteri.


" Hallo... Hallo... "


"Eh.... dasar, main tutup aja" grutu Deby yang memang lagi sibuk beberes.


Setengah jam berlalu Puteri pun tiba di Apartemennya beriringan dengan Armand hanya saja mereka berpisah karena beda Tower. Puteri yang baru tiba langsung menuju kamar mandi memanjakan dirinya berendam di Bathtube dengan Air panas. Entah berapa lama Puteri berendam yang pasti sebelum Puteri Selesai Deby sudah tiba di Apartemen Puteri.


Sialnya Puteri kali ini mengunci pintu Apartemen tak seperti biasanya saat Deby mau datang, Deby pun mencoba mengetuk, memanggil, sampai menelpon Puteri. Namun Puteri tidak menyadarinya sama sekali, dan hanya asik dengan memanjakan dirinya.

__ADS_1


"Huft... Sialan dasar, tadi Gw di suruh cepet - cepet, sekarang malah gw yg harus nungguin di luar gini" Grutu Deby yang kesal.


Setelah cukup lama Deby menunggu Puteri pun selesai, Deby yang masih duduk di lantai depan pintu Puteri pun mencoba mengetuk lagi. Dan Puteri yang mendengar suara pintunya di ketuk berjalan untuk membukanya.


* Cklek ....


"Haaha... Lo ngapain duduk di situ" Ucap Puteri terbahak dengan masih mengenakan kimono nya.


Karena kesal sudah cukup lama menunggu Deby pun bangkit dengan muka cemberut dan langsung masuk nenyenggol Puteri yang masih berdiri persis di depannya. Sementara Puteri hanya berusaha menahan tawanya.


* Brug...


Deby yang masih kesal melempar tasnya dan langsung duduk di sofa dengan kedua kaki yg di peluknya. Puteri pun menghampiri setelah menutup Pintunya.


"Dih Mak Lampir ngambek,.. " Ucap Puteri.


"Lo tadi gw dusuruh cepet - cepet dateng, giliran gw dateng ceper lo kunci pintu tanpa ngasih tau GW, Ge dah teriak - teriak manggil, Nelponin lo tau ga lo" Omel Deby dengan tempo yang cepat.


"Mana Gw tau lo dateng" jawab Puteri mengabaikannya.


"Udah ah bentar Gw bajuan dulu," Ucap Puteri lagi.


Deby hanya melotot sambil Cemberut dengan posisi duduknya yang belum berubah memperhatikan Puteri yang berjalan menuju kamarnya.


"Deb.. gw punya Spagheti kesukaan lo tuh, lo masak sendiri tapinya... " Teriak Puteri dari kamarnya.


###### Bersambung ......

__ADS_1


__ADS_2