
Setelah Ardi pergi, Vony Kembali menyibukan diri dengan membaca beberapa Arsip perusahaan. Vony pun menulis beberapa kesimpulan disetiap selesai menemukan hal - hal yang menurutnya penting. setalah berjam - jam mempelajari, Vony merasa banyak kebijakan yang harus di perbarui untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.
"Eumm aku semakin tau sekarang, ternyata jadi papah ga mudah selama ini, begitu banyak yang harus dipikirkan dan segera di putuskan, tapi papah selalu tersenyum setiba di rumah, dasar papah" Gumamnya sambil tersenyum.
Vony dihari pertama kerjanya sudah dibuat pusing dengan berbagai hal, tapi di samping itu Vony begitu menyadari kerja keras papahnya selama ini. Dan itu semua kini menjadi motivasinya untuk tetap selalu tersenyum.
Hari sudah jam 12 lewat, Vony sudah merasakan lapar di perutnya, hanya saja kebiasaan buruknya yang menunda makan siang susah untuk dia hilangkan, terlebih lagi disaat ada kesibukan. Namun Vony beruntung punya Seyla saat ini, Seyla membawakan makan siang untuk Vony kali ini.
**** Tok .....
**** Tok .....
"Ya,," Jawab Voni yang masih sibuk di meja kerjanya.
"Permisi Bu, ini saya bawakan makan siang bu" Ucap Seyla saat masuk ruangan.
Vony tersenyum, Seyla pun menyimpan makanan yang di bawanya di atas meja kerja Vony.
"Sey kamu duduk dulu sebentar" Ucap Vony saat seyla meletakan makanannya.
Seyla yang mendengar itu sedikit kaget dan bertanya - tanya ada apa Vony memintanya duduk. Namun Seyla tidak bisa membantah permintaan Vony. Seyla pun menuruti Vony dengan duduk di hadapannya.
"Kamu sudah makan siang Sey ?" tanya Vony saat seyla baru saja duduk di depannya.
"Belum Bu" jawab Seyla singkat.
"Kapan papah nyuruh kamu bawakan makanan ini ? tanya Vony lg sambil tersenyum.
Ya, Vony tau kekhawatiran papahnya sehingga menyuruh Seyla untuk menyiapkan makan siangnya.
"Aku tau kamu pasti di suruh papah kan ?" tanya Vony lagi.
"Iya Bu, Pak Yoga meminta saya di hari terakhirnya masuk kantor" jawab Seyla terpaksa.
"ya sudah, kalau gitu kamu temenin aku makan sekarang di sini, aku ga bisa makan siang sendiri, dan kamu ga boleh bantah" Ucap Vony.
"Tapi Bu.. " Ucap Seyla kebingungan.
"kamu cepat bawa makanan kamu sekarang kesini !, aku sudah laper sebenernya" Seru Vony
Seyla semakin bingung dengan perintah Bos barunya ini dengan terdiam melihat Vony. Namun Vony yang menyadari itu mencoba mencairkan suasana yang sangat canggung untuk Seyla.
"Hey.. Ayo, aku udah laper seyla.." Seru Vony lagi.
Seyla pun kembali harus menuruti permintaan Vony dan akhirnya Seyla mengambil makanannya terus kembali menemani Vony.
"Ya udah ayo kita makan, kamu ga usah canggung gitu, kita masih seusia ko Sey, lagian kamu kan yang bakal banyak bantu aku juga, jadi kamu ga usah pangil aku Ibu deh kalau kita lagi berdua. kamu temen aku mulai sekarang"
Seyla yang mendengar ucapan Vony hanya tersenyum kagum. dan tak menyangka dengan yang sudah dilakukan Vony. mereka pun akhirnya makan beesama dan saling mengobrol satu sama lain seperti layaknya sahabat.
Sementara itu Armand yang sudah selesai makan siang di kantin perusahaan, mau tidak mau harus kembali keruangannya, mengingat masih banyak pekerjaan yang harus di kerjakannya.
"Kamu udah makan Put" Sapa Armand saat mau masuk ruangannya.
"Udah Ar, kamu ko cepet banget udah balik lagi ?"
__ADS_1
"iya put kerjaanku banyak, jadi aku cuman makan doang barusan"
"Aku bikinin km expresso ya" Ucap Puteri.
"Boleh put." jawab Armand Singkat.
Armand pun masuk ruangannya, dan Puteri membuatkan Expresso kesukaan Armand. sebelum melanjutkan kerjaan beratnya armand menandatangani beberapa berkas yang sudah ada di mejanya, kemudian Armand menunggu Puteri sambil membakar rokoknya. Tak lama puteri pun sudah kembali membawakan swcangkir kopi buatannya.
"Ni ar kopinya" Ucap Puteri yang menyimpan cangkir di atas meja Armand.
"Makasih ya Put, Itu sudah aku tanda tangan put, tolong kamu kasih nanti ke orang Finance" ucap Armand sambil menunjuk ke arah berkas.
"Iya nanti Aku kasih Ar"
"Kamu sudah kirim undangan tander ke semua rekanan put ?" Tanya Armand setelah meminum kopinya.
"Udah ko ar, tadi pagi aku langsung kirim setalah kamu minta, cuman baru ada beberapa aja sih yang konfirmasi" Ucap Puteri sebelum meninggalkan ruangan Armand.
Setelah Puteri kembali kemejanya, Armand pun meneruskan sisa pekerjaanya dengan sangat serius. Meski sore sudah tiba dan waktunya pulang, tapi Armand nemilih untuk tetap di kantor menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum pulang.
"Ar, Kamu lembur ?" Tanya putri yang menghampirinya sebelum pulang.
"Iya put" jawab Armand singkat tanpa menoleh sedikitpun.
"Ya sudah aku duluan ya" jawab Puteri sambil berjalan untuk neninggalkan kantor.
.........................
** Tidiid ...
Suara Klakson pun terdengar saat mobil Puteri memasuki Carport di depan rumahnya. Yoga yang sedang duduk menikmati sore hari di depan terasnya tersenyum melihat kedatangan Vony di hari pertama kerjanya.
"Gimana hari pertama kamu di kantor ?" tanya yoga.
"Menyenangkan pah" jawab Vony singkat.
"Aku masuk dulu ya pah" ucap Vony lg"
Vony berbohong kali ini menutupi kelelahannya, Yoga tersenyum menyadari kebohongan Vony, tapi Yoga membiarkan Vony masuk untuk beristirahat dan tak mau mengganggunya.
*** Bruug ...
Setiba di kamar vony menjatuhkan badan di kasur kesayangannya, kerena lelah Vony pun tertidur lelap.
jam Makan malam pun tiba Vony masih tertidur pulas, Yoga menyuruh Bi Narti membangunkannya, tapi berkali - kali mencoba tidak ada jawaban dari Vony. Yoga pun nenyerah dan nembiarkan Vony dengan kelelahannya.
.......................
Waktu sudah menunjukkan jam 10 malam, Puteri yang sedang di balkon dengan rutinitas sebelum tidurnya melihat room Armand masih saja gelap tanpa ada cahaya, Puteri pun merasakan kekhawatirannya terhadap Armand.
Satu jam berlalu putri masih memperhatikan Room Armand yang masih saja gelap belum ada tanda kepulangan Armand. Puteri pun berinisiatif untuk menelpon untuk meredekan kekhawatiran yang dia rasakan.
*** Tuut .....
"Ya put, ada apa?" ucap Armand ketika menerima telepon dari Puteri.
__ADS_1
"Kamu dimana Ar ?" Tanya Puteri dengan cemas.
"Aku di kantor Put, Ada apa emang ?" Tanya Armand lagi.
"ga ada apa - apa ko, Kamu mau sampai jam berapa ? ini udah jam 11 Ar !"
"Ya tuhan, aku ga tau kalau ini udah jam 11 put, untung kamu ingetin aku, ya sudah ya put" Ucap Armand sambil mengakhiri telpon dari Putri dengan tergesa - gesa.
Armand Pun segera mematikan laptop dan merapihkan semuanya. Sementara putri masih di balkon dengan hisapan rokoknya. Perasaan puteri sedikit tenang setelah mendengar suara Armand. namun puteri masih belum mau beranjak dari tempatnya.
Setengah jam kemudian Armand pun sudah tiba di apartemennya, kamarnya sudah terlihat terang dari arah puteri berada. Puteri semakin tenang dengan kepulangan Armand tersebut namun masih saja puteri belum memutuskan untuk tidur.
Armad langsung membersihkan dirinya setiba di room nya itu, setelah selesai semua Armand yang sudah merasa lelah pun mematikan lampu kamarnya lagi untuk beristirahat. Puteri hanya tersenyum melihat kamar Armand kembali terlihat gelap. Dan Puteri pun masuk untuk beristrahat.
Malam semakin Sunyi, hanya suara detik jam yang terdengar, Puteri sudah di tempat tidurnya mencoba memejamkan matanya, dan tak perlu waktu lama Puteri pun tertidur.
...................
***** Krrriiiing
***** Krrriiiing
Seperti biasa tanpa ada ucapan selamat pagi, Armand harus terbangun setelah Alarm nya berbunyi. Armand pun bangkit memulai aktivitas paginya.
Ditempat Lainnya Vony sudah dimeja makan menunggu Yoga untuk sarapan dengan membaca komik kesukaanya.
"Pagi sayang" ucap yoga sambil berjalan ke arah Vony.
"Pagi Pah"
"Pules bener ya kamu semalam, berkali dibangunin juga" Ucap yoga sambil duduk
"Muach, Maaf pah Vony cape" jawab Vony sambil menciun Yoga.
"Tapi jangan khawatir ko pah, Vony belum terbiasa aja" berUcap Vony lg
"Hemmm. Yasudah, ayo kamu sarapan !" Ucap Yoga.
Berbeda dengan Vony yang masih dimeja Makan, Puteri sudah berada di kantornya. Puteri sudah sibuk dengan menyiapkan beberapa Email balasan untuk dilaporkan kepada Armand.
Suasana kantor perlahan mulai ramai dengan bertambahnya kehadiran para staf lainnya. Ronald pun datang menemui Puteri.
"Put, Armand Belum datang ya" Tanya Ronald
"Iya Rond, Paling sebentar lg."
"Ada apa emang Rond ? Ucap Puteri lg.
"Ada sedikit masalah aja put, aku baru depet kabar dari Fery barusan" Jawab Ronald.
Belum selesai Ronald menjelaskan Armand pun tiba.
###### Bersambung ......
TERUS DUKUNG NOVELNYA YA !
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, FAVORITE, KOMEN DAN SHARE
SEMOGA KITA SEHAT SELALU