
Armand Masih dengan lamunan - lamunannya diruang Tv, sudah banyak rokok yang dihisap, Armand merasakan betul isi hati dan harapannya.
Sementara Puteri sudah berbaring di tempat tidurnya, namun pikirannya masih di hantui obrolannya dengan Deby, Puteri semakin yakin dengan sosok Armand adalah sosok yang diimpikannya selama ini.
Hanya saja puteri merasa bingung bagaimana cara menyudahi hubungan terlarangnya dengan Hendrik. Dia tak mau kehilangan pekerjaan yang mejadi sumber penghasilannya, Puteri sudah sangat merasa nyaman dengan tempat kerjanya terlebih lagi dia bekerja dengan orang yang sangat dia harapkan yaitu Armand.
" Aku harus segera memilih Antara hati dan Egoku, meski keduanya memiliki bahagia dan rasa sakit dengan caranya sendiri, aku hanya ingin rasakan bahagia yang sesungguhnya. " Ucap bathin Puteri.
Tiba - tiba
Klik ,,, Klik ,,, Klik ....
" Ya Deb, Apaan ? "
" Hallo put.. lo dimana, gw chat lo dari tadi kenapa lo belum baca sih, Gw hawatir tau ga " Ucap Deby dengan nada nyolot
" Khawatir apa sih deb ?, Gw udah balik ko, bawel deh " jawab Puteri merasa tak berdosa
" Haah.. gila lo ya dasar, malah nanya kepedulian gw, gimana kalo lo kenapa - kena coba " lanjut Deby.
" Udah ah gw cape mau tidur. "
* tuut.. *tuut..
Puteri yang merasa cape pun terlelap tidur setalah mengakhiri telponnya dari Deby. malam terus berlalu pagi pun tiba.
*Krring...
Armand seperti biasa terbangun setelah mendengar Bunyi jam wekernya yang sangat berisik.. Setelah bangkit dari tempat tidurnya Arman menjalankan aktivitas seperti biasanya.
Sebelum Armand berangkat Armand menelpon Puteri mengingat mobilnya samalam di bawa Deby pulang.
* tuut.. *tuut..
__ADS_1
" Pagi Ar, ada apa ?, Tumben pagi - pagi kamu udah telpon " jawab Puteri.
" Iya put, Aku inget aja mobil kamu di pake Deby, kamu mau bareng Aku ga ? " tanya Armand.
" Oh.. Aku udh di kantor ko, kan ada mobilnya Deby "
" Ya sudah kalau gitu " Tutup Armand.
Armand pun berangkat meninggalkan Apartemennya untuk menuju kantor. seperti biasa Armand mampir untuk membeli sarapan.
Entah memang berjodoh atau suatu kebetulan, Armand pun bertemu kembali dengan Vony di tempat yang sama. Bedanya mereka kali ini bertemu hanya masing masing sendiri
" Hai.. kamu sama siapa ? " Sapa Vony dengan senyum mautnya
" Eh.. kamu disini juga, Aku sendiri ko, Kamu sama siapa ? " jawab Armand.
" Sama ko Aku juga sendiri, Kamu makan bareng makan aku aja kalau gitu ! " Ajak Vony.
" Eumnm aku harus masuk kantor, jadi bukannya menolak, maaf lain kali aja ya " Jelas Armand.
Vony pun meninggalkan Armand yang masih memesan sarapanny. Setelah selesai pesananya Armand pun berpamitan. Setelah di dalam mobil Armand pun berucap.
" Ah memang belum saatnya kali untuk ngobrol banyak sama dia, Klo saja pagi ini aku ga ada raker aku pasti temenin dia " Ucap Armand sedikit menggerutu.
Selang Waktu Armand pun tiba di kantor seperti biasa di sambut Security dan Irma yang selalu stanby di meja Resepsionis.
" Pagi pak, " ucap mereka serempak menyambut kedatangan Armand
" Pagi.. " jawab Armand sambil tersenyum.
Sebelum memasuki ruangannya, Armand berpesan pada puteri.
" Put Nanti jangan lupa, jam 10 kita harus raker."
__ADS_1
" Iya Ar " Jawab puteri singkat.
" Kasih tau Ronald juga put " Ucap Armand sambil sedikit terburu - buru masuk ruangannya.
Waktu yang ditunggu pun tiba, Armand memanggil Puteri dan Ronald keruangannya.
*** Tut ....
" Put kamu sama Ronald keruangan saya segera " Perintah Armand.
Putri pun menyanggupi dan langsung pada Ronald. TAk lama merekan sudah diruangan Armand.
" Ada Apa Ar ? " tanya Ronald
" Kalian duduk saja dulu " ucap Armand
" Saya mau cerita sedikit sama kalian, mungkin kalian sudah mendengar tentang Pak Angga yang tidak menyukai saya " lanjut Armand
" Kenapa Emang dengan Pak Angga Ar ? " Jawab putri dengan wajah kebingungan.
" Angga meresa tersaingi oleh saya selama ini, mungkin karena saya lebih di percaya Pak Hendrik untuk mengurus proyek - proyek besar di perusahaan ini, dan saya sangat berpeluang menjadi salah satu Direktur perusahaan. Jujur saja saya menginnginkan posisi penting sama seperti halnya Pak Angga. Tapi saya tidak mau mendapatkan jabatan itu dengan cara yang kotor. Kemarin saya sempat berseteru dengan beliau, Pasalnya beliau sudah berbuat semena - mena terhadap saya. Sampai akhirnya saya naik pitam melawannya dengan kata - kata yang tak seharusnya. Saya sangat yakin hari ini beliau akan menjatuhkan saya di raker. Dan maksud saya memanggil kalian sekarang ini hanyalah untuk meminta kalian diam bila itu benar terjadi. Biarkan semua menjadi tanggung jawab saya tanpa ada pembelaan dari kalian." jelas Armand.
Puteri dan Ronald hanya terdiam mendengar penjelasan Armand itu. Sementara jadwal Raker pun hanya tinggal 10 menit lagi.
" Saya anggap kalian sudah mengerti, Ayo kita ke ruang Rapat sekarang, yang lain pasti sudah di sana " tutup Armand.
Merekapun beranjak menuju ruang Rapat berasamaan. Armand memasuki ruang rapat terlebih dahulu kemudian Ronald dan Puteri.
Benar saja Angga Sudah hadir terlebih dahulu di ruang rapat, melihat kedatangan Armand Anggapun merasakan kebenciannya.
" Armand Aku pastikan kamu malu didepan semua orang ini, kamu hanya sedang menunggu waktu itu datang." Gumam Angga dengan penuh benci.
##### Bersambung
__ADS_1
Semoga kita sehat selalu
xxx ° xxx ° xxx ° xxx ° xxx ° xxx ° xxx ° xxx °