CINTA CALON CEO

CINTA CALON CEO
Episode 18


__ADS_3

Mereka bertiga masih di tempat yang sama, memikirkan permasalahan yang sama juga, Armand Khawatir Hani tidak bisa membantunya meski Hani punya kedekatan tersendiri dengan Ronald. Ya, Ronald adalah keponakan Hani, dan hanya Armand dan Puteri yang mengetahui itu.


Ronald yang sudah 3 tahun bekerja tak tega melihat penderitaan yang harus di tanggung tantenya untuk menafkahi anaknya yang saat itu hanya mengandalkan dari hasil penjualan makanan yang di buatnya. Padahal sebelumnya Hani seorang yang sukses berkarir dengan banyak pengalaman di perusahaan - perusahaan besar. Hanya saja Hani mengalami keterpurukan setelah perceraiannya.


Semua berawal dari cerita Armand kepada Ronald dan puteri ketika mengetahui Asisten Angga sebelumnya mengajukan Resign, dan Armand yang di tugaskan Hendrik untuk menginterview mencarikan penggantinya, Ronald pun bercerita tentang hani dan berinisiatif meminta bantuan Armand supaya posisi itu diberikan kepada Hani waktu itu, Armand setuju membantu Ronald dengan memberikan syarat untuk tidak memberitahukan ikatan persaudaraan mereka, karena memang Di perusahaan Hendrik peraturan tersebut sebetulnya tidak berlaku kepada selain keluarga pemilik perusahaan.


" Ron kamu yakin bisa mendapatkan data itu dari Hani ?, itu akan sangat beresiko untuk Karir Hani Ron Bila Pak Angga sampai mengetahuinya. Jadi kamu tolong pastikan karir Hani tidak terancam dengan tindakannya nanti." Ucap Armand punuh khawatir.


" Jujur aku pun sebenarnya memikirkan itu Ar, Karena bagaimana pun Angga Pasti menuduh Hani ketika kita mendapatkan data itu," Jelas Ronald.


" Tapi apa salahnya kita coba lakukan, karena hanya itu yang bisa meyakinkan Pak Hendrik bahwa itu semua kesalahanku seperti yang sudah terlanjur aku katakan tadi, " Ucap Puteri sambil menatap Ronald.


" ya sudah, Aku coba sampaikan sama Hani, semoga dia bisa membantu kita " tutup Ronald sambil mengambil sebatang roko dari meja Armand.


Mereka pun terdiam sejenak karena setelah itu berhasil sekalipun masih ada permasalahan lainnya yang akan muncul Arman pun di buat bingung dengan ulah Puteri yang membelanya.


" Aku masih tak bisa berhenti berpikir, sementara waktu kita juga tidak banyak, aku masih memikirkan nasib Hani dan juga kamu puteri. karena bagaimanapun setelah kita mendapatkan data itu kamu dan Hani lah nantinya yang akan menjadi taruhannya. B*doh sekali aku menyerahkan semua Data itu tanpa memback Up nya terlebih dahulu, mungkin semua tidak akan serumit ini jadinya." Ucap Armand dengan penyesalannya.


" Sudahlah Ar, kamu ga perlu memikirkan apa yang terjadi nanti sama aku, Aku siap dengan segala kemugkinan yang terjadi ko " Jawab Puteri tegas.


" Ya sudah Aku Kembali dulu kemejaku " Ucap Ronald sambil mematikan Rokoknya


Ronald dan Puteri pun keluar meninggalkan Armand sendirian.

__ADS_1


Diruangan lainnya Angga hanya duduk manis meyakini usahanya mempermalukan Armand sudan berhasil, Hanya saja dia harus menunggu besok untuk melihat keputusan Hendrik yang sudah dia yakini.


" Bodoh sekali si perempuan J*lang itu, Bagaimana mungkin dia bisa membuktikan itu kesalahannya. Sementara semua datanya ada di laptopku ini, dasar t*lol " bisiknya sambil tersenyum sinis.


Hani pun tiba - tiba mengtuk pintu sebelum memasuki Ruangan Angga.


* Tok ...


* Tok ...


" Masuk ..." Ucap Angga menjawab ketukan itu


" Permisi pak ini ada yang harus ditanda tangani, " Ucap Hani sambil sedikit membungkuk


" Hanya ini saja " jawab Hani singkat.


Hani pun kembali ke mejanya setelah berkasnya ditandatangi, sementara Angga Langsung membereskan Laptopnya dan melangkah pulang meninggalkan kantor.


Ronald yang sedang Asik depan laptopnya pun melihat Angga yang menenteng tas laptop melangkah menuju loby. Ronald pun terus memperhatikan Angga sampai dia keluar kantor dan merasa yakin kalau Angga sudah pulang.


" Rupanya dia sudah pulang lebih awal, Ini kesempatanku menemui Tante Hani " Gumam Ronald


Ronald dengan sedikit tergesa - gesa meninggalkan mejanya untuk menemui Hani.

__ADS_1


Hani yang sibuk pun sedikit kaget melihat keponakannya datang tak seperti biasanya.


" Tante ! " Bisik Ronald menyapa Hani.


" Ada Apa Ron, ga biasanya kamu nyamperin tante gini ? " jawab Hani dengan ekspresi bingun


" Aku ga punya banyak waktu tante takutnya ada yang lewat dan mendengar obrolan kita, jadi tante cukup dengerin aja dulu " jelas Ronald.


Ronald pun tanpa berbasa - basi menceritakan jejadian di raker dan niatnya kepada hani, Hani menyimak betul dari setiap ucapan Ronald.


" jadi gitu maksud Ronald, tolong tante bantu. Bagaimana pun Armand Sudah banyak berjasa kepada kita tante tau itu " Tutup Ronald dngan sedikit memohon kepada Hani.


" Baiklah Tante akan coba bantu mereka " Sanggup Hani.


" Tapi tante bagaimana akan melakukannya ?" jawab Ronald dengan kegelisahannya.


" Doakan saja, sudah sana ! " jawab Hani Singkat.


Mendengar jawaban itu Ronald pun mengangguk, Ronald mempercayakan kepada Hani dan meninggalkannya. Ronald pun langsung menuju ruangan Armand menyampaikan kesanggupan Hani membantu mereka.


##### Bersambung ......


Terimakasih sudah membaca, Semoga kita sehat Selalu.

__ADS_1


__ADS_2